MENELADANI PERILAKU RASULULLAH

MENELADANI PERILAKU RASULULLAH

Penonton ….Siapa Rosululah itu ?
Rosulullah adalah Nabi terahir kita yang di utus oleh ALLAH .Untuk menyebarkan agama Islam dan di beri kitab yaitu AL-QUR’AN.Nabi Muhammad juga di kenal dengan sifat sifatnya yaitu :Dermawan, Jujur dan Adil. Maka untuk itu kita sebagai umat Islam harus menaladani sifat sifat Rosulullah.Dan selain itu, nabi Muhammad juga di sebut “USWAH HASANAH” yaitu Teladan yang baik .
Firman Allah dalam AL QUR’AN surat AL Ahzab 21:

Artinya:. Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Namun sangat di sayangkan rasa cinta kepada Rosulullah sekarang ini sedikit demi sedikit mulai memudar, dengan perkembangnya peradaban . Sangat ironis memang, ternyata generasi muda kita mulai gandrung dengan tokoh – tokoh artis yang mereka anggap mampu memberi inspirasi dalam hidupnya . Ayu tingting dengan Alamat palsunya dan Smash dengan cinta cenat cenutnya dan bahkan mereka hafal betul dengan gaya hidup mereka, inilah potret kehidupan umat islam sekarang ini.
Tanpa disadari kaum tua pun telah melakukan hal yang sama,meski dalam unsur yang berbeda. Dalam diri kita mulai merayap pemikiran dan perasaan yang bertolak belakang dengan sikap Rosulullah sebagai teladan kita.Betapa naifnya kita sendiri tak pernah mengikuti perilakunya. Cinta kita, Cinta palsu belaka. Di satu sisi senantiasa bersolawat kepadanya, tapi pada kesempatan yang lain
kita justru melakukan perbuatan yang di larangnya, yang jelas bertentangan dengan perilaku mulianya.
Penonton…..
Ada sebuah kisah, ketika rosulullah menjadi imam sholat, dilihat oleh para sahabat pergerakan dari rukun ke rukun yang lain amatlah sukar, dan terdengarlah bunyi menggerutup seakan akan sendi beliau bergeser antara satu dan lainnya. Sayyidina Umar tidak tahan dengan keadaan beliau, dan langsung bertanya “ya rasulullah kami melihat seolah olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat, apakah tuan sakit?Tidak ya Umar, Alhamdulillah aku sehat dan segar, Lalu suara apakah yang kami dengar ya rasulullah?Akhirnya beliau mengangkat jubahnya terlihat sehelai kain yang di isi dengan 2 batu untuk menahan rasa lapar.Para sahabatpun menetaskan air mata melihat pemimpin merek, tapi beliau berkata dengan lembutnya “Wahai sahabatku aku tidak mau menjadi beban dari umatku, biarlah kelaparan ini sebagai hadiahn dari Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih – lebih kelaparan di akhirat kelak.
Subhanallah, betapa besarnya kasih saying beliau dengan kita umatnya, betapa besar pengorbanannya demi umatnya.
Teman temanku yang berbahagia ………
Mulai sekarang, marilah kita menumbuhkan semangat untuk mencintai dan meneladani perilaku rosulullah dalam jiwa kita. Wujudkan dalam setiap aktivitas kehidupan kita bahwa kita mencintai dan meneladani Rosulullah.Sehingga kita menjadi umat yang di ridhoi oleh Alloh dan Rasul – Nya.
Mengambil tomat
Didalam lemari
Nabi Muhammad
Suri tauladan kami.
Semoga pidato dari saya dapat manfaat buat kita semua, apabila ada kesalahan saya mohon maaf sebesar besarnya .
Wabillahitaufik walhidayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s