NASKAH DRAMA PUTRI SALJU YANG TERTIDUR

NASKAH DRAMA
PUTRI SALJU YANG TERTIDUR

Diadaptasi Oleh :
Nur Farida
XII IPS 3
18 – 017 – 175 – 2

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN NGAWI
SMA NEGERI 1 NGRAMBE
Tahun Ajaran 2011 – 2012
PUTRI SALJU YANG TERTIDUR
Babak I
(Dansa Raja dan Ratu) Raja : Dinda kau lihat awan beringin itu, indah sekali, udara pagi yang menyegarkan, burung-burung berkicauan. Lihat itu ada kupu-kupu mereka selalu beriringan menghinggapi bunga, sungguh pagi yang cerah.
Ratu : Iya, Kanda. Saya juga merasa seperti itu, pagi ini sepertinya lain banget dari
bisaanya semuanya indah banget. Jadi teringat waktu kita pacaran dulu, kita selalu di taman, kita mencari bunga, kita melihat kupu=kupu mendengar suara burung, ahh….pokoknya romantis banget.
Raja : Iya Dinda. Eh,..Kanda jadi pengen…
Ratu : Pengen apa….pengen apa……..?.
Raja : Nggak deh, nggak jadi. Udah tua gini, nanti kan dilihat penonton malu….
Ratu : Kanda ce…saneh-aneh saja. Udah kayak gini masih pengen, kan udah punya
2 anak, udah besar lagi.
Raja : Oh ya, Dinda. Apa Dinda tidak merasa kalau putriputri kita udah besar, sudah
waktunya mereka hidup sendiri.
Ratu : Lho…Kanda itu gimana toh? Mereka setiap hari hidup sendiri, mereka lho
udah bisa pulang jalan sendiri, mandi sendiri, makan sendiri.
Raja : Aduh……. aduh… Dinda ini loh sudah tua kok masih oon Maksudnya, sudah
waktunya mereka menikah dan berumah tangga.
Ratu : Oh…berumah tangga toh…
Raja : Gini loh Dinda, Kanda sudah menyiapkan beberpa kerajaan yang punya stok
Pangeran, stoknya bagus-bagus.
Ratu : Lho…Kanda ini bagaimana sih….mau nyarikan Pangeran atau nyari barang.
Raja : Ya udah…udah…itu masalah nanti yang penting sekarang kita Putri-putri
kita. Coba sekarang Dinda panggil anak-anak kita.
Ratu : Putri Salju, Putri Cemara, kesini saying……..
Putri Cemara : Bunda ini gimana sih…enak-enak kutekan kok dipanggil, jadi rusak nih
kukuku.
Putri Salju : Ada apa Bunda? Kok pagi-pagi panggil Putri Salju.
Ratu : Putri Salju, kok pakaianmu kayak gini, kenapa saying?.
Raja : Lho….lho…ngapain kamu kayak gitu, khan ada pembantu!.
Putri Cemara : Enak saja, semua pembantu sudah aku suruh mudik. Ada yang aku pecat, ada
yang aku suruh pulang. Kalau kita sudah punya Putri Salju, ngapain kita punya pembantu.
Raja : lho…lho…tunggu dulu, disini kan yang jadi Raja Ayah. Jadi ayah yang jadi
kepala keluarga. Jadi ayah yang pantas mengambil kebijakan-kebijakan seperti itu.
Putri Cemara : Ah, Ayah cerewet, udah tua, bau lagi…..
Ratu : Sudah…sudah kalian jangan bertengkar. Kanda…! Tadi katanya mau
membicarakan masa depan Putri-putri kita.
Raja : Oh iya? Putri Salju, Putri Cemara. Ayah punya rencana menikahkan kalian
dengan pangeran-pangeran yang kita pilih. Coba Putri Cemara kamu kesini. Kamu pingin Pangeran yang bagaimana?.
Putri Cemara : Aku pingin yang ganteng, kaya, putih, tinggi, punya mobiul mewah,
pokoknya puhya semuanya deh…
Raja : Ya udah nanti Ayah carikan. Putri Salju, coba kamu kesini. Putri pingin
Pangeran yang bagaimana?.
Putri Salju : Emm…., Kalau aku sih. Gak usah muluk-muluk Ayah, yang penting dia baik
hati, berbhakti kepada orang tua, saying sama aku dan pengertian. Aku juga gak perlu dari keluarga kerajaan yang penting, dia setia.
Raja : Kamu memang Putri yang patit Ayah banggakan, ya udah sekarang Ayah
sama Bunda mau mencarikan Pangeran buat kalian.
Ratu : Bunda mau calling beberapa kerajaan yang punya stok pangeran yang kalian
inginkan.
Putri Cemara : Kamu…cepat kerjakan apa tadi aku suruh. Itu…! Buang sampah itu.
Putri Salju : Ya…ya…ya…Kak.
Putri Cemara : Pasti Ayah dan Bubna memberikan sesuatu yang lebih baik untuk Putri Salju
daripada aku. Lebih baik aku kerjain dia ah….Untung aku tadi bawa ini, setelah minum ini dia akan pingsang lama. Dia tidak akan terbangun, kecuali ada pengeran yang baik hati yang sudi mencium dia, kemudian menyanyikan lagu “Bintang Kecil” dengan vocal “U” dan berlompat-lompat mengitarinya 3 kali. Ah….tapi itu mustahil. Putri Salju adikku saying, kesini deh…Apa kamu tidak haus?, ini kakak bawakan minuman. Mau minum gak?.
Putri Salju : Ah…gak ah…aku gak haus.
Putri Cemara : Nggak, kamu minum aja, Kakak susah payah buatin untuk kamu pokoknya
kamu harus minum ini, Ayo cepat habiskan.
Putri Salju : Iya…iya…Kak. Aku minum deh…
Putri Salju menari dengan cemara…….kemudian cemara membuangnya.
Putri Cemara : Ha…ha…ku buang kau ke hutan 7 kurcaci sekarang.
Bababk II
(Tari Pangeran dan Cecunguk)
Cecunguk : Ah…Ini siapa ya? Kok ada Putri cantik di hutan tidur sendirian.
Pangeran…pangeran…
Pangeran : Ada apa nyet…kok panggil-panggil, gak tahu saya sedang sibuk.
Cecunguk : Maaf Pangeran, ini loh…saya melihat seorang Putri di tengah hutan. Lihat
pangeran!.
Pangeran : Wah…kau benar, Putri ini cantik…sekali. Kenapa kok tidur sendirian di
tengah hutan. He…he nyet, kamu tahu gak siapa Putri cantik jelita ini?.
Cecunguk : Saya tidak tahu Pangeran, saya tadi menemukannya sudah begini.
Pangeran : Siapa dia? Cantik sekali…mungkin dia Putri yang disayembarakan.
K. Penyanyi : Lai…lai…lai…lai…lai…lai…lai…, Eh..siapa kalian? Jangan pegang dia,
sana, sana, jangan deket-deket….
K. Centil : Aduh…ada apa ya? He…Penyanyi, siapa dia kenapa dia bisa disini?
K. Penyanyi : Iniloh…gak tahu siapa tiba-tiba aja dia disini? Udah sana pergi…
Cecunguk : Eh…tunggu…kamu ini siapa? Berani-beraninya berbuat tidak sopan kepada
Pangeran.
K. Centil : Pangeran….Pangeran darimana? Dari Hongkong
Cecunguk : Eh gak percaya, dia benar-benar Pangera tahu…
Pangeran : Perkenalkan, saya Pangeran Gunawan dari Kerajaan Moestopo, PGSD…
K. Penyanyi : Buktikanlah bila Engkau Pangeran (nyanyi lagu Raja) Manamana buktinya?.
K. Centil : Iya…ya dilihat dari atas ke bawah, samping kana, kiri gak ada tampang
Pangeran tuh..
Cecunguk : Eh…eh…jangan sembarangan, lihat pakaiannya dong!.
K. Penyanyi : Memang sih pakaiannya bagus, tapi tampangnya itu loh pas-pasan.
Pangeran : Bagaiman kalian berdua ini? Saya dibilang tampang pas-pasan, tampang
ganteng kayak Raden Mas Heru Subrata gini dibilang pas-pasan, iniloh KTP saya!.
K. Centil : Kartu Tanda Penduduk kan?…iya kan…
Pangeran : Kartu Tanda Pangeran tahu…
K. Penyanyi : Eh, mana Centil, aku lihat dong! Oh benar ya…ya udah kalau gitu.
K. Centil : Eh..ngomong-ngomong Pangeran tahu gak, ada sayembara disini! Tahu gak ?
Pangeran : Ya tahulah…makanya saya datang kesini!
K. Penyanyi : Jadi Pangeran tahu gakya, ehm…sudah banyak Pangeran yang datang untuk
mengikuti sayembara ini, tetapi tidak ada satupun yang lolos. Ku harap kali ini Pangeran yang berhasil.
Pangeran : Ya…iyalah….Pangeran!!! (Gaya Aming)
K. Centil : OK!…Pangeran harus melalui tantangan dari 7 Kurcaci. Jika salah 1 ada yang
tidak lulus, maka Pangeran gagal untuk mendapatkan Putri Cantik.
Pangeran : Baiklah…soal itu gampang, terus kapan dimulai?
K. Penyanyi : Tahun depan…Ya sekarang dong Pangeran, pliz deh…
Pangeran : Yo wes, apa tantangannya?
K. Penyanyi : Gini ya…tantangannya, Pangeran harus bernyanyi dengan gaya
centil..lagunya terserah Pangeran. Sanggup kah?.
Pangeran : OK lah aku mulai sekarang (Pangeran Bernyanyi)
K. Penyanyi + K. Centil : Ya…lumayan…lumayan
K. Penyanyi : Tantangan selanjutnya dari Kurcaci Diplomat dan Kurcaci Makan
K. Penyanyi + K. Centil : Kurcaci Diplomat dan Kurcaci Makan, cepat keluar, sekarang
giliran kalian..
K. Diplomat : Ya…ya aku keluar, eh…Makan cepat kesini, lambat amat jalannya…
K. Makan : Ya…aku datang, aku kan lagi makan…
K. Diplomat : Makan saja kerjanya, sekarang giliran kita…
Cecunguk : Eh…kalian ini gimana sih…kok malan ngomong sendiri Gak lihat apa ada
Pangeran, hargai dong…
Pangeran : Udah…udah…Nyet, sekarang kalian berdua mau kasih tantangan apa buat
aku?.
K. Makan : Ehm…gini pangeran, pangeran harus berorasi yang berkaitan dengan makan
memakan.
K. Diplomat : Gimana sanggup gak Pangeran?.
Pangeran : What? Tetang makan memakan…kalau tentang yang lain boleh gak?
K. Diplomat : Ya…gak boleh dong Pangeran, itu sudah diputuskan
Pangeran : Ya…OK deh kalau begitu. Nyet bantuin aku ya nanti?
Cecunguk : Ya Pangeran, pasti…
Pangeran : (Berorasi tentang makanan), gimana bagus nggak?.
K. Makan : Ya…lumayan Pangeran, mak nyus, nendang di lidah
K. Diplomat : Ya….lumayan kok, cukup menarik, sekarang selanjutnya dari Kurcaci Tidur
dan Kurcaci Lemot.
Pangeran : Ada lagi ya?.
K. Makan : Ya….iyalah….
K. Makan + K. Diplomat : Kurcaci Tidur Lemot, cepet keluar sekarang giliranmu…
K. Tidur : Ya…ya…aku datang ama Kurcaci Lemm…He..lemot kesini, ngapain disitu?
K. Lemot : Oh…aku ya…ngapain kita tidur.
Pangeran : Aduh…kamu ini gimana sih kamu ama dia ngajuin tantangan buat aku, duh
lemot banget.
K. Lemot : Oh ya..aku lupa
Cecunguk : Udah…cepat katakana tantangan buat Pangeran!
K. Tidur : Ya..ya…Ehm…Pangeran harus bercerita sambil menirukan gaya binatang
dalam cerita itu. Ingat Pangeran!!! Sampai aku tertidur loh…
pangeran : Berarti harus bercerita tentang binatang dong?
K. Lemot : Ya…Pangeran sanggup nggak?
Pangeran : Ya…iyalah, aku mulai sekarang ya….(bercerita sambil menirukan gaya
binatang), gimana bagus kan?.
K. Tidur : (Duduk sambil tertidur)
K. Lemot : Bagus Pangeran. Tu lihat, si Tidur mendengkur, ya udah, sekarang tantangan
selanjutnya dari Kurcaci Pintar, Pangeran…
Pangeran : Ini yang terakhir kan?
K. Lemot : Ya…ya…
Kurcaci Pintar sekarang giliranmu …Eh, Tidur ayo pergi (sambil mengoyak-oyak si Tidur)
K. Pintar : Iya nih, aku sudah siap dari tadi. Aku dari tadi udah nyiapain seribu
pertanyaan, nah pangeran sudah siap belum, semua pertanyaan ini akan menjadi keberhasilan Pangeran.
Cecunguk : Lho…lho…kok 1000 pertanyaan sih, kebanyakan tahu!! 500 aja yak, yang
500 kan bisa dibelikan krupuk…!
Pangeran : Kamu bagaimana sih Nyet, ini lho tes penetuan, pikiranmu kok makanan
melulu, 1000 pertanyaan ditawar jadi 500, emangnya aku mampu apa??
Cecunguk : Emangnya Pangeran mampu apa?
Pangeran : Eng…gak, jangankan 1000 pertanyaan, 500pertanyaan aja udah bikin
rambutku rontok, bisa botak nih, gantengku ilang dong, Gimana sih kalau tiga pertanyaan aja? (sambil merayu Kurcaci Pintar).
K. Pintar : He…he…he pertanyaan belum keluar kok repot sendiri. Apa jadinya negeri
ini kalau pemimpinnya seperti Pangeran, ya udah satu pertanyaan ae… aku juga gak mau repot.
Pangeran : Terima kasih Kurcaci Pintar, sekarang sya sudah siap. Apa gerangan
pertanyaannya?
K. Pintar : Begini Pangeran, ada filsafat tua mengatakan. Ketika pagi dia merangkak,
ketika siang dia berjalan, ketika sore dia merunduk, dan ketika malam dia tertidur. Apakah itu Pangeran?.
Pangeran : Ketika merangkak berarti dia lahir, ketika siang dia berjalan berarti tumbuh,
ketika sore dia merunduk berarti sudah tua, dan ketika malam dia tidur deh…jawabannya pasti manusia.
K. Pintar : Tantangan sudah Pangeran lewati dengan baik, tetapi saya akan berunding
dengan Kurcaci lainnya. Semua Kurcaci cepat masuk. (All Kurcaci masuk dalam panggung).
All Kurcaci : BERUNDING!!!!!
K. Pintar : Setelah kita berunding, bermusyawarah akhirnya saya memutuskan bahwa
pangeran berhasil.
Pangeran : Yes…yes…yes…
K. Diplomat : Eh…jangan senang dulu, Pangeran harus bisa membangunkan Putri cantik
itu. Pangeran harus bernyanyi Bintang Kecil denan vocal “U” lalu mengitarinya sambil berlompat-lompat tiga kali, lalu menciumnya.
Pangeran : OK…lah kalau begitu (Pangeran mulai beraksi membangunkan Putri cantik
itu) Putri….ternyata kau lebih cantik dari yang digambarkan di sayembara.
Putri Salju : (Tersenyum malu) Ah…Pangeran bisa aja, jadi malu nih…
Pangeran : Putri….
Putri Salju : Pangeran…..
Pangeran : Putri…aku…aku…haus, aku minum dulu ya. Disini ada botol minuman
kecil, aku minum ah….
Putri Salju : Eh…….Pangeran jangan diminum!
Pangeran : Putri…setelah minum kayaknya aku ngantuk nih, bobok dulu ah…
Putri : Pangeran…Pangeran…kok tidur sih Pangeran……

About these ads

2 gagasan untuk “NASKAH DRAMA PUTRI SALJU YANG TERTIDUR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s