CONTOH RESENSI BUKU NON FIKSI

RESENSI BUKU NON-FIKSI

Resensi Buku Non Fiksi

 

1.      Judul Buku                  : Manajemen

2.      Nama Pengarang        : Maman Ukas

3.      Tahun Terbit               : 2006

4.      Nama Penerbit            : Agnini Bandung

5.      Cetakan                      : Cetakan ke-4

6.      Cover Depan              :Adatulisan MANAJEMEN Konsep, Prinsip dan Aplikasi

Maman Ukas Penerbit Agnini Bandung beserta gambar situasi rapat dengan sampul berwarna hitam.

7.      Cover Belakang          :Adaringkasan tentang isi buku.

8.      Kelebihan Buku          : Isinya cukup lengkap, sehingga pembaca tidak perlu lagi

mencari referensi lain.

9.      Kekurangan Buku       : Konsep penataan tulisan yang membuat pembaca jenuh

dalam membaca buku serta bahasa yang digunakan banyak yang menggunakan bahasa yang tidakbakudan rancu.

10.  Ukuran Buku                : 16cm x 24cm

11.  Harga Buku                  : Rp 40.000,00

12.  Jumlah Halaman            : 416 halaman

13.  Tebal Buku                   : 440 halaman

14.  Ringkasan Isi Buku                   :

Dijelaskan bahwa ilmu manajemen dikemukakan pertama kali oleh Henry R, Towne yang kemudian diakui oleh Frederick Winslow Taylor dengan diterbitkannya buku yang berjudul “ Principles of Scientific Management” pada tahun 1911. Adapun pengertian manaajemen adalah kata benda yang menunjukan sistem dan proses pengelolaan, pelatihan dan pemimpin dalam organisasi. Dalam menggunakan tugas-tugas menejemn dalam prakteknya membutuhkan prinsip-prinsip umum manajemen. Menrut Henry Fayol dalam bukunya “General and Industrial Management” mengemukakan 14 prinsip umum manajemen, yaitu: pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan arah, kesatuan perintah, mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, upah pegawai, saentralisasi, rantai berskala, ketertiban, keadilan, kestabilan masa kerja pegawai, innisiatif dan kesetiaan pada kelompok. Manajemen yang baik sangat diperlukan oleh seorang manajer. Manajer profesional bersifat memperbaiki orang lain atau dapat dikatakan bawahannya.

Sebagai tonggak utama dalam proses manajemen seorang manajer profesional harus mempunyai kemampuan untuk mendapatkan parisipasi dari bawahannya. Manajer yang berhasil mempunyai sifat sederhana. Ia harus berkemampuan lebih dari yang lain, sehingga ia dapat memberi petunjuk bagi mereka yang memerlukan. Dengan manager yang profesional yang didukung oleh manajemen yang baik maka proses manajemen pun akan berjalan dengan lancar sehingga tujuan bersamapun akan tercapai.

Sungai Di Daerah Hulu

Daerah hulu adalah daerah awal aliran sungai, dan berada di daerah pegunungan atau perbukitan. Sungai-sungai di daerah hulu dapat memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki lembah sungai berbentuk “V”.
  2. Debit airnya relatif kecil dan sangat dipengaruhi oleh curah hujan.
  3. Kondisi dasar sungai berbatu-batu.
  4. Erosi oleh aliran air sungai terutama terjadi ke arah vertikal (aliran air sungai mengerosi dasar sungai).
  5. Aliran sungai mengalir di atas batuan induk (country rocks).
  6. Aliran sungai mengerosi batuan induk.
  7. Aliran sungai cenderung relatif lurus.
  8. Tidak pernah terjadi banjir (air sungai yang meluap) karena air segera mengalir ke hilir.


Sungai Di Daerah Hilir

Daerah hilir adalah daerah akhir aliran sungai, dan di dataran rendah tepi pantai. Sungai-sungai di daerah hilir dapat memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki lembah sungai berbentuk “U”.
  2. Aliran air permanen meskipun debit aliran sungai dapat dipengaruhi oleh curah hujan (musim).
  3. Di dalam alur sungai cenderung terjadi pengendapan, dan aliran air sungai mengalir di atas endapannya sendiri.
  4. Mendapat air dari alur yang berasal dari daerah hulu, dan kondisi debit dipengaruhi oleh kondisi daerah hulu.
  5. Dapat terjadi banjir bila debit air yang datang dari daerah hulu melebihi daya tampung saluran sungai yang ada di daerah hilir.
  6. Daerah genangan air sungai ketika banjir dikenal sebagai daerah dataran banjir, dan di dataran ini muatan yang dibawa oleh air sungai ketika banjir sebagian diendapkan.
  7. Aliran sungai cenderung berkelok-kelok membentuk pola aliran sungai yang dikenal sebagai meander.
  8. Sungai cenderung mengerosi ke arah lateral (mengerosi tebing sungai).


Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia – Perekonomian Bisnis

Tue, 30/05/2006 – 9:01pm — godam64

  1. Definisi dan pengertian industri

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku

  1. Industri ekstraktif
    Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
    – Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
  2. Industri nonekstaktif
    Industri nonekstaktif adalah industri yang bahanbaku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
  3. Industri fasilitatif
    Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
    – Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.

C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal

  1. Industri padat modal
    adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
  2.  Industri padat karya
    adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

D. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =

  1. Industri kimia dasar
    contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
  2. Industri mesin dan logam dasar
    misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
  3. Industri kecil
    Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
  4. Aneka industri
    misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.

E. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja

  1. Industri rumah tangga
    Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
  2. Industri kecil
    Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
  3. Industri sedang atau industri menengah
    Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
  4. Industri besar
    Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.

F. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi

  1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
    Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
  2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
    Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
  3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku(supply oriented industry)
    Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahanbaku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.

G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan

  1. Industri primer
    adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
    Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
  2. Industri sekunder
    industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
    Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
  3. Industri tersier
    Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
    Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s