CONTOH MAKALAH AQSAMUL QUR’AN

MAKALAH

AQSAMUL QUR’AN

 

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ulumul Qur’an

Dosen Pembimbing : Drs. Daris Wibowo, M. Ag

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

 

  1. 1.                      Miftachul Janah
  2. 2.                      Umi Kultsum
  3. 3.                      Lina Tri Widiawati
  4. 4.                      Istyarini

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH MUHAMMADIYAH TEMPURREJO-NGAWI

Tahun Akademik 2010-2011


 

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi pembaca dan umumnya bagi teman-teman semua. Amin…

Ngawi, 29 Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL               ………………………………………………….       i

KATA PENGANTAR ………………………………………………….       ii

DAFTAR ISI                           ………………………………………………….       iii

BAB I PENDAHULUAN        ………………………………………………….

BAB II RUMUSAN MASALAH                                ………………………….

  1. Definisi Aqsamul Qur’an                                   ………………………….
  2. Unsur-unsur Qasam                                          ………………………….
  3. Jenis-Jenis Aqsamul Qur’an                              ………………………….
  4. Bentuk-bentuk Aqsamul Qur’an                        ………………………….
  5. Manfaat dan Tujuan Aqsamul Qur’an    ………………………….

BAB III KESIMPULAN         ………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA              ………………………………………………….


BAB I

PENDAHULUAN

 

               Keindahan bahasa al-Qur’an merupakan salah satu tanda kemukjizatan al-Qur’An. Ketika Rasulullah Saw menyampaikan ayat-ayat al-Qur’an, sebagian kafir Quraisy ingin menandinginya dengan cara membuat ungkapan-ungkapan (syair) yang sengaja mereka buat untuk merendahkan keberadaan Nabi Saw menghadapi tantangan luar biasa dari masyarakat kafir Quraisy saat itu. Namun, sebagian dari kalangan kafir Quraisy menerima kebenaran yang dibawa oleh Nabi Saw. Sehingga dari sini akan bisa dipahami bahwa, jika jiwa manusia itu bersih dari sifat tercela, dia akan mudah menerima kebenaran dari siapapun kebenaran itu datang. Jiwa yang bersih akan selalu terbuka akan ajaran kebenaran dari firman-firman Tuhan. Sehingga dalam menyampaikan kebenaran itu tidak diperlukan argument atau alas an agar kebenaran itu bisa diterima. Tapi bagi manusia yang hatinya selalu dipenuhi sifat tercela, dipenuhi sifat dengki, maka kebenaran itu akan sulit diterima. Oleh karenanya, dalam menyampaikan ajaran kebenaran kepada manusia seperti ini, diperlukan berbagai cara dan argumentasi agar mereka dapat menerima kebenaran itu. Salah satu cara yang digunakan adalah memperkuat argumentasi itu dengan sumpah. Maka “sumpah” ini dilakukan adalah sebagai langkah untuk memberikan kesadaran kepada mereka, kesadaran untuk menerima kebenaran yang datangnya dari Allah swt.

BAB II

RUMUSAN MASALAH

 

            Pembahasan dalam bab ini meliputi: definisi Aqsamul Qur’an, unsur-unsur yang ada dalam Aqsamul Qur’an, jenis-jenis Aqsamul Qur’an, bentuk-bentuk Aqsamul Qur’an dan manfaat serta tujuan dari Aqsamul Qur’an.

  1. 1.      Definisi Aqsamul Qur’an

 

            Menurut bahasa, Aqsam merupakan lafadz jama’ dari kata qasam. Sedang kata  qasam sama artinya dengan kata halaf dan yaminkarena memang satu makna yaitu berarti sumpah. Sumpah dinamakan dengan yamin karena orang arab kalau bersumpah saling memegang tangan kanan masing-masing.

Adapun qasam menurut istilah adalah: mengaitkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan, atau untuk mengerjakannya, yang diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan bagi orang yang bersumpah, baik secara nyata atau secara keyakinansaja.

 

  1. 2.      Unsur-unsur Qasam

 

            Bentuk atau shighat qasam yang asli terdapat dalamsurat An-Nahl ayat:38

Bentuk-bentuk qasam yang asli terdiri dari tiga unsur, yaitu:

  1. 1.      Harus ada fi’il qasam yang dimuta’addikan dengan huruf “ba’”, seperti”
  2. 2.      Harus terdapat muqsam bih atau penguat sumpah, yaitu sumpah itu harus diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan oleh yang bersumpah.
  3. 3.      Harus ada muqsam alaih (berita yang diperkuat dengan sumpah itu), yaitu berupa ucapan yang ingin diterima atau dipercaya oleh orang yang mendengar, lalu diperkuat dengan sumpah tersebut.
  1. 3.      Jenis-Jenis Aqsamul Qur’an

 

            Dilihat dari segi fi’ilnya, qasam al-Qur’an ada dua macam. Yaitu:

(a).        Qasam Dzahir, yaitu qasam yang fi’il qasamnya disebutkan bersama dengan muqsam bihnya. Contoh:surat Al-Ma’arij:40,surat Al-Qiyamah:1-3.

(b).       Qasam Mudhmar(qasam tersimpan) yaitu qasam yang fi’il qasam danmuqsam bihnya tidak disebutkan, karena kalimat sebelumnya terlalu panjang. Contoh:surat Ali Imran:186

Apabila qasam ditinjau dari muqsam bihnya, maka qasam itu ada tujuh macam, yaitu:

(a).       Qasam dengan menggunakan dzat Allah swt. contoh:surat Al-Hijr:92

(b).       Qasam dengan perbuatan-perbuatan Allah swt. contohsurat Asy-Syams:5

(c).        Qasam dengan yang dikerjakan Allah. Contohsurat Ath-Thur:1

(d).       Qasam dengan malikat-malaikat Allah. Contohsurat An-Nazi’at:1-3

(e).       Qasam dengan nabi Allah swt., seperti surst Al-Hijr:72

(f).         Qasam dengan makhluk Allah. Contohsurat At-Tin:1-2

(g).       Qasam dengan waktu. Contohsurat Al-Ashr:1-2

  1. 4.      Bentuk-bentuk Aqsamul Qur’an

 

1).          Bentuk Pertama: Bentuk Asli

Bentuk asli dalam sumpah ialah bentuk sumpah yang terdiri dari tiga unsur,            yaitu fi’il sumpah yang dimuta’addikan dengan ba’, muqsam bih dan  muqsam alaih seperti contoh-contoh di atas.

2).          Bentuk Kedua: Ditambah hurufLa.

Kalimat yang digunakan orang untuk bersumpah itu memakai berbagai macam bentuk. Begitu pula dalam al-Qur’an ada bentuk sumpah yang keluar dari bentuk asli sumpah. Misalnya bentuk sumpah yang ditambah huruf La di depan fi’il qasamnya, sepertisuratAl-Ma’arij:40,suratAl-Waqi’ah:75,suratAl-Insyiqaq:16,suratAl-Haqqah:38.

  1. 5.      Manfaat dan Tujuan Aqsamul Qur’an
  1. 1.      Tujuan qasam

Dalam substansinya sumpah dilakukan untuk memperkuat pembicaraan agar dapat diterima atau dipercaya oleh pendengarnya. Sedang sikap pendengar sesudah mendengar qasam akan bersikap salah satu dari beberapa kemungkinan di bawah ini:

  1. Pendengar yang netral, tidak ragu dan tidak pula mengingkarinya. Maka pendengar yang seperti ini akan diberi ungkapan ibtida’ (berita yang diberi penguat taukid ataupun sumpah) contohsuratAl-Hadid:8.

Penguat dalam ayat ini hanya diperkuat oleh lafadz Qod

  1. Pendengar mengingkari berita yang didengar. Oleh karenanya berita harus berupa kalam ingkari (diperkuat sesuai kadar keingkarannya). Bila kadar keingkarannya sedikit, cukup dengan satu taukid saja. ContohsuratAn-Nisa’:40. Sedang apabila kadar keingkarannya cukup berat, maka menggunakan dua taukid (penguat). SepertisuratAl-Maidah:72.

Dalam ayat di atas diberi dua taukid berupa lafadz Qoddan Lam taukid.

Dan apabila kadar keingkarannya sangat berat, ditambah dengan beberapa taukid. SepertisuratAl-Anbiya’:57.

  1. 2.      Faedah atau manfaat qasam
  2. Apabila berita itu sampai pada pendengar dan dia tidak menolak, tentunya berita tersebut dapat diterima dan dipercaya. Karena telah diperkuat dengan sumpah apalagi dengan menggunakan kata Allah swt.
  3. Bahwa pembawa berita akan merasa lega, karena telah menyampaikan berita dengan diperkuat sumpah atau dengan beberapa taukid (penguat). Hal ini sangat berbeda apabila membawa berita dengan tidak menggunakan qasam.

Dengan bersumpah memakai nama Allah atau sifat-sifat-Nya, maka hal ini sama dengan mengagungkan Allah swt karena telah menjadikan namanya selaku dzat yang diagungkan sebagai penguat sumpah. Wallahu a’lam.

BAB III

KESIMPULAN

  1. Pengertian qasam menurut bahasa adalah sumpah

Sedang Qasam menurut istilah adalah mengaitkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan, atau untuk mengerjakannya, yang diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan bagi orang yang bersumpah, baik secara nyata atau secara keyakinan saja.

  1. unsur yang harus dipenuhi dalam qasam:
  1. Harus  ada fi’il qasam
  2. Harus terdapat muqsam bih
  3. Harus ada muqsam ‘ alaih

 

  1. secara garis besar, Aqsamul Qur’an terbagi menjadi dua jenis:
  1. Qasam Dzahir, yaitu qasam yang fi’il qasamnya disebutkan bersama dengan muqsam bihnya
  2. Qasam Mudhmar (qasam tersimpan) yaitu qasam yang fi’il qasam dan muqsam bihnya tidak disebutkan
  1. Bentuk-bentuk Aqsamil Qur’an
  1. Bentuk Asli: bentuk sumpah yang terdiri dari tiga unsur yang telah disebutkan
  2. Bentuk sumpah yang ditambah dengan huruf La
  3. Bentuk sumpah yang ditambah dengan kata-kata “              “
  4. Bentuk sumpah yang ditambah dengan kata-kata “              “
  1. Manfaat Qasam
  1. Mempertegas dan memperkuat berita yang sampai kepada pendengar.
  2. Memberikan nilai kepuasan kepada pembawa berita yang telah menggunakan Qasam.
  3. Mengagungkan sifat dan kekuasaan Allah.

DAFTAR PUSTAKA

 

Prof. Dr. Manna’ Al-Qhatthan, Mabahits fi ’Ulum Al-Qur’an, Mansyurat

al-‘Ashr al-Hadits, 1990

Prof. Dr. H. Abdul Djalal HA, Ulumul Qur’an, Surabaya: Dunia Ilmu, 2000

Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Zubdah Al-Itqon fi ‘Ulumul Al-Qur’an,

Bandung: Pustaka Setia, cet. 1, 1999

About these ads

2 thoughts on “CONTOH MAKALAH AQSAMUL QUR’AN

  1. apakah aqsamul qur’an itu hanya sekedar sumpah.,.,.,.?
    tlng pnjelasannya yg lbih rincih…..

    aq msih blum mngerti dgn pnjelsanx.,.,?

    • Secara etimologi, aqsam merupakan bentuk jamak dari kata qasam, yang berarti sumpah Selain itu, kata qasam memiliki makna yang sama dengan halaf dan yamin karena memang satu makna, yaitu berarti sumpah. Sumpah dinamakan dengan yamin karena kebiasaan orang arab ketika bersumpah saling memegang tangan kanannya masing-masing. Menurut Al – Qottan (2009:414) qosam dan yamin adalah dua kata sinonim, memiliki 2 (dua) kata yang sama.
      Qosam didefinisikan sebagai mengikatkan jiwa (hati) untuk tidak melakukan sesuatu, dengan suatu makna yang dipandang besar, agung, baik secara haqiqi maupun i’tiqody, oleh orang yang bersumpah itu. Besumpah dinamakan juga dengan yamin (tangan kanan), karena orang Arab ketika sedang bersumpah memegang tangan kanan sahabatnya.
      Menurut istilah, qosam (sumpah) ialah mengikatkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan atau untuk mengerjakannya, yang diperkuat sesuatu yang diagungkan bagi orang yang bersumpah, baik secara nyata atau pun secara keyakianan saja.

      semoga bisa membantu Gan, makasi coment e membuat saya juga senantiasa belajar lagi belajar lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s