CONTOH METODOLOGI PENELITIAN

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ilmiah faktor metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektif, valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Pengertian Metode adalah cara yang telah teratur dan telah berfikir secara baik-baik yang digunakan untuk mencapai tujuan (W.J.S Poerwodarminto 1987 :649).

Jadi pengertian metode adalah salah satu cara yang digunakan ketika mencapai suatu tujuan dengan menggunkan tehnik tertentu untuk memperoleh suatu keberhasilan dalam penelitian maka harus dilaksanakan dengan menggunkan metodologi yang tepat, istimewa dan tujuan mengadakan penelitian berdasarkan fakta – fakta yang ada untuk menguji kebenaran sesuatu secara ilmiah.

Dalam metodelogi telah dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan penelitian mempunyai kebebasan untuk memiliki metode guna memperoleh suatu data. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh sutrisno Hadi, Yaitu : “Baik buruknya suatu research sebagian tergantung dari pengumpulan data research ilmiah bermaksud memperoleh bahan – bahan yang relevan, aktual dan variabel, maka untuk memperoleh data seperti itu pekerjaan research menggunakan tehnik – tehnik, prosedur, alat – alat serta kegiatan yang diandilkan.

Maka dengan demikian memecahkan metodologi sangat diperlukan dalam rangka mengumpulkan data untuk memecahkan suatu masalah sehingga dapat menyusun laporan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu dalam penelitian ini penulis menetapkan langkah – langkah sebagai berikut :

  1. Setting Penelitian
    1. Waktu Penelitian

Penelitian ini sudah dilaksanakan pada semester I tahun 2011 yang dimulai tanggal 15 September sampai dengan 27 September 2011

  1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di TK aisyiyah Walikukun Kecamatan Widodaren, TK Aisyiyah Walikukun memiliki letak yang strategis yaitu berada di tengah kota. Disebelah timur TK Aisyiyah Walikukun terdapat stasiun kereta api dan di sebelah utara adalah Pasar Walikukun.

  1. Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah anak di TK Kelas B1 TK Aisyiyah Walikukun, Kecamatan Widodaren. Yang berjumlah 12 orang. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga yang berekonomi menengah ke bawah. Tetapi pada umumnya mereka termasuk anak didik yang ceria dan bersemangat mengikuti kegiatan.

  1. Sumber Data

Berkaitan dengan subyek penelitian ini adalah anak didik TK Aisyiyah Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi maka sumber datanya adalah kegiatan anak didik TK Aisyiyah Walikukun Kabupaten Ngawi dalam proses belajar mengajar (PBM).

  1. Tehnik Dan Alat Pengumpulan Data
    1. Teknik Pengumpulan Data
      1. Observasi

Observasi dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan pengamat. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu penelitian dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung, kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan sebenarnya.

Observasi dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Observasi adalah instrumen yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. Dalam observasi ini penelitian lebih banyak menggunakan salah satu dari panca indranya yaitu indra penglihatan.

Observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami. Sebaiknya observasi mempunyai keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari subyek yang diteliti.

  1. Wawancara

Wawancara pada penelitian ini menggunakan interview tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes, dimana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan – ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai harinya. Interview ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pendapat anak didik mengenai kegiatan mewarnai gambar dengan crayon.

  1. Alat Pengumpulan Data

Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, maka alat pengumpulan datanya adalah :

  1. Lembar observasi

Lembar observasi atau kuesioner yang sifatnya open euded (terbuka) dan lentur, sehingga dapat menggali data sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan

  1. Pedoman wawancara

Teknik wawancara dilakukan dengan akrab dan terbuka serta mendalam, dengan ini diharapkan dapat menangkap informasi secara utuh oleh karena itu, teknik wawancara itu sering disebut wawancara mendalam (in-depth-interviewing (HB. Sutopo, 2002)

  1. Validasi Data

Data yang telah berhasil digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus di usahakan kemantapan kebenarannya. Oleh karena itu, setiap peneliti harus dapat memilih dan menentukan cara – cara yang tepat untuk mengembangkan valisasi data yang diperolehnya yakni dengan teknik triangulasi (HB. Sutopo, 2002)

Berkaitan dengan proses pembelajaran yang menekankan pada mengelompokkan bentuk – bentuk geometri dalam pembelajaran, maka validasi data yang digunakan adalah melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode.

  1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber sering juga disebut triangulasi data, maksudnya penelitian dalam pengumpulan data agar lebih dapat dipercaya dengan menggunakan berbagai ragam sumber.

  1. Triangulasi Metode

Triangulasi metode maksudnya peneliti mengumpulkan data sejenis dengan menggunakan metode yang berbeda. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara.

  1. Analisis Data

Setelah data mengenai tentang bentuk – bentuk gambar dalam pembelajaran terkumpul, maka dianalisis.

Oleh karena teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara, maka analisis datanya menggunakan observasi dan wawancara, maka analisis datanya merupakan analisis deskriptif berdasarkan hasil observasi dan refleksi. Observasi berarti mengaati hasil mewarnai anak sedangkan refleksi mengaitkan dengan waktu yang dicapai anak dalam mewarnai gambar – gambar.

  1. Indikator Kinerja

Setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan mewarnai gambar. Indikator kinerja diharapkan sbb :

  1. Minimal 80% anak mampu melaksanakan tugas dengan baik ( • ) pada pengenalan gambar – gambar dan warnanya
  2. Minimal 60% anak yang mampu melaksanakan tugas dengan cukup ( ü) pada evektivitas kegiatan
  3. Minimal kurang dari 20% anak yang kurang mampu melaksanakan tugas ( 0 ) pada kreatifitas mewarnai gambar
  1. Prosedur Penilaian
    1. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri atas 2 siklus
    2. Langkah – langkah dalam siklus penelitian tindakan kelas (Kemmis 1986)

Terdiri atas :

  1. Perencanaan

Dalam tahab perencanaan ini, peneliti menyusun rencana program kegiatan penelitian tindakan kelas antara lain :

1)      Penyusunan dan pembuatan program satuan kegiatan harian (SKH)

2)      Penyusun dan pembuatan rencana pelajaran

3)      Pemilihan metode yang sesuai dengan materi pelajaran

4)      Pemilihan media yang sesuai dengan materi pelajaran

5)      Penyusunan instrument untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar siswa

  1. Pelaksanaan Kegiatan

Dalam rahab pelaksanaan kegiatan ini, peneliti melakukan kegiatan penelitian dengan memberikan gambar – gambar belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.

  1. Observasi

Dalam pelaksanaan observasi, peneliti mengikut sertakan rekan guru untuk ikut bertugas mengamati dan mencermati dan kemudian memberikan penilaian dan saran – saran terhadap tindakan apa yang harus dilakukan baik oleh guru maupun oleh anak yang dirasa kurang atau masih ada yang perlu di tingkatkan.

Sedangkan langkah-langkah menjadi fokus observasinya adalah :

1)      Persiapan mengajar

2)      Pengelolaan kelas

3)      Keaktifan dan kreatifitas anak

4)      Penggunaan metode

5)      Penggunaan media

  1. Refleksi

Pada tahab ini penelitian mereflesikan dan mengkaji hasil obserfasi dari obsever dan pengawasan secara pribadi penelitian, apakah sudah sesuai dan memenuhi kriteria yang telah di tetapkan sudah berhasil atau belum. Apabila belum berhasil (belum maksimal ), maka peneliti melaksanakan penelitian tindakan kelas pada siklus berikutnya sampai berhasil sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan. Langkah-langkah yang di lakukan pada siklus I akan di ulang pada siklus II

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s