CONTOH MAKALAH BENTUK-BENTUK PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA

TUGAS PARTISIPASI

BENTUK-BENTUK PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA

DISUSUN OLEH:

Nama     : DODY TRESNADY

Nim        : 017200506

Kelas     : A

 

UNIVERSITAS TERBUKA

PROGRAM STUDY D-2 PERPUSTAKAAN

Bentuk-bentuk Pelestarian Bahan Pusta

Berikut ini adalah bentuk-bentuk pelestarian bahan pustaka.

  1. A.     BIDANG FISIK
    1. 1.      FUMIGASI

Fumigasi adalah salah satu cara melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka agar jamur tidak tumbuh, binatang mati, dan perusak bahan pustaka lainny terbunuh. Fumigasi dilaksanakn dengan pembakaran atau pengasapan bahan kimia yang mengandung racun. Uap atau asap zat kimia tersebut dapat membunuh serangga,jamur atau kuman yang menyerang buku. Dengan demikian kerusakan bahan pustaka lebih lanjut dapat dicegah atau dihindari. Bau busuk yang timbul dari bahan pustaka yang rusak akan hilang karena steril.

Dalam mengadakan fumigasi pustakawan harus memperhitungkan jumlah bahan yang akan difumigasi dan luas ruang yang dibutuhkan. Dengan memperhatikan ruangan yang ada, maka dipilih pula fumigant yang diperlukan serta lama fumigasi.

  1. 2.      DEASIDIFIKASI

Bahan pembuat kertas merupakan bahan organik yang mudah bersenyawa dengan udara luar, agar pengaruh udara tersebut tidak berlanjut, maka bahan pustaka perlu di deasifidikasi.

Deasidifikasi adalah kegiatan pelestarian bahan pustaka dengan cara menghentikan proses keasaman yang terdapat dalam kertas. Sebelum dilakukan deasifidikasi , perlu diadakan uji keasaman pada kertas dengan mengginakan pH meter, kertas Ph atau spidol Ph. Kertas yang baik memiliki pH 7, sedangkan kertas yang asam memiliki pH kurang dari angka 7.

Ada dua cara menghilangkan keasaman pada bahan pustaka, yaitu

  1. Cara kering
  2. Cara basah

 

 

 

  1. 3.      LAMINASI

          Laminasi artinya melapisi bahan pustaka dengan kertas khusus, agar bahan pustaka menjadi awet. Proses keasaman yang terjadi pada kertas atau bahan pustaka dapat dihentikan oleh pelapis bahan pustaka yang terdiri dari film oplas, kertas kromtom, atau kertas pelapis lainnya. Ada dua cara laminasi, yaitu dengan mesin dan dengan cara manual.

  1. 1.      Laminasi Mesin

Laminasi dengan mesin juga dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Cara dingin

Laminasi mesin dengan cara dingin ialah melapisi kedua sisi kertas dengan bahan yang disebut film oplas. Film ini diimpor dari Jerman. Film oplas ini mengandung lem, dan dapat dibuka kembali dengan cara membasahinya dengan air.

  • Cara panas

Laminasi dengan cara panas menggunakan kertas cromton untuk melapisi kedua sisi bahan pustaka. Cara kerjannya sama dengan cara dingin, hanya kalau pelapisnya mau dilepas dari bahan pustaka, kita bisa menggunakan aceton, dan bahan pustaka aslinya bisa kita dapatkan kembali.

  1. 4.      ENKAPSULASI

          Enkapulasi adalah salah satu cara melindungi kertas dari kerusakan yang sifatnya fisik, misalnya rapuh karena umur, pengaruh asam, karena dimakan serangga, kesalahan penyimpana, dsb.

Pada enkapsulasi setiap lembar kertas diapit dengan cara menempatkannya diantara dua lembar plastik yang transparan. Pinggiran plastik tersebut ditempatkan lem dari double sided tape tadi, sehingga bahan pustaka tidak terlepas. Enkapsulasi mirip menempatkan bahan pustaka pada amplop yang terbuat dari plastik, tetapi dalam enkapsulasi tidak ada udara didalamnya separti amplop’

 

 

 

  1. 5.      PENJILIDAN

          Penjilidan adalah pekerjaan menghimpun atau menggabungkan lembaran-lembaran lepas menjadi satu, yang dilindungi oleh ban atau sampul. Struktur buku terdiri atas: segi, foredge, kertas  hujungan, badan buku, papan jilidan, ikatan timbul, groove, tulang pita kapital, dan sebagainya. Agar struktur itu tidak lepas satu sama lainnya, maka buku perlu dijilid.

Perlengkapan penjilidan meliputi: pisau, palu, pelubang, gunting, tulang pelipat, penggaris besi, kuas, gergaji, jarum, benang, pengepres, pemidang jahit, mesin potong, dan sebagainya.

Kwalitas jilid ditentukan oleh kemahiran dalam bekarja, selain itu juga ditentukan oleh bahan yang digunakan. Bahan jilid meliputi: kertas, kain linen, perekat, benang dan kawat.

B. PELESTARIAN NILAI INFORMASI

Dalam hal ini pelestarian informasi dokumen dengan cara alih bentuk.

1. Bentuk Mikro

     Bentuk mikro adalah berbagai jenis mikrofilm yang lazim digunakan di perpustakaan. Mikrofilm ini merupakan bentuk lain dari bahan tercetak seperti buku, majalah atau surat kabar. Informasi yang terkandung didalamnya dapat berupa tekstual, ilustrasi, tabel, gambar, dan sebagainya. Film yang digunakan untuk mikrofilm berasal dari film yang mempunyai resolusi tinggi untuk merekam gambar dengan ukuran yang diperkecil dari bentuk aslinya. Bentuk mikro dapat berupa: gulungan mikrofilm, mikrofis, aperture card, ultrafis, dan mikro-opaque.

Bentik mikrofilm disukai perpustakaan, karena memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut:

  1. Penahematan ruangan merupakan keunggulan utama dari bentuk mikro.
  2. Keamanan karena bentuk mikro lebih aman dibanding dengan bentuk kertas.
  3. Bentuk mikro mudah direproduksidan diubah bentuknya.
  4. Bentuk mikro sangat mudah diakses, terutama kalau indeksnya baik, konsisten, dan mudah diikuti.
  5. Tidak menyimpang dari bentuk asli jika pemotretannya dilakukan dengan baik dan teliti.
  6. Ekonomis karena biaya prodiksi lebih murah dari pada produksi bahan tercetak.

Sedangkan kekurangan dari bentuk mikro adalah: harus memakai alat baca yang harganya cukup mahal dan selalu berubah mutu serta semakin mahalnya alat baca menjadi kendala bagi perpustakaan. Membaca dengan alat yang kaku mengurangi kenyamanan pembacanya. Untuk mengatasi hal tersebut diberikan alternatif membuat hard copy yang dapat dibaca dan bibawa semau pembacanya.

 

2. CD-ROM (Compact Dist-Read Only Memory)

     CD-ROM adalah disc yang terbuat dari plastik, berkilau dengan warna pelangi yang bergaris tengah 4,72 inci atau sekitar 12 cm, tebalnya kurang dari 2,5 mm. CD-ROM adalah temuan dari perkembangan tehnologi informasi mutakhir.

Sebagai pustakawan dizaman modern ini kiranya tidak salah kalau kita mempunyai gambaran mengenai tehnologi informasi yang memberikan banyak harapan bagi produksi, pengolahan, pemakaian, dan pelestarian informasi.

Sesuai dengan namanya, data atau informasi digital yang sudah direkam dalam CD-ROM tidak dapat dihapus atau ditambah pemakai, tetapi hanya dapat dibaca saja oleh pemakai.

Beberapa keunggulan dari CD-ROM adalah sebagai berikut:

a.CD-ROM memiliki daya tampung yang besar.

b.CD-ROM memudahkan penelusuran literatur.

c.CD-ROM memudahkan pembuatan katalog.

d.CD-ROM tidak akan menggeser kedudukan pustakawan.

e.CD-ROM membantu pustakawan.

f.CD-ROM bisa mempercepat penerbitan di Indonesia.

Piringan optik atau compact disc ini adalah media yang memanfaatkan tehnologi laser dalam proses perekaman dan pembacaan lagi informasi. Berhubung CD-ROM dijalankan pada mikro komputer, maka dalam perawatannya harus melihat kepada sifat dan watak sebuah PC. Ruanagn yang dingin, standar, kelembaban yang berkisar antara 60 sampai 60 persen perlu dijaga. Penempatan disket ditempat yang terlindung, bebas dari temperatur panas oleh sinar maupun oleh sumber panas yang lain. Akhirnya perlu kita garis bawahi lagi bahwa CD-ROM adalah:

  1. Sarana penyimpanan berkaoasitas tinggi.
  2. Beberapa jenis dari tehnologi yang tidak mahal.
  3. Beberapa jenis tehnologi ini than lama.
  4. Tahan dari gangguan yang disebabkan oleh bidang elektromagnetis.
  5. Kebanyakan portabel.
  6. Dioperasikan dengan personal komputer.

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s