MODUL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS : X SEMESTER GENAP

MODUL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS :  X  SEMESTER GENAP

TAHUN AJARAN :2008 – 2009

DISUSUN OLEH :

Drs. KUSNO UTOMO

SEKOLAH  MENENGAH ATAS NEGERI 4 BANDUNG

A.   Pendahuluan

Problema lingkungan  saat ini sungguh sudah melebihi ambang  batas yang sulit untuk terus menerus ditolelir tanpa ada keputusan hukum  syari yang pasti, karena sudah merusak sendi – sendi kehidupan secara menyeluruh, bukan hanya mahluk hidup yang rusak yang secara kasat mata bisa dilihat dengan transparan, tetapi juga sudah jauh melewati dunia ini. Manusia yang diamanahi sebagi Khalifah di muka bumi, ternyata sudah tidak mampu lagi untuk mengetur dirinya sendiri memelihara tempat tinggalnya serta menyelamatkan lingkungan untuk kelangsungan hidup generasinya dan generasi sesudahnya.                                                                  Secara umum di indonesia, segala hal mengenai pengelolaan lingkungan hidup di pandang dari sudut ekonomi, sosial dan budaya, bahkan sampai bidang politik. Sangat jarang ketika ada permasalahan tentang lingkungan, masyarakat memendang dari sisi rohani / agama. Sedangkan dari sudut pandang agama, semua yang ada di muka bumi ini merupakan tanggung jawab setiap makhluk yang bertempat tinggal di dalamnya.                                                                                                                      Pengelolaan lingkungan secara dini seharusnya telah ditanamkan, supaya manusia bisa sadar dan bisa lebih mencintai lingkungan dengan tidak merusak lingkungan itu sendiri. Dalam upaya konservasi lingkungan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat sangat penting supaya kerusakan lingkingan tidak semakin parah. Pentingnya kesadaran masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam upaya konserfasi lingkungan.

Hubungan saling mengisi antara manusia dan alam ini juga ditentukan dalam agama bukan saja Islam tetapi dalam agama – agama lainnya. Agama Budha mengajarkan kausalitas atau hubungan sebab akibat. Kesehatan lingkungan akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Bhahavadgita, kitab suci agama Hindu, mengajarkan adanya kesatuan, keselarasan dan hubungan timbal balik antara mikro kosmos ( manusia ) dan makro kosmos ( alam semesta ). Agama Kristiani juga menekankan pentingnya wawasan lingkungan. Gereja Katolik juga menyuarakan keresahannya atas kerusakan bumi. Pada tahun 1991, Paus Johannes Paulus II mengecam ulah manusia sebagai akar penyebab rusaknya lingkungan alam.

Keselarasan merupakan ajaran sentral agama dalam kaitan hubungan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, keserakahan dan kebodohan manusialah yang akan menjerumuskan bumi dan manusia ke kehancuran.

B.   Tujuan

Berdasarkan data empirik potensi keunggulan serta ciri khas SMA Negeri 4 Bandung untuk mencapai Visi dan Misinya, maka diperlukan suatu proses pendidikan yang berorientasi dan ramah lingkungan. Untuk maksud tersbut diperlukan suatu dokumen berupa modul yang akan menjadi acuan sebagai salah satu proses penyampaian materi Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH ). Sebagai implementasi kurikulum muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup kotaBandung.

Pendidikan Lingkungan Hidup SMA Negeri 4 Bandung bertujuan membentuk pembiasaan dan kepribadian peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan perkembangan siswa dalam mencapai kecerdasan intra personal, visual spasial, musikal, kecerdasan adversitas, kecerdasan kreatifitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional dalam mengelola keseimbangan lingkungan.

Modul muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup di lingkungan SMA Negeri 4 Bandung bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Memahami konsep dan pentingnya lingkungan hidup dalam kehidupan sehari – hari dengan segala karakteristiknya.
  2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
  3. Menampilkan kreatifitas melalui kegiatan nyata dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan dan upaya pelestarian lingkungan hidup.
  4. Peran serta secara nyata dalam setiap upaya pemanfaatan daya dukung lingkungan dan dalam upaya pelestarian lingkungan.
  5. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang konsep Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan dan Pengawasan tanaman ( P4LH ).
  6. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan ( K3 ) di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
  7. Meningkatkan kesadaran peserta didik tentang ketertiban, kebersihan, dan keindahan untuk menuju suatu kondisi lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bersih.

Modul 1 Pendidikan Lingkungan Hidup kelas X

1. KONSEP LINGKUNGAN HIDUP

Di sekitar kita terdapat berbagai komponen lingkungan, baik benda – benda mati seperti tanah, batuan, air maupun makhluk hidup dengan berbagai jenis dan karakteristiknya. Di sekitar kita juga terdapat manusia lainnya dengan berbagai karakterisk dan perilakunya. Selain itu, terdapat pula daya dan keadaan yang mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku kita. Semua komponen tersebut merupakan lingkungan hidup manusia.

Dalam lingkungan terjadi interaksi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Interaksi tersebut berbeda – beda karakteristiknya menurut ruang dan waktu. Hasil dari proses interaksi dapat dilihat dari lingkungan yang dibentuk yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

A.   PENGERTIAN

Segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang mempengaruhi sikap dan perilaku kita merupakan lingkungan. Di sekitar kita terdapat manusia lainnya yang mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Orang tua, guru, teman, tetangga dan masyarakat lainnya menjadi bagian dari setiap keputusan yang kita ambil dalam bersikap dan berbuat. Setiap anggota masyarakat di tuntut untuk mematuhinya dan tidak boleh keluar dari nilai dan norma yang berlaku.

Di sekitar kita terdapat tumbuhan. Kita merasa, teduh, sejuk dan nyaman jika berada di tempat yang rindang oleh pepohonan. Kanopi pohon melindungi kita dari sinar matahari yang terik. Tumbuhan mengeluarkan oksigen yang sangat kita butuhkan dan menyerap CO2, sehingga udara terasa sejuk. Tumbuhan juga menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan.

Di lingkungan sekitar kita terdapat hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan liar. Keduanya berperan besar dalam memenuhi kebutuhan manusia akan makanan dan fungsi lainnya, seperti bahan baku pakaian, keindahan, dan lain – lain.

Di sekitar kita juga terdapat sesuatu yang tak terlihat secara kasat mata. Daya dan keadaan ada di sekitar kita dalam berbagai bentuk, seperti keadaan tenang, gaduh, sejuk, panas, dingin, banyak, sedikit, kuat, lemah dan lain–lain. Semuanya mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan kita. Manusia tidak akan nyaman jika keadaannya panas atau berisik. Ini berarti kesejahteraannya terganggu.

Semua yang ada di sekitar kita seperti yang telah di uraikan tadi, baik yang berwujud kebendaan maupun berupa daya dan keadaan akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita, bahkan akan mempengaruhi peri kehidupan dan kesejahteraan kita, sesuai definisi lingkungan menurut Undang–Undang Lingkungan Hidup No. 23

Tahun 1997 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dalam lingkungan terjadi interaksi yang dinamis antara manusia dengan manusia lainnya dan antara manusia dengan komponen biogeofisikkimia. Interaksi tersebut tidaklah selalu sederhana tetapi sangat kompleks. Dalam interaksi tersebut manusia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya.

Manusia mempengaruhi lingkungan dengan cara mengatur lingkungan dan mengambil sumber daya yang ada di lingkungan. Manusia membangun jembatan, jalan, sawah, permukiman dan lain–lain. Manusia juga membangun nilai dan norma dalam kaitannya dengan lingkungan. Sebaliknya lingkungan juga mempengaruhi perilaku manusia. Perhatikanlah bagaimana manusia beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungannya masing–masing. Bentuk rumah, mata perncaharian, jenis pakaian dan lain – lain dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Skala tinjauan lingkungan juga bisa sempit atau luas. Rumah dan pekarangan merupakan sebuah lingkungan bagi penghuninya yang relatif sempit ruang lingkupnya. Tetapi Pulau Jawa atau bahkan lapisan bumi dan makhluk hidup diatasnya yang disebut Biosfer juga merupakan lingkungan hidup tetapi dalam skala yang luas.

B.   KOMPONEN LINGKUNGAN HIDUP

Lingkungan hidup dapat dibagi menjadi lingkungan alam (abiotik dan biotik), lingkungan binaan dan lingkungan sosial budaya. Dalam pengelompokan ini komponen abiotik dan biotik dimasukan ke dalam komponen lingkungan alam. Sementara itu, lingkungan fisik hasil karya manusia dimasukan menjadi lingkungan binaan.

1. Lingkungan Hidup Alami

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa memperoleh gangguan atau dimodifikasi oleh manusia. Lingkungan hidup alami terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala makhluk hidup, mulai mikroorganisme sampai dengan tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, seperti batuan, tanah, mineral, udara, angin, curah hujan, cahaya matahari dan lain–lain. Lingkungan biotik sering pula dinamakan lingkungan organik, sedangkan lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.

Di dalam lingkungan hidup alami terdapat hubungan saling mempengaruhi antara komponen abiotik dengan biotik. Komponen abiotik berupa batuan, tanah, air, udara (cuaca dan iklim) mempengaruhi keberadaan organisme di suatu wilayah. Keberadaan tumbuhan dan pertumbuhannyasangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, cuaca dan iklim. Tumbuhan sayuran sangat baik pertumbuhannya di daerah pegunungan yang suhunya dingin dan tanah vulkanik yang subur. Sebaliknya tumbuhan palma (kelapa, nipah dan lain – lain) sangat baik pertumbuhannya di daerah pantai yang bersuhu panas (megaterma). Komponen biotik juga mempengaruhi abiotik. Sebagai contoh, suhu udara dipengaruhi oleh keberadaan tumbuhan. Jika kita berada di daerah yang banyak tumbuhannya, maka udara akan terasa lebih nyaman.

Antar komponen biotik maupun antar komponen abiotik juga saling mempengaruhi. Keberadaan tumbuhan mempengaruhi keberadaan hewan di suatu wilayah. Di daerah dengan tumbuhan yang beragam memungkinkan hewannya juga beragam.

Seperti halnya dalam lingkungan biotik, dalam lingkungan abiotik juga terjadi proses saling mempengaruhi. Tanah dipengaruhi oleh iklim, dan batuan atau bahan induk. Demikian halnya dengan air yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi curah hujan , tanah dan batuan.

2. Lingkungan Binaan

Manusia menyadari bahwa lingkungan mempunyai interaksi antar komponen dan juga keterbatasan kemampuan ( daya lenting ) lingkungan. Usaha manusia untuk memperpanjang usia lingkungan hidup dikenal dengan penciptaan lingkungan hidup binaan yaitu berusaha membentuk, memodifikasi, atau mengelola lingkungan hidup. Tujuan agar lingkungan hidup dapat normal kembali seperti semula yaitu memiliki keseimbangan ekologi.

Prinsip penciptaan  lingkungan hidup binaan  misalnya  melakukan reboisasi hutan, pengelolaan air limbah agar bersih kembali  dan aman jika dibuang ke sungai.

Contoh yang sederhana dalam penciptaan lingkungan binaan  misalnya penanaman  pohon  di lingkungan komplek perumahan agar udaranya leebih segar, terlihat asri dan  nyaman

Seharusnya manusia terus-menerus melakukan upaya lingkungan binaan.  Namun kebanyakan, manusia tidak melakukannya sehingga banyak kerusakan  lingkungan di mana-mana. Hutan lebat dibabat seenaknya tanpa memikirkan penanaman kembali. Air bersih dipakai untuk industri tekstil, setelah tercemar  air tersebut dibuang ke sungai sehingga mencemari lingkungan.

Kegiatan manusia yang tidak menciptakan lingkungan binaan  mengakibatkan  dampak negatif terhadap lingkungan  alam. Bagaimana agar tidak rusak, manusia perlu merencanakannya dengan baik setiap akan membangun bangunan atau membuka hutanagar tidak mengganggu kelestarian lingkungan alami. Jika lingkungan binaan manusia tidak mampu mengembalikan keadaan lingkungan alami, lambat laun akan mempengaruhi keadaan sosial lingkungan sosial budaya manusia.

3. Lingkungan Sosial Budaya

Lingkungan sosial budya merupakan lingkungan  hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya. lingkungan  sosial budaya tidak terlepas dengan  lingkungan alam. banyak kerusakan lingkungan  alam akibat  interaksi antara manusia yang negatif , contohnya  peperangan yang mengakibatkan kerusakan alam secara langsung. kerusakan alam yang lainnya  seperti longgarnya aturan penegakan hukum  bagi perambah hutan dan penjaraah hutan.

Bentuk interaksi sosial yang dapat disaksikan dalam kehidupan  sehari-hari hanya dua kelompok  besar yaitu bentuk interaksi yang bersifat asosiasif dan yang bersifat disosiasif . Bentuk asosiasif adalah  interaksi sosial yang cenderung  menimbulkan dampak untuk saling bekerjasama,salin g meenghargai dan  saling memberi dan menerima. Adapun bentuk disosiasif menimbulkan persaingan, pertentangan dan pertikaian.

Bentuk pertentangan bermacam-macam mulai dari pertentangan pribad, pertentangan rasial,pertentangan antar kelas-kelas sosial,pertentangan politik,dan pertentangan yang bersifat internasional. Semua pertentangan menimbulkan keadaan lingkungan sosial yang tidak nyaman

Dalam interaksi dengan lingkungan alam,manusia menempati posisi yang dominan karena manusia dikaruniai kemampuan budaya yang lebih bila dibandingkan dengan mahluk-mahluk lainya. Dengan kemampuan budayanya itu manusia mampu mengubah permukaan muka bumi Tentu saja setiap kelompok masyarakat memiliki tingkat budayanya masing-masing. Masyarakat yang telah maju dengan teknologi  tinggi mampu memanfaatkan lingkungan bagi kemakmuran hidupnya. Kebalikanya,kelompok manusia yang berkemampuan budayanya masih terbatas,pemanfaatan daya lingkungannya juga terbatas.

C.  MANFAAT LINGKUNGAN HIDUP

Pada dasarnya manusia dapat bertahan hidup karena kebutuhanya dipenuhi oleh komponen-komponen lingkungan hidup. Sejak dalam kandungan ibunya, lahir, bahkan sampai meninggalpun kita masih juga memerlukan bantuan komponen-komponen lingkungan diluar manusia. Jadi, kalau kita ditanya manfaat lingkungan hidup bagi manusia? Jelas jawabanya sangat banyak, sebab kita sendiri pada dasarnya merupakan bagian dari lingkungan  hidup. Namun, demikian manfaat lingkungan hidup bagi manusia dapat kita rinci sbb.

–         Udara untuk keperluan pernapasan, tidak ada manusia yang dapaat bertahan hidup tanpa bantuan udara

–         Air untuk keperluan minum,mandi serta keperluan kolektif  seperti pengairan sawah  dan pembangkit tenaga listrik. Bahkan saat ini air sudah merupakan benda ekonomi

–         Tumbuhan untuk keperluan pemenuhan kebutuhan protein hewani dan nabati . Kalau kita makan, tidak cukup hanya nasi saja, akan tetapi perlu sayuran dan lauk pauk. Selain untuk sumber makanan, hewan dan tumbuhan dapat juga dijadikan  sumber tenaga dan kesenangan

–         Lahan untuk keperluan  mendirikan sarana pribadi maupun sosial. Rumah yang kita bangun untuk melindungi diri dari panas dan hujan,serta untuk fasilitas lainnya seperti sarana olah raga,pertokoan dsb.

Apa yang akan terjadi jika lingkungan kita rusak? Kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak negatif bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Bayangkan udara yang kita hirup udara yang sudah tercemar. Udara yang kita hirup akan masuk melalui saluran pernapasan dan akan mengganggu fungsi dari alat-alat pernaapasan  kita seperti hidung,tenggorokan, dan paru-paru. Udara yang sudah tercemar juga dapat masuk ke dalam darah dan mengganggu jaringan syaraf.

Karena itu kita wajib menjaga fungsi dari masing-masing komponen lingkungan agar fungsinya tetap dapat mendukung kehidupan, termasuk kehidupan manusia.

Bayangkanlah jika komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan,maka pada akhirnya manusia juga yang akan merasakan dampak negatifnya. Bencana  alamyang terjadi seperti banjir dan kekeringan umumnya karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab bukan saja proses alamiah. Hutan yang berfungsi menjaga pasokan air di musimkemarau akhirnya tidak mampu lagi menjaga fungsinya karena telah ditebang untuk keperluan pertanian dan pemukiman. Akibatnya pada musim penghujan hanya sedikit air yang diserap oleh tanah  dan sebagian besar dialirkan ke sungai dan menimbulkan banjir.

RANGKUMAN

Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya,keadaan,dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan  perikehidupan dan kesejahteraan  manusia serta mahluk hidup lain. Lingkungan terdiri atas komponen lingkungan alam,dan lingkungan sosial budaya.Lingkungan terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan binaan merupakan lingkungan hasil rekayasa manusia. Lingkungan sosial budaya merupakan lingkungan hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya.

Manusi hidup dengan lingkumngannya dan melakukan interaksi dengan komponen lainnya. Seiring dengan perkembangan IPTEK,manusia cenderung lebih dominan dibandingkan dengan mahluk lainnya. Akibatnya muncul kerusakan lingkungan yang dampak negatipnya kembali kepada manusia.Karena itu,upaya menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan pada dasarnya adalah juga untuk kepentingan manusia sendiri.

EVALUASI

  1. Lakukanlah pengamatan terhadap koponen-komponen lingkungan di sekitarmu, Jelaskan apa yang kita lihat ?

Jenis-jenis lingkungan apa….

  1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan fisik ?
  2. Mengapa manusia harus menjaga dan melestarikan fungsi lingkungannya ?
  3. Jelaskan  3 buah contoh keterkaitan antara lingkungan fisik dengan lingkungan binaan!
  4. Jelaskan fungsi lingkungan hidup bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Catatan : Tugas Evaluasi ini dikumpulkan Tanggal 23 – 25 Februari 2009, Di meja Pak Kusno Utomo

Iklan

MODEL ATOM RUTHERFORD

MODEL ATOM RUTHERFORD

Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan dan Ernerst Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thompson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesimpulan beberapa berikut:

Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan;

Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif;

Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.

Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut:

Percobaan Rutherford

Untuk melihat bagaimana Rutherford melakukan percobaannya, sahabat dapat men-klik link Percobaan Rutherford ini. Sebagai informasi, file ini berbentuk animasi yang menarik lho.

Kelebihan Model Atom Rutherford

Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti

Kelemahan Model Atom Rutherford

Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama – kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti. Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

MODEL ATOM DALTON

                                                                                                             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Kunci: Model Atom John Dalton

Tahukah Anda bahwa di dunia ilmu kimia ini patut dikenang satu nama sebagai pencetus teori atom modern yang asli. Dia adalah seorang guru dan ahli kimia berkebangsaan Inggris bernama John Dalton (1776 – 1844). Sumbangan Dalton merupakan keunikan dari teorinya yang meliputi dua hal:

Dia adalah orang pertama yang melibatkan kejadian kimiawi seperti halnya kejadian fisis dalam merumuskan gagasannya tentang atom.

Dia mendasarkan asumsinya pada data kuantitatif, tidak menggunakan pengamatan kualitatif atau untung-untungan.

Teori atom Dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yaitu hukum

kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Teori atom Dalton

dikembangkan selama periode 1803-1808 dan didasarkan atas tiga asumsi

pokok, yaitu:

Setiap unsur kimia tersusun oleh partikel-partikel kecil yang tidak dapat dihancurkan dan dipisahkan yang disebut atom. Selama mengalami perubahan kimia, atom tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan.

Semua atom dari suatu unsur mempunyai massa dan sifat yang sama,

tetapi atom-atom dari suatu unsur berbeda dengan atom-atom dari unsur yang lain, baik massa maupun sifat-sifatnya yang berlainan.

Dalam senyawa kimiawi, atom-atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan angka sederhana.

MODEL ATOM J.J.THOMSON

Percobaan tabung sinar katoda pertama kali dilakukan William Crookes (1875). Hasil eksperimennya adalah ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katoda menuju ke anoda yang disebut sinar katoda.

George Johnstone Stoney (1891) yang memberikan nama sinar katoda disebut “elektron”. Kelemahan dari Stoney tidak dapat menjelaskan pengertian atom dalam suatu unsur memiliki sifat yang sama sedangkan unsur yang berbeda akan memiliki sifat berbeda, padahal keduanya sama-sama memiliki elektron.

Antoine Henri Becquerel (1896) menentukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur Radioaktif yang sifatnya mirip dengan elektron.

Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katoda

Gambar 5 Eksperimen J.J Thomson

Hasil percobaannya membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. berdasarkan besarnya simpangan sinar katode dalam medan listrik, Thomson dapat menentukan nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m) dari partikel sinar katode sebesar 1.76 x 108 Coulomb/gram

Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui percobaan tetes minyak Milikan seperti gambar di bawah ini

Gambar 6 Eksperimen Milikan

Minyak disemprotkan ke dalam tabung yang bermuatan listrik. Akibat gaya tarik gravitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun. Bila tetesan minyak diberi muatan negatif maka akan tertarik kekutub positif medan listrik. milikan menemukan menemukan bahwa muatan tetes-tetes minyak selalu bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu 1.602 x 10-19 coulomb

Hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron –1 dan massa elektron 0, sehingga elektron dapat dilambangkan

Data Fisis Elektron :

e/m = 1.76 x 108 Coulomb/gram

e = 1.602 x 10-19 coulomb

maka massa elektron = 9.11 x 10-28 gram

Setelah penemuan elektron, maka teori Dalton yang mengatakan bahwa atom adalah partikel yang tak terbagi, tidak dapat diterima lagi. Pada tahun 1900, J.J Thomson mengajukan model atom yang menyerupai roti kismis. Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.

Gambar 7 Model Atom J.J Thomson

MODEL ATOM NIELS BOHR

 

Model Atom Niels Bohr

Model Atom Niels Bohr : Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis.

Hipotesis Bohr adalah;

a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.

b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.

Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.

Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.

MENENTUKAN KISARAN Ph LARUTAN

MENENTUKAN KISARAN Ph LARUTAN

TUJUAN

Menentukan kisaran pH bebagai pH larutan yang tidak di kenal debngan menggunakan berbagai indicator

DASAR TEORI

Indicator asam-basa adalah zat yang berneda warna pada suasana asm dan basa. Indikator asam-basa yang berbentuk kertas contohnyakertas lakmus dan indicator universal. Ada pula indicator yang berubah warna pada pH tertentu. Harga pH terssebut trayek pH indikator. Trayek pH indicator pH metal jingga,metal merah, brom timol biru, dan fenolftalein adalah sebagai berikut:

Indicator Trayek pH Perubahan warna
metil jinggametil merah

brom timol biru

fenolftalein

 3,0-4,44,2-6,2

6,0-7,8

8,0-10,0

merah-kuningmerah-kuning

kuning-biru

tidak berwarna-merah

pH dari suatu larutn bias ditentukan dengan menggunakan bebrapa indicator.kemudian diamati warna indicator dengan larutan tersebut, setelah itu baru di erkirakan harga pHnya.

ALAT DAN BAHAN

Alat                                                                  Bahan

  1. pipet tetes                                             1.  air garam
  2. galas becker                                         2.  air jeruk
  3. pelat tetes

CARA KERJA

  1. sediakan pelat tetes .
  2. teteska air garam ke dalam 4 cekungan pelat tets, beri nomor 1,2,3 dan 4
  3. tetesi larutan nomor 1 dengan fenolftalein (pp), larutan nomor 2 dengan metil merah (mm), larutan nomr 3 dengan brom timol biru (btb)
  4. amati perubahan warnanya
  5. kerjakan hal yang sama untuk air jeuk.
  6. perkirakan kisaran pH dari tiapa-tiap larutan.

HASIL PENGAMATAN

No larutan Warna indikator Kisaran Ph
1

2

Air garam

Air jeruk

pp mm Btb
Tidak berwarna Meah Biru 6,0<pH<7,8
Tidak berwarna Merah hijau pH<4,2

PEMBAHASAN

Garam dapur merupakan hasil dari proses hidrolisis antara HCL+NAOH yang mengasilkan NACL+H2O. Dari data di atas perubhahan warna yang terjadi adalah hjau pada btb itu berarti harga kirsaran pH larutan garam antara 6,2-7,8. namun pada dasarnya lrutan garam bersifat netral (pH= 7).

Air jeruk ada yang bersa masam dan ada yang beraa manis. Namun dari hasil di atas perubahan warna yang terjadi adalah merah pada metil jingga. Sehingga dapat di simpulkan bahwa air jeruk tersebut bersifat asam.

KESIMPULAN

  1. larutan garam bersifat netal (pH=7)
  2. air jeruk bersifat asam(pH<7)

Daftar Pustaka

BUKU SMA KELAS XII.

Tanggal praktikum 11 maret 2011

CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN MUZARO’AH DI DESA BANYUBIRU

LAPORAN PELAKSANAAN MUZARO’AH DI DESA BANYUBIRU

Disusun Guna Melengkapi Tugas Mata Kuliah FIQIH 2

Dosen Pembimbing : Drs. Irfan

Disusun Oleh :

Nama       : Yuning Rahmawati

Nim         :2010.520.101.236

SEKOLAH TINGGI ILMU  TARBIAH MUHAMMADIYAH

TEMPURREJO- NGAWI

2010-2011

Rumusan masalah :

  1. apa yang di maksud muzaro’ah?
  2. sistem  muzaro’ah seperti apa yang terjadi di desa sekaralas ?
  3. bagaimana pendapat penulis tentang system muzaro’ah  di desa sekaralas, sesuai hukum islam atau tidak?
  4. apa manfaat atau hikmah yang di rasakan masyarakat sekaralas dengan adanya muzaro’ah

 

 

 

 

 

Sistem muzaro’ah di desa sekaralas:

Di desa sering kali terjadi interaksi kerjasama antar warga karena masyarakat desa cenderung masih memepunyai rasa persaudaraan yang masih kuat di banding masyarakat perkotaan, masyarakat kota sangat cenderung egois dan memikirkan kehidupannya masing-masing.

Banyak sekali kita jumpai pada masyarakat desa yang saling bekerja sama atau tolong menolong dalam berbagai aspek, social, ekonomi,dsb. Mayoritas penduduk desa biasanya bermata pencahariaan sebagai petani. Begitu juga yang terjadi di desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.banyak di antara warga desa yang mempunyai sawah yang cukup luas,dengan di tanami berbagai jenis tanaman dan tentunya juga memperkerjakan banyak orang. Namun ada juga warga yang mempunyai sawah yang tidak luas biasanya di kelola sendiri, karena jika mempekerjakan orang tidak mempunyai cukup biaya.

Bagi yang mempunyai sawah yang luas mereka terkadang meminta seseorang untuk menggarap sawah mereka, di desa sekaralas banyak warga yang menggarap sawah seseorang dengan system bagi hasil yang biasanya benihnya biasanya di peroleh dari orang yang menggarap sawah atau petaninya dalam islam di sebut muzaro’ah.

Dari pengamatan saya bamnyak system paroan sawah dengan system muzaro’ah di banding mukhobaroh di desa sekaralas terjadi dua macam muzaro’ah yaitu:

1. Sistem MUZARO’AH yang pemilik sawah menyerahkan sepenuhnya penggarapan sawah kepada petaninya atau penggarapnya,mulai dari benih, pupuk, membajak lahan, pengairan, pemelihaan tanaman, seperti mencabuti rumput(matun), menyemprot. Untuk menyemprot dan memupuk bila lahannya tidak begitu luas mereka memilih untuk mengerjakannya sendiri, karena untuk menghemat biaya sampai pada saat memanenpun juga menggunakan biaya semua itu di tanggung oleh pengelolasawah atau petani. Bila pemilik sawah atau pengolah sawah bersepakat melakukan kerja sama paroan sawah(muzaro’ah) dengan system seperti ini  dengan menyerahkan semua biaya pengelolaan, pemeliharaan sampai pada pemanenan kepada penggarap sepenuhnya sehingga pemilik sawah tinggal menerima hasil bersihnya, maka di desa sekaralas disebut(mertelon),dengan system bagi hasil 1/3 untuk pemilik sawah dan 2/3 untuk penggarap sawah.

2. Sistem Muzaro’ah yang pemilik sawah dan penggarap sawah telah sepakat sebelumnya bahwa cara pengelolaan sawah di lakukan dengan biaya pengelolaan dengan setengah-setengah (paroan) mulai dari bibt, pengolahan lahan, pemeliharaan sampai saat padi di panen. Maka bagi hasilnya juga di lakukan dengan cara mendapat bagian ½ untuk pemilik sawah dan ½ pemilik sawah.

Bila terjadi gagal panen untuk system muzaro’ah dengan cara (mertelon) maka kerugian ditanggung penggarap sepenuhnya, otimatis karena penggarap juga sudah bersepakat untuk mengelolanya, sedangkan bagi pemilik sawah tidak ikut menanggung kerugian karena sudah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan sawahny pada penggarap sawah. Sedangkan untuk system muzaro’ah dengan cara (paroan) jika terjadi gagal panen maka di tanggung setengah-setengah juga. Misalnya bila berhasil panen sawah menghasilkan 2 ton padi namun karena terserang hama wereng hasil panen berkurang menjadi 1 ton maka untuk kerugian pemeliharaan padi 1 ton tersebut di bagi setengah-setengah.

Sistem muzaro’ah seperti tersebut diatas berlaku untuk senmua jenis tanaman dan sistem paroan sawah atau muzaro’ah seperti ini sudah menjadi hal yang tidak asing lagi di desa sekaralas sehingga jarang terjadi salah paham pada saat pembagian hasil panennya.

Pendapat penulis tentang system muzaro’ah

Menurut saya sistem muzaro’ah (paroan sawah) yang terjadi di desa sekaralas sangat baik berjalan dengan aturan islam .

Untuk sistem muzaro’ah yang pertama dengan sistem bagi hasil 1/3 untuk pemilik sawah dan 2/3 untuk petani atau penggarap sawah atau di desa sekaralas disebut(mertelon), menurut saya masuk akal dan juga tidak menyimpang dari aturan islam karena disana saya lihat terjadi dengan adil bisa di lihat dari cara bagi hasilnya, karena pemilik sawah benar-benar menyerahkan pengelolaan sawah sepenuhnya kepada petani mulai dari bibit, penanaman, pemeliharaan sam pai pemanenan, maka wajar saja bila bagian ny lebih banyak untuk pengelola, begitu juga terjadi kerugian pengelolalah yang menanggung semua kerugian karena pemilik sawah tidak ikut campur dalam urusan pengelolaan sawah dan bagianya pun hanya 1/3 dari hasil panen.

Sedangkan sestem muzaro’ah dean cara kedua atau paroan menurut saya juga sesuai kaidah atau aturan islam. Disini cara bagi hasilnya di lakukan secara adil yaitu ½ untuk pemilik sawah dan ½ untuk petani karena pengelolaan dari mulai menaman sampai panen juga di lakukan sama-sama dengan modal uamg ataupun jasa masing-masing setengah-setengah. Walaupun terkadang pemilik sawah lebih banyak memberikan modal dalam bentuk uang begitu pun jika terjadi kerugian di tanggung bersam biaya kerugiannya.

Untuk dua cara dalam melakukan paroan sawah(muzaro’ah) ini sama-sama menguntungkan menurut saya dan pembagiannya sama-sama terjadi dengan adil. Berdasarkan pengamatan dan sedikit wawancara yang saya lakukan dengan salah seorang warga dapat saya simpulkan bahwa system muzaro’ah  baik dan benar menurut atura islam,karena selain terjadi keadilan dalamm pembagian hasil panen juga terjadi kesepakatan sebelumnya antara kedua belah pihak(penggarap dan pemilik sawah) mereka sama saling terbantu dengan adanya kerja sama paroan sawah(muzaro’ah). Kalaupun terjadi gagal panen menurut saya juga hal yang lumprah dalam srbuah usaha, apalagi disini sudah ada kesepakatan sebelumnya tentang untung(panen) dan rugi (gagal panen) dan sudah di setujui oleh kedua belah pihak.

Hikmah(manfaat)yang di rasakan masyarakat di desa sekaralas dengan adanya muzaro’ah   

Berdasarkan pengamatan singkat yang saya lakukan , dan beberapa wawancara pendek dengan warga,ada beberapa manfaat muzaro’ah:

  1. membuka lapangan pekerjaan untuk warga yang tidak punya sawah.
  2. memebantu pemilik sawah untuk bias mengerjakan sawahnya karena tidak mampu untuk di kerjakan sendiri.
  3. memupuk rasa solodaritas dan tolong menolong antara warga.
  4. mensejah terakan kehidupan warga desa sekaralas.
  5. memupuk rasa saling percaya antara warga(yang pemilik dan penggarap sawah)
  6. meningkatkan etos kerja petani untuk memberikan yang terbaik untuk pemilik sawah sehingga pemilik sawah dapat mempercayakan lahan nya untuk kembali di kelola.

 

 

 

 

Kesimpulan

Muzaro’ah bias di katakan suatu kerja sama   dalam pengolahan lahan/sawah yang dapat meringankan pihak pemilik sawah untuk menggarap sawahnya,dan dapat memberikan pihak pemilik sawah untuk menggarap sawahnya dan dapat memberikan pekerjaan bagi petani yang tidak mempunyai sawah. Muzaro’ah harus dilakukan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya antara pemilik sawah dengan petani(penggarap sawah)dan tentunya dalam pembagian hasil harus di lakukan sesuai kesepakatan sebelumnya.

Muzaro’ah di desa sekaralas baik, karena sudah sesuai dengan atura islam,dan kedua belah pihak tidak merasa di rugikan bahkan sebaliknya, mereka merasa  sama-sama mendapatkan kebaikan dan keuntugan.

MATERI KHUTBAH JUMAT : JANGANLAH MENYAKITI DAN MENCACI MAKI SESAMA MUSLIM

MATERI KHUTBAH JUMAT :
JANGANLAH MENYAKITI DAN MENCACI MAKI SESAMA MUSLIM

Materi Khutbah I
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
KHATIB DUDUK SEJENAK (Dikumandangkan Adzan)
KEMUDIAN BERDIRI MENYAMPAIKAN KHUTBAH I
Alhamdulillahirabbil’alamiin, wabihii nasta’innu ala umuriddunya waddin. Asyhadu anla’ ilaha ilallahu wahdahula syarikalahu wa’asyhadu anna muhamaddan abduhu warasulluh. Allahuma shalii a’la muhammad wa ala ali muhammad.
Qolallahu ta’alaa fil qur’anil kariim :
Yaa ayuhaladzinaa ammanu taqullaha haqotuqotihii wa laa tamutunaa ilaa wa antum muslimuun.
Para jamaah yang Insya Allah selalu dilindungi oleh Allah SWT
Pertama sekali, marilah kita memanjatkan puji syukur yang tiada terhingga kepada Allah SWT, karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar. Karunia dan nikmat itu ialah umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita semua bisa hadir di sini untuk mendirikan shalat Jumat berjamaah.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Besar junjungan alam, Nabi kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW, Nabi yang menjadi panutan kita hingga akhir zaman.
Para jamaah sidang shalat Jumat yang senantisa diRahmati Allah,
Marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, seperti yang disampaikan dalam Al Qur’an : Yaa ayuhaladzinaa ammanu taqullaha haqotuqotihii wa laa tamutunaa ilaa wa antum muslimuun. “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beriman.”
Arti taqwa itu sendiri adalah melaksanakan semua perintah Allah dengan tulus ikhlas dan menjauhi segala larangan dengan penuh tawadhu. Wujud taqwa salah satunya adalah memiliki pemahaman bahwa sesama muslim adalah saudara Oleh karena itu menyakiti dan mencaci maki orang muslim adalah dosa besar. Sifat ini tercela sekali dan merupakan ciri-ciri orang munafik.
Muslim adalah saudara ibarat satu tubuh. Salah satu bagian tubuh dicubit, maka yang lainnya ikut merasakan sakit. Persaudaraan muslim sudah diikat dengan dua kalimat syahadat, yaitu kesaksian dan pengakuan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Semua muslim menyatakan demikian, artinya terdapat kesamaan dan keseragaman pandangan hidup maupun akidah. Karena itu, sebenarnya muslim itu satu saudara. Tetapi umat muslim seringkali menjadi terpecah-belah, semua itu akibat ulah dari orang-orang munafik.
Para hadirin rahimakumullah,
Orang munafik tidak pernah menghiraukan bahwa sesama muslim tidak boleh menyakiti, baik melalui cacian, tindakan, menyebar isu bohong dan sebagainya.
Fasik adalah perilaku yang bertolak belakang antara lahiriah dan hatinya. Itulah orang munafik, sebab yang ditampakkan terasa indah, yang disimpan dalam hati terasa busuk.
Sebagai muslim hendaknya sadar betul, bahwa menggunjing aib dan kesalahan sesama muslim itu dilarang. Meskipun orang itu benar-benar berbuat dosa, maka kita tidak boleh menceritakan pada orang lain. Menceritakan kejelekan orang lain, padahal nyatanya buruk, berarti membuka aib seseorang.
Apabila kita melihat seorang muslim melakukan dosa atau kesalahan, kemudian kita mencacinya, maka sikap kita itu bukanlah mencerminkan pribadi muslim. Seperti yang ditulis dalam Al-Qur`an QS. Al Ahzab ayat 58
“ Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”
Demikianlah sedikit apa yang bisa saya sampaikan pada khutbah Jumat ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan terutama bagi khatib dan juga para jamaah sekalian.
Barakallahu lii walakum.
Materi Khutbah II
KHATIB DUDUK SEJENAK, KEMUDIAN BERDIRI KEMBALI MENYAMPAIKAN KHUTBAH II
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, hamdan syakirin, hamdan na’imiin wa yu’kafii humazidah yaa rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghi lii jalali wajhikal karrimi wa adhiimi sulthaniq. Allahuma shalii alaa muhammad wa ala alii muhammad wa bariik alaa muhammad wa ala alii muhammad fil ala minna innaka hamiddun majid.
Janganlah kita berhenti untuk mengingat Allah dan bertaqwa serta senantiasa menjaga iman kita hingga akhir hayat “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beriman.”
Pada khutbah kedua ini, disimpulkan bahwa sesama muslim adalah saudara, sesama muslim tidak boleh menyakiti, baik melalui cacian, tindakan, menyebar isu bohong dan sebagainya. Menceritakan kejelekan orang lain, padahal nyatanya buruk, berarti membuka aib seseorang, dan orang yang membuka aib saudaranya sendiri diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.
Marilah kita untuk selalu menjauhkan sifat menyakiti dan mencaci maki sesama muslim terutama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT senantisa memberikan petunjuk bahwa yang benar itu adalah benar dan kita diberikan kekuatan untuk melaksanakannya, dan Allah SWT juga memberikan petunjuk sesuatu yang salah itu memang salah dan kita diberi kekuatan untuk menghindarinya.
Rabbanaa aatiina fiddunyaa khasanaah wa filakhiiratii khasanaah wa qiinaa adzabanaar.
Ya Allah berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari siksa api neraka.
Bilahittaufiq wal hidayah, aqiimuu shalat.
(Dikumandangkan Iqamaat, selanjutnya dilaksanakan Shalat Jum’at 2 rakaat berjamaah)

KHUTBAH I

Saudara-saudara kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib mengingatkan utamanya kepada diri saya pribadi dan juga kepada jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Alloh, dengan sebenar-benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang. Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT semata. Allah telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak nikmat. Jauh lebih banyak nikmat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. Sebagaimana telah Allah firmankan dalam QS Ibrahim: 34:

Selanjutnya khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar melimpahkan setinggi-tingginya penghargaan dan penghormatan, yang biasa kita kenal dengan istilah sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama, teladan kita bersama… imamul muttaqin pemimpin orang-orang bertaqwa dan qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya nabiyullah Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shohabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dan kita berdo’a kepada Allah, semoga kita yang hadir di tempat yang baik ini dipandang Allah layak dihimpun bersama mereka dalam kafilah panjang yang penuh berkah. Amien, amien ya rabbal ‘aalaamien.

Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah

Allah berfirman dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu, maka berdirilah’, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Menurut ayat tersebut, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa tingkat. Oleh karenanya Allah menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan, membentuk majelis ta’lim, membaca ayat-ayat Allah, baik ayat yang tertulis maupun yang tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit, bumi, gunung, bintang, dll.

Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia,

Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta, yaitu:
1. Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari Fir’aun, Qarun, dan lain-lain.
2. Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta dijaga oleh orang yang mempunyainya.
3. Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.
4. Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.
5. Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.
6. Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta dimintai pertanggungjawabannya.
7. Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.
8. Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.
9. Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.
10. Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram, sedangkan harta akan mengeraskan hati.

Nasihat yang disampaikan Ali tersebut menegaskan kepada kita bahwa ilmu lebih mulia dari pada harta, dalam mencari harta kita boleh jadi merugi, akan tetapi sejauh mana pun kita mencari ilmu tidak akan pernah ada istilah merugi.

Iqra’ bismirobbikalladzii khalaq, (bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan), surat Al-‘Alaq ayat 1 memerintahkan kepada kita untuk membaca ayat-ayat Allah, memerintahkan kita untuk mencari ilmu, hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim, baik itu ilmu agama atau pun ilmu pengetahuan. Ilmu juga akan menambah keimanan kita, semakin dalam ilmu yang kita gali maka akan semakin bertambah pula keimanan kita.

Saudara-saudara kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Sebuah penemuan besar di abad XX bahwa seluruh alam raya ini yang terdiri dari langit, bumi, bintang, galaksi, semuanya tercipta dari suatu titik tunggal yang sangat kecil tetapi mempunyai kepadatan tak terbatas. Karena sangat kecilnya titik ini, ilmu pengetahuan menggambarkannya dengan konsep ketiadaan. Kemudian para ilmuwan meyakini bahwa titik tunggal ini meledak, melemparkan semua material ke segala arah dan terciptalah suatu sistem alam semesta ini yang terdiri dari bumi, bintang dan seluruh galaksi. Bumi pada saat itu atau sekitar 4 sampai 5 milyar tahun lalu adalah sebuah planet yang kering kerontang. Dan para ilmuwan kemudian meyakini bahwa periode berikutnya adalah hujan asteroid yang menghantam bumi secara terus menerus. Asteroid ini adalah batuan-batuan luar angkasa yang mengandung bongkahan-bongkahan es yang akhirnya menjadi air yang sangat vital bagi kehidupan di bumi. Ini adalah teori terakhir tentang terciptanya alam semesta termasuk bumi yang diyakini oleh para ilmuwan. Dan sebenarnya, teori yang diyakini ini telah disebutkan Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 30:

“Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa awal-mulanya langit dan bumi adalah dari sesuatu yang padu, padu di sini artinya adalah satu titik tunggal yang telah diyakini sebagai asal muasal alam semesta. Kemudian Allah memisahkan antara keduanya (yaitu langit dan bumi), maksudnya dipisahkannya masing-masing bagian dari suatu yang padu ini oleh suatu ledakan dahsyat melemparkan material-material menjadi bintang, planet dan benda-benda antariksa lainnya; dan langit adalah sebagai ruang kosong di antaranya. Dan hantaman yang bertubi-tubi bongkahan-bongkahan es asteroid, merupakan cara Allah mengirimkan air sehingga memungkinkan untuk diciptakannya makhluk hidup di bumi pada periode-periode penciptaan berikutnya.

Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia,

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran 191,

“(Orang yang berpikir itu) selalu ingat kepada Allah di kala mereka berdiri, duduk, dan berbaring, seraya memikirkan kejadian langit dan bumi, lalu mereka berkata, ‘Tidak sia-sia Engkau ciptakan ini ya Allah, Maha Suci Engkau, dan lindungilah kami dari api neraka.’”

KHUTBAH II

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah,

Apa yang baru saja saya sampaikan dalam Khutbah yang pertama adalah sebuah contoh bahwa dengan mencari ilmu maka keimanan kita kepada Allah, iman kepada Malaikat, kepada ayat-ayat Al-Qur’an, kepada para Rasul, kepada hari akhir, dan iman kepada takdir insya Allah akan bertambah.

Seorang pelajar atau mahasiswa jika ia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ilmu di sekolah dan kampus, belajar matematika, ilmu pengetahuan alam maupun ilmu sosial dengan sungguh-sungguh, maka insya Allah dia termasuk salah seorang ahli dzikir. Orang tua yang selalu mendidik dan mengasuh anak-anaknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang tidak mudah menyerah dan selalu berserah diri kepada Allah, insya Allah akan menjadi pahlawan bagi peradaban manusia masa depan.

Seorang pegawai negeri jika ia senantiasa selalu belajar untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan nama Allah, maka ia termasuk sebagai seorang yang amanah. Seorang petani jika ia selalu tekun menggarap sawah dan ladangnya semata-mata ikhlas karena Allah sehingga kebutuhan bahan pangan masyarakat menjadi terpenuhi, maka ia termasuk salah satu pilar bagi tegaknya kehidupan masyarakat dan bangsa.

Dan sudah tentu jika kita semua selalu menghidupkan majelis-majelis ta’lim maka insya Allah akan tercatatlah kita sebagai calon-calon penghuni surga sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Dari Abu Hurairah RA, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, ‘Barangsiapa yang menempuh suatu jalan bepergian mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.’”

Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa bersama-sama,

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbil ‘alamin,
Allahumma shalli wasallim’ala sayyidina muhammad,
Wa’ala alihi waasbihi ajma’in,
Ya Allah, jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala dosa kami,
Hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di hati kami,
Ya Allah, sediakanlah untuk kami sebagian dari rahmat-Mu yang luas,
Berikanlah kami petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang,
Ya Allah, hiasilah diri kami dengan ilmu yang bermanfaat,
Ilmu yang membawa kepada keluhuran akhlak kami,
Janganlah Engkau hiasi kami dengan ilmu yang membuat kami angkuh di bumi ini,
Jangan pula Engkau hiasi kami dengan ilmu yang membawa permusuhan di antara kami,
Rabbana atina fiddunya hasanah, wafilakhirati hasanah, waqina ‘adza bannar,
Subhanarobbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun, wassalamun’alal mursalin,
Walhamdulillahirobbil’alamin.

MASUKNYA ISLAM KE SPANYOL

MASUKNYA ISLAM KE SPANYOL

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana Umat Islam sebelumnya telah menguasasi Afrika Utara. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayah, Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu’man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasan ibn Nu’man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko. Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa al-Walid). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol.

Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Marokko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.

Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengan dikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick dapat dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting, seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). Sebelum Thariq menaklukkan kotaToledo, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair di Afrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.

Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyeberangi selat itu, dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Setelah Musa berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic, Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.

Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz tahun 99 H/717 M. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah, tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Dengan pasukannya, ia menyerang kota Bordesu, Poiter, dan dari sini ia mencoba menyerang kotaTours. Akan tetapi, diantara kota Poiter dan Tours itu ia ditahan oleh Charles Martel, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yang dipimpinnya mundur kembali ke Spanyol.

Sesudah itu, masih juga terdapat penyerangan-penyerangan, seperti ke Avirignon tahun 734 M, ke Lyon tahun 743 M, dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah Majorca, Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayah. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum Muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu mudah. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yang menguntungkan.

Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalam negeri Spanyol sendiri. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganut agama lain, Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak bersedia disiksa, dan dibunuh secara brutal. Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas, sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Di dalam situasi seperti itu, kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas, dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. Berkenaan dengan itu Amer Ali, seperti dikutip oleh Imamuddin mengatakan, ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmati kenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. Di sisi lain, kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Akibat perlakuan yang keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M. Perpecahan itu amat banyak coraknya, dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri.

Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika Islam masuk ke Spanyol, ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Padahal, sewaktu Spanyol berada di bawah pemerintahan Romawi, berkat kesuburan tanahnya, pertanian maju pesat. Demikian juga pertambangan, industri dan perdagangan karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. Akan tetapi, setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Hektaran tanah dibiarkan terlantar tanpa digarap, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dan daerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan.

Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam.

Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza, yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaum muslimin. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol, Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq dan Musa.

Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu, orang Yahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.

Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokon-tokoh pejuang dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu, dan penuh percaya diri. Mereka pun cakap, berani, dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam, yaitu toleransi, persaudaraan, dan tolong menolong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.

MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

Peran Pendidikan dalam Pembangunan

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.

Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.

Pemerintah dan Solusi Permasalahan Pendidikan

Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.

Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global.

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim.

Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.”

Penyelenggaraan Pendidikan yang Berkualitas

”Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.

Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang kadang berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”.

Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.

Privatisasi dan Swastanisasi Sektor Pendidikan

Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).

Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.

Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.

Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi.

Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Perancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.

Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan.***