BENTUK-BENTUK NEGARA

BENTUK-BENTUK NEGARA

Dalam teori modern saat ini, bentuk Negara yang terpenting adalah Negara kesatuan (Unitarisme) dan Negara Serikat (Federasi).

  1. 1.          Negara Kesatuan

Yang dimaksud Negara kesatuan adalah Negara yang merdeka dan berdaulat, yang berkuasa satu pemerintah pusat yang mengatur daerah secara menyeluruh. Bentuk Negara ini tidak terdiri atas beberapa Negara yang menggabungkan diri sehingga menjadi suatu Negara, yang  Negara-negara itu mempunyai status masing-masing seperti Negara federasi.

  1. 2.          Negara Federal

Negara Serikat (Federasi) yaitu Negara yang merupakan gabungan dari beberapa Negara, yang menjadi Negara bagian dari  Negara Serikat  itu. Negara- Negara  bagian dari Negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri , dengan menggabungkan diri dengan Negara Serikat, berarti ia melepaskan sebagian dari kekuasaannya dan menyerahkannya kepada Negara Serikat itu. Kekuasaan yang di lepaskan itu di sebabkan sebuah demi sebuah (Limitative), yang merupakan delegated power (kekuasaan yang di delegasikan).

Kekuasaan asli ada pada Negara bagian, karena ia berhubungan langsung dengan rakyatnya. Penyerahan kekuasaan kepada Negara Serikat adalah hal-hal yang berhubungan dengan hubungan Luar Negeri, Pertahanan Negara, keuangan, dan Pos. dapat juga diartikan bahwa bidang pemerintah federasi adalah urusan-urusan selebihnya dari pemerintah Negara-negara bagian.

  1. 3.          Protektorat

Sesuai namanya, Negara protektorat adalah suatu Negara yang ada di bawah perlindungan Negara lain yang lebih kuat.

  1. Hubungan Antara Agama Dan Negara

Dalam konsep memahami hubungan negara dan agama, akan di jelaskan beberapa konsep hubungan negara dan negara menurut beberapa aliran antara lain paham teokrasi, paham secular dan paham komunis.

  1. 1.          Hubungan Agama Dan Negara Menurut Paham Teokrasi

Dalam paham Teokrasi, hubungan agama dan Negara di gambarkan sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Negara menyatu dengan agama Karena pemerintah dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan, segala tata kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan Negara dilakukan atas titah Tuhan. Paham teokrasi terbagi dalam dua bagian, yakni paham teokrasi langsung dan paham teokrasi tidak langsung.

Menurut paham teokrasi langsung, pemerintah diyakini sebagai otoritas Tuhan secara langsung pula. Adanya Negara di dunia ini adalah atas kehendak Tuhan dan oleh karena itu yang memerintah Tuhan pula. Sementara menurut system pemerintah teokrasi tidak langsung, yang memerintah bukanlah Tuhan sendiri melainkan yang memerintah adalah Raja atau Kepala Negara yang memiliki otoritas atas nama Tuhan. Kepala Negara atau Raja diyakini memerintah atas kehendak Tuhan.

  1.  Hubungan Agama Dan Negara Menurut Paham Sekuler

Selain paham teokrasi, terdapat pula paham sekuler dan praktik pemerintahan dalam kaitan hubungan agama dan Negara. Dalam paham ini, Negara adalah urusan manusia dengan manusia lain, atau urusan dunia. Sedangkan agama adalah urusan manusia dengan Tuhan. Paham ini memisahkan antara agama dan negara, akan tetapi Negara sekuler membebaskan warga negaranya untuk memeluk agama apa saja yang mereka yakini.

  1. Hubungan Agama Dan Negara Menurut Paham Komunisme

Paham ini di pelopori oleh Karl Max. menurutnya manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Sementara agama, dalam paham ini dianggap sebagai kesadaran diri bagi manusia sebelum menemukan dirinya sendiri.

  1. Konsep Relasi Agama Dan Negara Dalam Islam

Agama saat ini merupakan realitas yang berada di sekeliling manusia. Masing-masing manusia memiliki kepercayaan tersendiri akan agama yang telah menjadi kebutuhan dasar manusia ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial manusia tersebut. Termasuk dalam ranah ketatanegaraan muncul tuntutan agar nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan bernegara. Masing-masing penganut agama meyakini bahwa ajaran dan nilai-nilai yang dianutnya harus ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Para ahli merumuskan beberapa teori untuk menganalisa relasi antara Negara dan agama yang antara lain dirumuskan dalam tiga paradigma, yaitu paradigma integralistik, paradigma simbiotik, dan paradigma sekuralistik.

  1. 1.        Paradigma Integralistik

Paradigma ini memunculkan paham Negara agama atau Teokrasi. Dalam paham teokrasi hubungan Negara dan agama digambarkan sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Negara menyatu dengan agama, karena pemerintahan dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan, segala tata kehidupan dalam masyarakat, bangsa, dan Negara dilakukan atas titah Tuhan. Dengan demikian, urusan kenegaraan atau politik, dalam peran teokrasi juga diyakini sebagai manifestasi firman Tuhan.

  1. 2.        Paradigma Simbiotik

Secara umum, teori simbiotik dapat didefinisikan sebagai hubungan antara dua entitas yang saling menguntungkan bagi peserta hubungan. Dalam konteks relasi Negara dan agama, saling memerlukan. Dalam hal ini, agama memerlukan Negara karena dengan Negara agama dapat berkembang. Sebaiknya, Negara juga mmerlukan agama, karena dengan agama Negara dapat berkembang dalam bimbingan etika dan moral spiritual. (Marzuki Wahid dan Rumadi, 2011 : 24).

  1. 3.        Paradigma Sekularistik

Negara dan agama merupakan dua bentuk yang berbeda dan satu sama lain memiliki garapan bidangnya masing-masing, sehingga keberadaanya harus dipisahkan dan tidak boleh satu sama lain melakukan intervensi. Berdasar pada pemahaman yang dikotomis ini, maka hukum positif yang berlaku adalah hukum yang betul-betul berasal dari kesepakatan manusia melalui social contract dan tidak ada kaitannya dengan hukum Agama (Syariah).

  1. Hubungan Islam Dan Negara Di Indonesia

Hubungan agama dan Negara di Indonesia, secara umum dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yakni hubungan yang bersifat antagonistik dan hubungan yang bersifat akomodatif.

  1. 1.       Hubungan Agama Dan Negara Yang Bersifat Antagonistik

Hubungan antagonistik merupakan sifat hubungan yang mencirikan adanya ketegangan antara Negara dengan islam sebagai sebuah agama. Hubungan politik antara islam dan Negara tak dapat dilepaskan dari konteks kecenderungan pemahaman yang berbeda. Awal hubungan yang antagonistik ini dapat ditelusuri dari masa pergerakan kebangsaan, ketika elit politik nasional terlibat dalam perdebatan tentang kedudukan islam di alam Indonesia merdeka.

Kendatipun ada upaya-upaya untuk mencarikan jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. Setelah pemerintahan Orde Baru menetapkan kekuasaannya, terjadi control yang berlebihan yang diterapkan oleh orde baru terhadap kekuasaan politik islam, terutama pada kelompok radikal yang dikhawatirkan semakin militant dan menandingi eksistensi Negara.

Realitas empirik inilah yang kemudian menjelaskan bahwa hubungan agama dan Negara pada masa ini dikenal dengan antagonistik, dimana Negara betul-betul mencurigai islam sebagai kekuatan yang potensial dalam menandingi eksisteni Negara. Disisi lain, umat islam sendiri pada masa itu memiliki ghiroh yang tinggi untuk mewujudkan islam sebagai sumber ideologi dalam menjalankan pemerintahan.

  1. 2.       Hubungan Agama Dan Negara Yang Bersifat Akomodatif

Hubungan akomodatif merupakan sifat hubungan dimana Negara dan agama satu sama lain saling mengisi bahkan ada kecenderungan memiliki kesamaan untuk mengurangi konflik. Gejala menurunnya ketegangan hubungan antara islam dan Negara mulai terlihat pada pertengahan tahun 1980-an. Hal ini ditandai dengan semakin besarnya peluang umat islam dalam mengembangkan wacana politiknya serta munculnya kebijakan-kebijakan yang dianggap positif bagi umat islam. Pemerintah menyadari bahwa umat islam merupakan kekuatan politik yang potensial, yang oleh karenanya Negara lebih memilih akomodasi terhadap islam.

Menurut Thaba, munculnya sikap akomodatif Negara terhadap islam lebih disebabkan oleh adanya kecenderungan bahwa umat islam Indonesia dinilai telah semakin memahami kebijakan Negara, terutama dalam konteks pemberlakuan dan penerimaan asas tunggal Pancasila. Selain itu, muncul kebijakan Negara terhadap islam juga menjadi bagian yang penting dalam memahami hubungan agama dan Negara di awal 1980-an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s