MAKALAH PERUSAHAAN BATIK SIDO MULYO

PERUSAHAAN BATIK SIDO MULYO

Disusun Oleh :
RHOSIDAH KUSUMA WARDANI (23)
KELAS X. C

DEPARTEMEN PENDIDIKAN KABUPATEN NGAWI
SMA NEGERI 1 WIDODAREN
Tahun Ajaran 2011 – 2012

1. Nama perusahaan
 BATIK SIDO MULYO
2. Kapan didirikan perusahaan batik tersebut ?.
 ± 20 Tahun yang lalu.
3. Bagaimana pemikiran pertama untuk mendirikan perusahaan batik ?.
 Berawal dari pengalaman bekerja di salah satu usaha batik di Surakarta / Solo.
4. Bagaimana keadaan setelah didirikan perusahaan batik ?.
 Kekurangan modal dan alat, didirikan dengan mengumpulkan pembatik di banyubiru untuk bekerja di perusaan ini.
5. Alamat perusahaan ?.
 Didirikan di Sukorejo Banyubiru Rt 07 Rw 01 Widodaren Ngawi.
6. Mengapa memilih usaha batik tersebut ?.
 Karena usaha batik di Banyubiru masih sangat jarang, serta sudah memiliki modal pertama di pekerjaannya yang dulu di batik keris Surakarta / Solo.
7. Berapa modal pertama mendirikan perusahaan batik tersebut ?.
 Rp. 20.000,00 ,-
8. Berapakah Harga per batik ?.
 Rp. 30.000 untuk Taplak hingga Rp. 300.000 untuk bahan baju.
9. Kemana saja penjualannya ?.
 Di wilayah Walikukun, Ngrambe, Sine, Kota Ngawi, hingga Kalimantan Timur.
10. Berapa lama proses membuat batik ?.
 1 batik untuk taplak dan selendang dapur diselesaikan kurang lebih 7 sampai 10 hari, namun untuk kain baju menghabiskan waktu 2 sampai 3 bulan.
11. Bagaimana harapan perusahaan ke depannya ?.
 Dapat membuka cabang di berbagai wilayah terutama Kabupaten Ngawi dan sekitarnya, sukses dan dapat membuka lapangan pekerjaan khususnya di wilayah Ngawi dan umumnya bagi masyarakat luas.
12. Apa saja harapan yang sudah tercapai ?.
 Mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah atau pun Pemerintah Provinsi bahkan pemerintah Indonesia, sehingga dapat meningkatkan mutu batik dan tetap menjaga kualitas, serta mempertahankan bahwa batik adalah hasil karya cipta bangsa Indonesia asli.
 Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari Perusahaan BATIK SIDO MULYO adalah agar kita dapat terus melestarikan kebudayaan batik agar tidak punah, dan kita sebagai generasi muda untuk tetap semangat dalam bekerja dan berusaha.

Setelah proses pengakuan ini apa yang harus dilakukan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia selaku pemilik sah batik? Apakah akan membiarkannya begitu saja? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan sekaligus mempromosikan batik secara kontinyu, dengan memakai batik sebagai busana kita sehari-hari. Disamping untuk menghidupkan industri batik secara tidak langsung, kita ikut menjaga kebudayaan Indonesia.

 Saran

Sebaiknya Perusahaan BATIK SIDO MULYO menambah pekerjanya agar dapat menghasilkan produksi yang lebih banyak sehingga dapat dipasarkan ke berbagai wilayah, dan dapat menambah penghasilan untuk membuka cabang lagi di daerah lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s