CONTOH MAKALAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM

 

BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Disusun Oleh :

v                     Atika Wahyu . E

v                     Susi. S

v                     Ismiati. M

v                     Latifatul. A

DEPARTEMEN PENDIDIKAN KABUPATEN NGAWI

SMA NEGERI 1 WIDODAREN

Tahun Ajaran 2011-2012


BUDIDAYA JAMUR TIRAM

  1. 1.          Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup populer di tengah masyarakat Indonesia, selain Jenis jamur lainnya seperti jamur merang, jamur kuping dan jamur shitake. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Namun sebagian orang menjalankan bisnis olahan jamur tiram misalnya berbentuk keripik jamur tiram dan bentuk lain. Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram mengandung 18 macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolesterol.

Persiapan Budidaya Jamur Tiram

Bangunan/Ruangan Budidaya Jamur Tiram

Pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada dalm rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:

  1. Ruang persiapan
    Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.
  2. Ruang Inokulasi
    Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).
  3. Ruang Inkubasi
    Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.
  4. Ruang Penanaman
    Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.

Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram

Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.

Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.

Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram

Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

  1. Persiapan Bahan. Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.
  2. Pengayakan. Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir
  3. Pencampuran. Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.
  4. Pengomposan. Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic
  5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog). Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.
  6. Sterilisasi
    Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.
  7. Inokulasi (Pemberian Bibit). Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu: – Varitas unggul
    - Umur bibit optimal 45 – 60 hari
    - Warna bibit merata
    - Tidak terkontaminasi
  8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
  9. Panen Jamur Tiram. Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.
    1. 2.          Alasan Memilih Budidaya Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri). Negara-negara yang telah mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai agrobisnis andalan dan unggulan adalah Cina, belanda, Spanyol, Prancis, Belgia danThailand. Negara-negara tersebut trermasuk produsen jamur terbesar di dunia.

Jika anda tertarik menekuni usaha budidaya jamur tiram ini, hal penting yang harus dipenuhi adalah menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur tiram. Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya. Tidak jarang pembudidaya jamur tiram mendapati baglog(kantong untuk media jamur tiram) ditumbuhi tumbuhan lain selain jamur tiram, hal ini disebabkan proses sterilisasi yang kurang baik dan lingkungan yang tidak kondusif.

Adabeberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai proses pemanenan jamur tiram. Jika anda tidak ingin repot menyemai benih, anda bisa membeli baglog yang sudah siap dengan benih jamur tiram yang sudah siap dibudidayakan.

  1. 3.          Proses Reproduksi Jamur Tiram

Spora pada jamur berfungsi untuk alat reproduksi dan bertahan. Karakteristik spora sering digunakan untuk mempelajari sistematika dan klasifikasi jamur. Paraahli mikologi dapat menggunakan spora atau lebih tepatnya jejak spora yang dapat membantunya untuk mengidentifikasi ribuan spesies jamur yang memiliki tudung. Jejak spora adalah kumpulan spora dalam jumlah besar. Hal ini bisa diperoleh dengan meletakkan tudung dengan himenium menghadap ke bawah pada selembar kertas putih atau sepotong kaca. Setelah beberapa jam, terkadang tidak sampai esok harinya, lapisan spora akan terkumpul. Warna spora terbagi ke dalam 4 atau 5 tipe umum, yaitu: putih, merah muda, kuning tanah dan ungu kehitaman, namun kelompok terakhir dapat dibedakan lagi menjadi ungu dan hitam. Warna spora kadang-kadang dapat dilihat secara visual dengan melihat lamela pada jamur dewasa, tetapi kadang-kadang warna dari lamela menyembunyikan warna sporanya.

About these ads

4 gagasan untuk “CONTOH MAKALAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    • ini Gan…
      Cara Mengatasi Hama Pada Jamur Tiram

      Cara Mengatasi Hama Pada Jamur Tiram – Buka Mata. Hama yg paling sering mengganggu pd pembudidayaan Jamur Tiram & Jamur Kuping adalah ulat. Secara alami ulat memang dpt tumbuh pd jamur tiram terutama saat kondisi udara dgn kelembaban tinggi. Hama ulat banyak menyerang pd saat musim hujan. Namun saat musim kemarau jarang terjadi serangan ulat pd jamur tiram.

      - Cara Mengatasi hama yg disebabkan oleh kelembapan udara:
      Usahakan pd saat pembuatan kumbung terdpt jendela yg dpt dibuka & ditutup, jadi sirkulasi udara pd kumbung dpt berjalan lancar. Kelembapan yg terlalu tinggi dapat diatasi dgn memberikan sirkulasi udara yg banyak. Mengatasi Hama Ulat di Jamur Tiram Penyebab dari Luar Dlm budidaya jamur tiram kebersihan memang sgt diutamakan. Kebersihan kumbung yg kurang dijaga akan memicu tumbuhnya hama bagi jamur. Sisa grajen kayu & bonggol-bonggol jamur yg tdk dibersihkan akan membusuk & mengudang datangnya hewan-hewan kecil termasuk ulat.
      - Cara Mengatasi hama yg disebabkan kurang bersihnya kumbung :
      Jagalah kebersihan kumbung dgn baik, bersihkan kumbung secara berkala,terutama dari sisa-sipa panen jamur,supaya tdk menimbulkan tumbuhnya hama ulat.
      Mengatasi Hama Ulat Pd Jamur Tiram Sisa Panen yg kurang Bersih Stlh pemanenan kita harus sedapat mungkin membersihkan sisa akar dari jamur tiram. Karena apabila kita tdk membersihkan bonggol yg masih tertinggal pd baglog, bonggol tsb akan membusuk & menimbulkan hama ulat.
      - Cara Mengatasi hama yg timbul dari sisa bonggol :
      Pastikan tdk ada bonggol yg tertinggal saat kita melakukan pemanen. Cungkil bonggol stlh kita memanen sampai terlihat grajen kayunya.
      - Mengatasi Hama Ulat dari Baglog
      Penyebab dari baglog ini biasa terjadi pd saat pembibitan. Kemungkinan kurang sterilnya saat pembibitan menyebabkan bibit ulat terbawa sampai ke dlm baglog. Kemudian proses pengovenan baglog mungkin kurang shg tdk mampu membunuh bibit ulat yg ada pd baglog. Bersihkan dgn sebersihnya baglog dgn melakukan pencungkilan hingga terlihat serbuk gergajinya. Penanganan Menggunakan Insektisida
      Apabila semua jenis penanganan itu masih belum dpt mengatasi hama ulat, Ini karena ulat tsb sdh meninggalkan telur dlm log shg pembersihan lingkungan tdk mampu mengatasi & membunuhnya. Kondisi ini apabila dibiarkan terus, maka jamur tiram yg dipanen akan terus menerus mengandung ulat. Cara penanganan khusus ini sebenarnya tdk direkomendasikan karena jamur termasuk tanaman organik, tetapi apabila sgt terpaksa dpt dilakukan. Caranya adalah : Cungkil semua jamur tiram yg ada dlm kumbung sampai tdk menyisakan, walaupun yg kecil sekalipun. Gunakan insektisida sesuai dgn kadar atau takaran yg tertera dlm produk. Selama proses penyemprotan insektisida, kumbung tdk boleh dilakukan penyiraman air seperti biasanya. Proses penyiraman air dilakukan stlh 3 hari dari proses penyemprotan insektisida.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s