CONTOH MAKALAH PENENTUAN TAJUK SUBJEK

TUGAS MERANGKUM MODUL 7 DAN 8

MODUL 7

PENENTUAN TAJUK SUBJEK

  1. Tajuk Subjek

Tajuk subjek adalah sebuah titik akses untuk sebuah cantuman bibliogravi yang berisi kata atau frase mengenai subjek dari sebuah karya yang du muat dalam sebuah bibliogravi karya tersebut. Tujuan pengatalogan subjek untuki mengunankan kata kata yang seragam  untuk materi perpustakaan mengenai subjek tertentu. Pada dasarnya klasifikasidan tajuk subjek adalah sama,yaitu menunjukan suatu subjex atau suatu bahan pustaka.

  1. Penyusunan Tajuk Subjek.

Ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam penyusunan tajuk subjek (Eryono,1993)yaitu :

1.   Tajuk Subjek Untuk Keperluan Pengguna

2.   Satu Istilah Untuk Semua

3.   Pengunaan Istilah Yang Biasa di Gunakan

4.   Pengunaan Istilah Yang Spesifik

5.   Jumlah Tajuk Subjek Untuk Semua Buku

6.   Penggunaan Penunjukan

Jika di lihat dari tata bahasa,terdapat beberapa bentuk tajuk subjek yaitu :

1.   Tajuk Tunggal

2.   Tajuk Ganda

3.   Tajuk Dengan Sub Divisi

  1. Mengenal Daftar Tajuk Subjek

Berikut ini beberapa daftar tajuk subjek yang banyak di gunakan di peerpustakaan:

  1. Sear`s List Of Subject Headings

Yaitu daftar tajuk subjek yang di gunakan secarav luas oleh berbagai perpustakaan yang koleksinya belum begitu besar. Beberapa ketentuan yang terdapat pada daftar tajuk tersebut adalah ;

1.    Struktur Tajuk Subjek. Bentuk tajuk subjek yang di maksud adalah :

a.  Tajuk Tunggal

b.  Tajuk Ganda

c.  Tajuk Frasa

d.  Tajuk Dengan Sub Divisi

e.  Penunjukan Silang

2.    Karakteristik Dan Format Tajuk Subjek:

a.  Cetak Tebal

b.  Tajuk Subjek Dengan Scope Not

c.  Penggunaan Tanda X Dan XX

MODUL 8

PENGOLAHAN SARANA TEMU KEMBALI INFORMASI

  1. Pengolahan Buku Fiksi
  1. Penentuan Nomor Panggil

Beberapa komponen dalam menentukan symbol nomor panggil adalah :

  1. Nomor Kelas
  2. Nomor Buku

Ada dua sistem pembuatan nomor guku yaitu :

  1. menggunakan table cutter
  2. menggunakan tiga huruf pertama tujuh entri utama
    1. Kelengkapan Fisik Buku

berikut ini contoh kelengkapan buku untuk kebutuhan administrasi :

  1. kartu buku
  2. kantong buku
  3. slip tanggal kembali
    1. Katalog Perpustakaan
  1. Tehnik Pembuatan Katalog

Tujuan utama katalog perpustakaan ialah membantu pengguna untuk memperoleh bahan pustaka seefisien mungkin.

  1. Format Katalog

Untuk mengatur format katalog taat azaz, didakan ketentuan dalam pencetakan dan pengadaan katalog. Prinsipnya bahwa perpustakaan harus menentukan peraturan yang akan diambil.

  1. Sistem Penjajaran Katalog

Katalog disusun sedemikian rupa, sehingga katalog mampu memberikan jawaban secara cepat dan tepat apakah buku tersebut terdapat diperpustakaan , baik melalui nama pengarang, judul dan subjeknya.

Ada dua macam katalog, yaitu :

  1. Sistem Katalog Berabjad
  2. Sistem Katalog Berkelas

Pada prinsipnya ada dua sistem penjajaran yaitu kata demi kata dan huruf demi huruf. Dalam penjajaran katalog terdapat 3 nama yang pernah mengeluarkan peraturan, yaitu Charles Ammi Cutter, American Library Assossiation (ALA) dan Library Of Congres.

Beberapa prinsip dasar yang diambil dari buku “Dasar-Dasar Susunan Menurut Abjad” yang ditulis oleh ny. L. K. Somadikarta (1980).

    1. Kata Demi Kata
    2. Kata Sandang
    3. Tanda Baca
    4. Angka Dan Lambang Bilangan
    5. Singkatan
    6. Nama Dan Kata Indonesia
    7. Prefik Berupa Kata Sandang Dan Lainnya
    8. Nama ber awalan M’, Mac, Me.

TUGAS 

INDEKS MODUL 1-12

 

 

 

Nama       : GIYANTI

Nim                   : 017192416

Kelas       : A

 

UNIVERSITAS TERBUKA

PROGRAM STUDI D2 PERPUSTAKAAN

2010-2011

INDEKS MODUL 1-12

  1. Administrasi : Sebuah proses dan badan yang bertanggung jawab terhadap penentuan tujuan dimana organisasi dan manajemen digariskan.
  2. Akuisisi           : Pengumpulan, pengadaan koleksi disebuah Negara dan koleksi di Negara lain yang menulis tentang Negara kita.
  3. Badan Nirlaba : Badan yang tidak mencari keuntungan dalam kegiatannya
  4. Blog                : Situs web yang dikelola perorangan, yang mengisi situsnya secara berkala berisi komentar.
  5. Classifier         : Orang yang menrapkan bagian klasifikasi
  6. Clearing House : Badan yang mengumpulkan dan mencatat hasil penelitian
  7. Cooperation    : Kesepakatan kolaboratif antara dua perpustakaan atau lebih untuk melaksanakan sejumlah funsi.
  8. Depo Arsip     : Lembaga penyimpanan arsip
  9. Digitalisasi       : Konversi dari sinyal analog ke sinyal digital
  10. diletantisme     : Pekerjaan yang dilakukan sembarangan/asal-asalan
  11. E-book           : Buku pada computer dengan gambar, teks dan suara menjadi Satu
  12. Etika               : Ilmu tentang apa yang baik dan tidak baik tentang hak dan kewajiban moral
  13. Estetika           : Menyangkut tentang keindahan
  14. Fisi                 : Pemecahan sebuah ilmu menjadi ilmu baru
  15. Fusi                : Penggabungan dua ilmu atau lebih menjadi satu
  16. Hit Rate          : Peluang untuk memperoleh materi perpustakaan
  17. Home Page     : Halaman web untuk perorangan atau organisasai
  18. Hyper Teks     : Media penyampaian informasi digital yanbg memungkinkan berkas serta elemen data terkait dihubungkan satu sama lain
  19. Indeks            : Daftar tajuk yang tersusun menurut abjad
  20. Integral           : Bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah
  21. Jadwal Referen : Jadwal yang mengatur berapa lama record dinamis inaktif
  22. Jasa Referral   : Jasa perpustakaan yang berkaitan dengan bantuan untuk pengguan menyangkut pencarian informasi
  23. Katalog           : Daftar materi perpustakaan yang disusun menurut cara tertentu yang ada diperpustakaan
  24. Klasifikasi       : Mengelompokkan benda atau subjek berdasar cirri tertentu
  25. Komunikasi Ilmiah : Komunikasi antara ilmuan menyangkut masalah keilmuan
  26. Kode Etik       : Etika yang berlaku untuk sebuah profesi
  27. Konsorium      : Kumpulan perpustakaan yang melaksanakan kegiatan berbagi sumber daya
  28. Ledakan Informasi : Pertumbuhan publikasi ilmiah dan tehnis dalam jumlah besar dan cepat
  29. Library Science : Ilmu yang mengkaji perpustakaan
  30. Library House Keeping : Kegiatan yang dilakukan untuk menjalankan sebuah rumah tangga perpustakaan
  31. Less Used Book : Buku yang tidak dipinjam selama sat tahun terakhir.
  32. Liferary Warrant : Volume buku yang telah ditulis mengenai sebuah topic
  33. Memex           : Sistem dalam jaringan terpasang atau online system
  34. Meta Etika      : Satu bidang dari etika yang mempelajari cirri-ciri etika
  35. Mnemonic       : Gawai untuk keperluan mengingat, mengenali serta mengembnagkan system sintesis analisis
  36. News Group   : Forum public atau kawasan diskusi pada jaringan computer
  37. Nodes            : Peserta jaringan yang terdiri dari berbagai unit informasi
  38. Notalis            : Symbol untuk menunjukkan subjek serta hubungan antar subjek
  39. Noise              : Gangguan yang bersal dari luar yang tidak diinginkan oleh pihak yang tidak berkepentingan
  40. Open Acces    : Pemakai memperoleh kebebasan untuk memilih buku dan mengambil dari rak
  41. Pusat Analisis Informasi : Pusat dokumentasi yang secara khusus berkerjasama dengan pusat penelitian
  42. Pusat Referral : Lembaga yang mengarahkan permintaan data dan informasi kepada sumber yang sesuai
  43. Psedonomim   : Nama samaran yang beraneka ragam 1 nama yang berubah
  44. Query             : Permintaan yang diajaukan seorang pemakai sebagai masukan dalam penelusuran catalog atau pangkalan data bibliografis terpasang untuk menemu balik cantuman
  45. Record           : Dokumen yang diterima dan atau diciptakan oleh badan korporasi untuk menjalankan aktivitasnya
  46. Scanning         : Kegiatan pengubahan sinyal analog menjadi sinyal digital
  47. Sistematik Mnemonics : Penggunaan notasi yang sama untuk topic tertentu dimanapun topic tersebut terdapat
  48. Shelf List         : Katalog buku sesuai susunan buku dirah
  49. Sheaf Catalogue : Kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu mirip buku atau album
  50. Thesaurus       : Daftar istilah dalam sebuah bidang atau lebih, disusun menurut abjad
  51. Tajuk Subjek  : Kata atau frase yang paling spesifik yang mendeskripsikan subjek sebuah matei perpustakaan
  52. World Wide Web : Jaringan global server internet yang menyediakan akses ke dokumen yang dalam skrip html yang memungkinkan isi sebuah dokumen dihubungkan dengan dokumen lai.

TUGAS 

KEMUNIKASI DALAM KELUARGA

DAN LINGKUNGAN

 

 

 

Nama       : GIYANTI

Nim                   : 017192416

Kelas       : A

 

UNIVERSITAS TERBUKA

PROGRAM STUDI D2 PERPUSTAKAAN

2010-2011


PROSES KOMUNIKASI DALAM KELUARGA

  1. A.        Dalam Keluarga

Komunikasi dikatakan berjalan denga baik apabila terjadi feed back dan keseimbangan. Proses komunikasi yang terjadi pada keluarga saya bias dikatakan berjalan dengan baik, karena dalam keluarga kami komunikasi terjadi setiap hari dan selalu ada imbal balik atau feed back. Orang tua  selalu menanggapi apa yang dikeluhkan anak-anaknya dan orang tua kami bias menjadi tempat sharing dalam keluarga, begitu pula dengan kaka dan adik saya.

Walaupun kadang terjadi miss komunikasi dalam keluarga itu adalah suatu hal yang wajar, begitu pula dengan keluarga kami. Kadang-kadang bila sedang berkomunikasi anggota keluarga yang lain enggan mengomentari atau tidak terjadi feed back.

Namun dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga kami, komunikasi selalu berjalan dengan baik, karena didalam keluarga kami semua bersifat terbuka. Jadi setiap informasi atau problem selalu dikomunikasikan dengan keluarga.

Dalam komunikasi dikenal komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal biasanya dilakukan secara langsung mealui pembicaraan antar anggota keluarga. Sedangkan komunikasi non verbal biasanya melalui gerakan atau tindakan. Contohnya ayah menyuruh anaknya untuk mengambil sesuatu sambil menunjuk jari benda itu tanpa menyebutnya.

  1. B.        Lingkungan

Dalam kehidupan sehari-hari seseorang  tidak mungkin terlepas dari lingkungannya, karena manusia termasuk mahluk sosisal yang ingin menciptakan dan memelihara hubungan dengan orang sekitar dengan tujuan menjaga hubungan social dengan orang lain. Didalam masyarakat kami hubungkan komunikasi dalam bentuk verbal dan non verbal. bentuk verbal dapat tercipta dengan adanya pembicaraan. Biasanya dengan bertegur sapa dan biasanya tetangga dekat berkumpul membicarakan sesuatu.

Sedangkan komunikasi non verbal biasanya menggunakan isyarat atau symbol atau bias juga melalui media. Contohnya : setiap hari minggu di RT ada kegiatan bersih-bersih. Untuk mengumpulkan warga biasanya dengan kentongan. Apabila terpasang bendera merah berarti ada kematian, dsb.

Dengan adanya symbol atau media tersebut masyarakat sudaha mengetahui makna dari symbol tersebut dan masyarakat akan menangkap makna tersebut walaupun tidak ada pemberitahuan, yang artinya terjadi feed back dari masyarakat.

TUGAS  III

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

 

 

 

Nama       : GIYANTI

Nim                   : 017192416

Kelas       : A

 

UNIVERSITAS TERBUKA

PROGRAM STUDI D2 PERPUSTAKAAN

2010-2011


TUGAS III

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN

  1. KONSEP DASAR KERJASAMA PEPUSTAKAAN DAN JARINGAN INFORMASI
    1. I.       Konsep Kerjasama

Suatu perpustakaan adalah suatu unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruang khusus dan kumpulan koleksi sesuai dengan jenis pepustakaannya.. karena tidak satupun perpustakaan dapat berdiri sendiri dalam arti koleksinya mampu memenuhi kebutuhan informasi pemakaiannya maka diperlukan kerjasama antar perpustakaan.

Kerjasama antar perpustakaan pada umumnya didasarkan pada keinginan sukarela dari anggota perpustakaan.

Pertumbuhan sumber daya dan fasilitas baru yang dapat disebarluaskan melalui jaringan, digabungkan dengan asset yang telah tersedia saat ini disuatu perpustakaan akan membentuk suatu pusat kekuatan pengetahuan. Hal ini memungkinkan suatu perpustakaan terkecil dan terisolir dapat menawarkan berbagai informasi sama seperti yang ditawarkan oleh suatu perpustakaan besar.

Jika sinergi ini melibatkan sekian jumlah perpustakaan dari berbagai jenis dan kawasan tertentu yang dapat digabungkan, akibatnya hasilnya sangat luar biasa. Penggabungan atau sinergi dilakukan lebih pada “Sistem” dari pada “Fisik”, setiap perpustakaan tetap saja beralokasi sebagaimana keadaan semula. Perubahan sistem yang terjadi dari perpustakaan dengan fasilitas komputer. Oleh karena itu, institusi “Pinjam Antar Peprpustakaan” dan “Pemakaian Bersama Informasi”.

  1. II.    Konsep Jaringan Informasi

Jaringan informasi adalah suatu system terpadu dari badan-badan yang bergerak dalam bidang pengolahana informasi, seperti Perpustakaan, Pusat Dokumentasi, Pusat Informasi Bank Data dan sejenisnya. Pada umumnya kegiatan jaringan informasi serupa dengan kegiatan kerjasama perpustakaan.

Tujuan jaringan informasi pada umumnya adalah meningkatkan layanan kepada pemakai dengan cara mendayagunakan koleksi yang dimiliki secara berama-sama.

Karena jaringan informasi memberi jasa kepada pemakai, maka pemakaian perlu mengetahui daya kemampuan jasa jaringan, apa yang tersedia dan bagaimana menggunakan. Untuk itu perlu pendidikan pemakai, seperti bagaimana menggunakan literatur sekunder, cara menelusuri informasi IPTEK, strategi penelusuran dan cara mengikuti perkembangan informasi IPTEK dalam bidang masing-masing.

  1. BENTUK KERJASAMA PERPUSTAKAAN
    1. I.       Kerjasama Pendayagunaan, Pengolahan, Penyimpanan dan Pelayanan.

Dalam dunia perpustakaan dikenal berbagai jenis kerjasama yang masing-masing dilaksanakan sesuai kebutuhan dari pihak-pihak yang bekerjasama, antara lain :

“Pemanfaaatan Koleksi Pustaka Secara Bersama (Resource Sharing)

Ada beberapa jenis kerjasama dalam katagori ini, yaitu :

  1. Silang Layan
  2. Pemakaian Ruang Baca Dan Fasilitas Lain
  3. Pertukaran Data Bibliografi

Bila suatu perpustakaan memiliki kelebihan koleksi maka keleibah tesebut dapat diredistribusi pada perpustakaan lain, atau dijadikan bahan tukar menukar publikasi dengan perbandingan 1 : 1. untuk memudahkan pinjam antar perpustakaan maka diperlukan katalog induk artinya katalog yang mencakup 2 perpustakaan atau lebih.

Untuk memudahkan penyusunan katalog induk diperlukan keseragaman format dan kode koleksi guna keperluan itu di indonesia dibuatkan INDOMARC atau Indonesian Machine Readable Catalogue. Sedang lokasi kode perpustakaan digunakan kode yang dikembangkan oleh INDOMARC menggantikan kode awal yang menggunakan kode nomer kendaraan bermotor.

Dalam kerjasama KDT, salah satu unsur yang dicantumkan adalah ISBN (International Standart Book Number) sebagai tanda unik sebuah buku. Untuk publikasi cetak musik yang diproduksi, disebarluaskan, dijual, dipinjam, dicantumkan ISMN (International Standart Music Number).

  1. II.    Kerjasama Pelayanan Informasi

Silang layan mempunyai arti pemberian jasa perpustakaan dan informasi yang diberikan oleh sebuah perpustakan kepada perpustakaan lain. Terbentuknya kerjasama silang layan antar perpustakaan dilatar belakangi oleh adanya keterbatasan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi pengunanya. Untuk itu asosiasi kerjasama perpustakaan satu dengan yang lain menyediakan suatu “Katalog Induk” memuat semua informasi koleksi yang dimiliki perpustakaan yang tergabung dalam jaringan silang layan.

Hal ini memungkinkan perpustakaan dengan cepat mengetahui apa yang dimiliki perpustakaan lain karena telah diciptakan software yang dapat berfungsi sebagai media untuk melakukan kegiatan silang layan.

Agar katalog induk bisa diakses secara online malalui komputer khususnya oleh perpustakaan anggota kerjasama silang layan, maka perlu adanya program standar yang dapat digunakan untuk transaksi kegiatan silang layan antar peprpustakaan.

  1. SARANA KERJASAMA PERPUSTAKAAN
    1. I.      Persiapan dan Tipe Kerjasma

Untuk mengadakan kerjasama perpustakaan harus ada kesepakatan dari beberapa perpustakaan untuk bekerjasama. Kemudian perpustakaan yang akan bekerjasama memenuhi persyaratan sebagai peserta kerjasama. Persyaratan tersebut antara lain :

  1. Perpustakaan Harus Memiliki Koleksi
  2. Koleksi Terbuka Untuk Koleksi Luar
  3. Memiliki Anggaran Tetap Dan Tersedia Petugas Yang Mengelola

Selain persyaratan peserta perlu dijelaskan pula tipe atau model kerjasama  (Tipologi). Tipologi kerjasama perpustakaan terdiri atas tiga jenis yaitu Koorporasi. Federasi dak Kooperatif.

Sedang jenis bahan perpustakaan dibagi antar dua jenis yaitu Jaringan Tipe Tunggal dan Tipe Ganda.

Kerjasama perlu memperhitungkan fasilitas komunikasi sehingga tidak terlalu membebankan anggaran perpustakaan.

  1. II.   Sarana Bantu Dan Kendala Kerjasama

Kerjasama perpustakaan masih memerlukan alat Bantu yaitu dengan literature sekunder seperti katalog induk. Majalah indeks dan abstrak serta directori. Semua itu diperlukan untuk mengetahui lokasi majalah atau buku yang ditanyakan serta memeriksa ulang atau bibliografi.

Dalam kerjasama perpustakaan menghadapi berbagai kendala seperti bahasa, biaya dan setiap perpustakaan. Namun demikian kendala tersebut tidak menghambat kerjasama perpustakaan sehingga kerjasama perpustakaan meluas mencakup kerjasama Lokal, Nasional, Regional bahkan juga Internasional.

  1. JARINGAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA PERPUSTAKAAN DIINDONESIA
    1. I.      Jaringan Dokumentasi Dan Informasi Bibliografi

Titik tolak perkembangan jaringan informasi di Indonesia terjadi pada tahum 1871 dengan diselenggarakannya sebuah workshop di Bandung . Workshop tersebut berjudul “SISTEM JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI ILMIAH UNTUK INDONESIA” dan memutuskan perlu adanya sistem jaringan informasi dan dokumentasi ilmiah yang terdiri atas :

  1. Untuk Ilmu Pengetahuan (Sains) Dan Tehnologi
  2. Bidang Biologi Dan Pertanian
  3. Bidang Kesehatan Dan Kedokteran
  4. Bidang Ilmu Sosial Budaya

Sesudah itu menyusul pembentukan jaringan dokumentasi dan informasi lainnya.

Kesemua jaringan itu bertujuan menyediakan informasi bagi pemakainya dengan tidak memandang dari mana asal informasi tersebut. Informasi yang disediakan lebih banyak dari informasi bibliografi, artinya informasi menyangkut data bobliografi seperti Pengarang, Judul, Subjek ditambah dengan penyediaan fotocopy artikel yang diminta.

Disamping itu masih ada lagi jaringan informasi Non Bibliografi. Artinya jaringan yang menyediakan data Non Bibliografi lebih cenderung pada data numerik, biasanya jaringan tersebut terpisah dari jaringan informasi bibliografi karena keperluan pemakai yang berlainan.

  1. II.   Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Indonesia

Di Indonesia terdapat berbagai jenis perpustakaan diantaranya adalah perpustakaan perguruan tinggi sebenarnya masuk kelompok perpustakaan perguruan tinggi dimasukkan kedalam kelompok sendiri.

Kerjasama antar perguruan tinggi dapat dilihat dari berbagai rancangan. Bentuk tersebut diantaranya, segi Territorial artinya dilihat dari daerah (Kawasan), institusionalyang berarti dilihat dari badan yang membawahinya. Dari segi Fungsional artinya dilihat dari fungsi perpustakaan dan subjek yang dicakup dalam masing-masing perpustakaan.

Adanya tehnologi informasi memungkinkan perpustakaan menyususn katalog induk berbasis komputer (Pangkalan Data) serta adanya jaringan telekomunikasi antar perpustakaan.

  1. KERJASAMA PERPUSTAKAAN DAN JARINGAN INFORMASI INTERNASIONAL
    1. I.     Jenis Jaringan Informasi

Secara umum jaringan dokumntasi dan jaringan informasi internasional dibagi menjadi 4 kelompok yaitu :

  1. a.       Program Informasi Internasional

Disamping sistem kerjasama pada tingkat nasional seperti Indonesia, maka terdapat pula program kerjasama informasi pada tingkat Regional dan Internasional. Berbicara mengenai jaringan kerjasama internasional, maka harus mengetahui peranan PBB. Walaupun markas besar PBB berada di New York, namun kegiatan dokumentasinya tersebar diberbagai Negara.

  1. b.       Kegiatan Organisasi Regional

Kegiatan informasi berbagai organisasi regional pada dasarnya sama dengan kegiatan PBB dalam bidang informasi. Hanya saja lebih bersifat kewilayahan dalam kaitannya dengan informasi, organisasai regional memiliki sistem intern.

  1. c.        Badan Nasional Kegiatan Internasional

Kegiatan badan ini lebih ditujukan pada keperluan Negara berkembang, terutama dalam bentuk beasiswa, penyediaan tenaga konsultan, dan pembetulan unit informasi.

  1. d.       Organisasi Nasional Non Pemerintah

Badan yang tergabung dalam kelompok ini umumnya melakukan kerjasama, tukar menukar dan promosi informasi pada tingkat internasional.

II.     Kerjasama Perpustakaan Di Luar Negeri

  1. A.       Kerjasama Katalog Induk Di Negara Lain

Agar katalog induk dapat diakses secara online melalui komputer maka perpustakaan-perpustakaan bekerjasama membangun pangkalan data bibliografi nasional yang sekaligus berfungsi sebagai katalog induk.

Pangkalan data bibliografi yang terdapat di Australia merupakan “Katalog Induk Koleksi”, lebih dari 1100 perpustakaan di Australia dapat diakses melalui Library Australia.

  1. B.       Kerjasama Pengatalogan

Untuk memudahkan pertukaran data diperlukan keseragaman format, misalnya ada ruas untuk nama pengarang bila ditukar dengan data lain juga harus sama ruasnya. Pada tahun 1966 Library Of Congres bekerjasama dengan perpustakaan di Amerika utara melancarkan proyek menguji keterlaksanaan sistem MARC.

  1. JARINGAN BERBASIS TEHNOLOGI INFORMASI UNTUK PERPUSTAKAAN
    1. I.      Jaringan Komputer Dan Penerapannya Dalam Perpustakaan

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan perlatan lainnya yang terhubung. Jenis-jenis jaringan komputer adalah Local Area Network, Metropolitan Area Network dan Wide Area Network.

Protokol adalah aturan main yang mengatur komunikasi antara komputer dalam jaringan, protokol yang dikenal adalah Ethernet, Local Talk, Taken Ring, FDDI dan ATM.

Perangkat keras yang diperlukan dalam jaringan komputer adalah : Komputer. HUB Card Network dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan, sedangkan bentuk jaringan yang umum dipakai adalah : MESS, STAR, BUS, TREE dan RING.

Penerapan tehnologi informasi alam rangka automasi perpustakaan akan menimbulkan dampak yang luas dalam mekanisme kerja perpustakaan, baik dikalangan perpustakaan maupun pemakai. Tujuannya untuk mengatasi peningkatan tuntutan permintaan informasi baik secara kualitas maupun kwantitas.

II. Perpustakaan Digital, Elektronik Sebagai Bentuk Kerjasama Perpustakaan.

Suatu hal yang harus diperhatikan dalam memahami perpustakaan digital adalah elemen identifikasi, yaitu : “Perpustakaan Digital Bukan Entitas Tunggal”. Perpustakaan digital membutuhkan tehnologi yang terhubung ke berbagai sumber dan bersifat trasparan, tujuan utamanya adalah akses intenasional perpustakan digital dan layanan informasi.

Selain itu harus diperhatikan pula tujuan sistem perpustakaan digital diantaranya : mempercepat pengembangan secara sistematis, Kekayaan koleksi, Penyimpanan dan Pengorganisasian informasi dan ilmu pengetahuan dalam bentuk digital. Meningkatkan efisiensi dan lebih ekonomis, memperkuat komunikasi dan kolaborasi diantara Pariset, Pebisnis, Pemerintah dan Komunitas Pendidikan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s