ILMU PENDIDIKAN TEORETIS DAN PRAKTIK

ILMU PENDIDIKAN TEORETIS

DAN PRAKTIK

 

Bagian Teoritis

A.     Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.

a.   Pendidikan dan Pergaulan

Menyemak pada pengertian pendidikan nyatalah bahwa pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pergaulan pendidikan bersifat memberikan pengaruh dan pengaruh itu diberikan dengan landasan tujuan serta dalam keadaan sadar. Mendidik berarti juga memimpin.

  1. B.     Tujuan Pendidikan
    1. Tujuan umum: tujuan di dalam pendidikan yang seharusnya menjadi tujuan orang tua atau pendidik lain, yang telah ditetapkan oleh pendidik dan selalu dihubungkan dengan kenyataan-kenyataan yang terdapat pada anak didik itu sendiri dan dihubungkan dengan syarat-syarat dan alat-alat untuk mencapai tujuan umum.
    2. Tujuan tak sempurna: tujuan mengenai segi-segi keputusan manusia (segi-segi yberhubungan dengan nilai-nilai hidup yang tertentu seperti kesusilaan, keagamaan dan lain-lain).
    3. Tujuan sementara: merupakan tempat-tempat perhentian sementara pada jalan yang menuju ke tujuan umum seperti anak dilatih untuk belajar dan lain-lain).
    4. Tujuan-tujuan perantara: saat-saat yang terlepas pada jalan yang menuju kepada tujuan umum.

Tujuan pendidikan terbagi menjadi 5

  1. C.     Beberapa Pendapat Tentang Tujaun Pendidikan

Tujuan pendidikan ditentukan oleh zaman. Pandangan manusia berbeda-beda jadi titik berat yang hendak dituju berbeda-beda seperti :

a)      Lebih meninitkiberatkan kepada ketuhanan atau agama (tujuan lengkap)

b)      Ada yang menitikberatkan pada kemerdekaan/kebebasan/kemandirian.

c)      Dan lain-lain

c)  Tujuan dan pengajaran di Indonesia

Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.

c) Tujuan pendidikan nasional

Tujuan pendidikan nasional: tujuan akhir yang akan dicapai oleh semua lembaga pendidikan, baik formal, non formal maupun informal yang berada di tengah-tengah masyarakat dan negara Indonesia.

Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dibedakan menjadi:

1. Tujuan umum: tujuan pendidikan yang berlaku untuk seluruh lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu negara.

  1. Tujuan institusional: tujuan pendidikan yang akan dicapai menurut serius dan tingkatan sekolah/lembaga pendidikan masing-masing.
  2. Tujuan kurikuler: tujuan kurikulum sekolah yang telah diperinci menurut bidang studi atau mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.
  3. Tujuan institusional: tujuan pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang akan diajarkan oleh guru.
  4. D.    Kewibawaan (Gezag) dalam pendidikan

Gezag berasal dari zeggen yang berarti “berkata”. Siapa yang perkataannya mempunyai kekuatan mengikat terhadap orang lain berarti mempunyai kewibawaan/gezag terhadap orang lain.

  • Macam-macam kewibawaan

1)      Kewibawaan pendidikan

2)      Kewibawaan keluarga

  • Fungsi kewibawaan dalam pendidikan adalah membawa si anak ke arah pertumbuhannya yang kemudian dengan sendirinya mengakui wibawa orang lain dan mau menjalankannya juga.
  • Kewibawaan  dalam masyarakat orang dewasa tidak menjadi berkenang tetapi harus stabil
  • Kewibawaan dalam pendidikan harus berstandar kepada perwujudan norma-norma  dalam diri anak si pendidik sendiri.
  • Kewibawaan dan identifkasi

a)      Spanduk mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan dan kebahagiaan si anak

b)      Sianak mengidentifikasikan dirinya terhadap pendidiknya.

  1. E.     Hubungan pembawaan Keturunan  dan Lingkungan di Dalam Pendidikan
    1. Pembawaan dan Lingkungan

Tentang pembawaan dan lingkungan terhadap beberapa pendapat.

a)   Aliran nativisme: berpendapat bahwa perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa manusia sejak lahir.

b)   Aliran naturalisme: berpendapat bahwa pada hakikatnya semua anak sejak dilahirkan adalah baik.

c)   Aliran empirisme berpendapat bahwa perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu ditentukan oleh lingkungan.

d)   Hukum konvergensi berpendapat bahwa pembawaan  dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia.

e)   Tut Wuri Handayani berpendapat perkembangan anak (manusia) ditentukan oleh interaksi oleh interaksi antara pembawaan/potensi-potensi yang dimiliki anak yang bersangkutan dan lingkungan.

  1. Keturunan dan Pembawaan

Semua yang dibawa oleh sinak sejak dilahirkan: diterima karena kelahirannya jadi memang adalah pembawaan. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan.

  1. Berperan Macam Pembawaan dan Pengaruh Keturunan
  • Macam-macam pembawaan

1)         Pembawaan jenis

2)         Pembawaan ras

3)         Pembawaan jenis kelami

4)         Pembawaan perseorangan

  • Pembawaan yang paling banyak ditentukan oleh keturunan ialah pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin.
  1. Lingkungan

Lingkungan meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita kecuali gen-gen.

Sifat-sifat dan watak kita adl hasil interaksi antara pembawaan keturunan dan lingkungan kita.

 


Bagian Praktis

 

A.     Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga

  1. Pentingnya pendidikan dalam keluarga

Anak yang diserahkan kepada sekolah untuk dididik bukan berarti tanggung jawab pendidikan itu berada pada sekolah akan tetapi keluarga juga harus turut berperan dalam mendidik anak yang sedang berkembang. Keluarga bertanggung jawab atas anak-anaknya baik di rumah maupun di sekolah.

  1. Peranan anggota keluarga terhadap pendidikan anak-anak

a) Peranan ibu

  • Sumber dan pemberi kasih sayang
  • Pengasuh dan pemelihara
  • Tempat mencurahkan isi hati
  • Dan lain-lain

b) Peranan ayah

  1. Sumber kekuasaan di dalam keluarga
  2. Pendidi dalam segi-segi rasional
  3. Pelindung  terhadap ancaman dari luar
  4. Dan lain-lain

c) Peranan nenek

Nenek itu merupakan sumber kasih sayang yang mencurahkan kasih sayangnya yang berlebih-lebihan terhadap cucu-cucunya.

d) Peranan pembantu rumah tangga

Peranan pembantu rumah tanggal hanyalah sebagai pembantu dalam mengasuh dan mendidik anak-anak dalam keluarga.

  1. Pengaruh lingkungan keluarga terhadap pendidikan anak-anak

Segala sesuatu yang ada dalam keluarga, baik yang berupa benda-benda dan orang-orang serta peraturan-perauran dan adat istiadat yang berlaku dalam keluarga itu sangat berpengaruh dan menentukan corak perkembangan anak-anak.

a)   Pentunjuk-petunjuk penting bagi pendidikan dalam lingkungan keluarga

1)      Usahakan suasana yang baik dalam lingkungan keluarga

2)      Tttetapi anggota keluarga hendaklah belajar berpegang pada hak dan tugas kewajiban masing-masing.

3)      Orang tua serta orang dewasa lainnya dalam keluarga itu hendak mengetahui tabiat dan watak anak-anak.

4)      Hindarkan segala sesuatu yang dapat merusak pertumbuhan jiwa anak-anak.

5)      Dan lain-lain.

4.   Beberapa kesukaran dalam pendidikan

1)      Keras hati dan keras kepala

Keras hati dapat timbul karena pembawaan anak, perkembangan rohani, keadaan badan terganggu dan kesalahan dalam pendidikan orang tua.

2)      Anak manja

3)      Perasaan takut pada diri anak

4)      Dusta anak

5)      Agresi (suatu keinginan menyerang orang lain yang menghalangi tercaoainya suatu tujuan) dan frustasi.

5.   Pendidkan Di Lingkungan Sekolah

a)   Perbedaan pendidikan di lingkunga sekolah dan keluarga

Pendekatan di lingkungan sekolah berbeda dengan pendidikan di lingkungan keluarga. Diantara perbedaan itu adalah:

1)         Perbedaan lingkungan

Di lingkungan keluarga perasaan kewajiban dan tanggung jawab yang ada pada orang tua untuk mendidik anak timbul secara alami. Sedangkan perasaan kewajiban  dan tanggungjawab dalam lingkungan sekolah untuk mendidik timbul karena status seorang sebagai pendidik.

2)         Perbedaan suasana

Suasana dikeluarga senantiasa diliputi oleh rasa (kasih sayang) diantaranya anggota-anggota nya. Sedangkan dilingkungan sekolah kehidupan dan pergaulan bersifat lebih zakelling dan lebih lugas.

3)         Perbedaan tanggung jawab

Orang tua (keluarga) menerima tanggung jawab mendidik anak-anak dari Tuhan/karena kodratnya. Keluarga bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan anak-anaknya sejak lahir dan bertanggung jawab atas pendidikan watak anaknya. Sedangkan sekolah lebih merasa bertanggung jawab th pendidikan itelek serta yang berhubungan dengan kebutuhan anak untuk hidup di masyarakat.

b) Kerja sama antara keluarga dan sekolah

Sekolah pun harus mengadakan kerjasama dengan keluarga0keluarga. Karena dengan demikian guru dapat memperoleh keterangan-keterangan dari orang tua tentang kehidupan dan sifat-sifat nanaknya. Dianatara cara mempererat hubungan kerjasama sekolah dengan keluarga:

1)   Mengadakan pertemuan dengan orang tua pada hari penerimaan murid baru

2)   Adanya daftar nilai raport setiap semester

3)   Mendirikan perkumpulan orang tua murid dengan guru (Porag)

c)   Taman kianak sebagai jembatan antara keluarga dan sekolah

Manfaat taman kanak dapat kita lihat dari tujuan frobel mendirikan taman kanak-kanak.

1)      Memberikan pendidikan yang lengkap kepada anak-anak (± 3 – 6 tahun) dengan perkembangannya yang wajar.

2)      Memebri prtolongan dan bimbingan kepada para ibu dalam mendidik anak-anaknya.

3)      Mendidik dan menyiapkan para calon ibu dalam teori dan praktis untuk menjadi pemimpin kindergarten dan tugasnya sebagai ibu di kemudian hari.

6)   Guru sebagai pendidik

a)   Syarat menjadi pendidik

  • Berijazah
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Bertanggungjawab
  • Berjiwa sosial
  • Berkelakuan baik
  • Menguasai mata pelajaran

7)   Segi pendidikan

a)   Pendidikan jasmani: pendidikan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan kesehatan jasmani anak-anak.

b)   Pendidikan rohani:

Pendidikan ini terdiri dari:

  • Pendidikan kecakapan: pendidikan yang bertujuan mengembangkan daya pikir menambah pengetahuan
  • Pendidikan agama
  • Pendidikan kesusilaan
  • Pendidikan keindahan
  • Pendidikan kemasyarakatan

8)   Alat pendidikan

a)     Pembiasaan

Pembiasaan adalah merupakan salah satu alat pendidikan yang penting sekali terutama bagi anak-anak yang masih kecil.

Para penganut aliran Behaviorisme dan psikologi individual terlalu mengutamakan pentignya pembiasaan dalam pendidikan.behaviorisme menganggap bahwa dasar atau keturunan itu tidak ada, hasil pendidikan terutama ditentukan oleh pengaruh yang diterima anak dari dunia sekiranya,termasuk juga pendidikan.Demikian pula psikologi individual memandang kecil arti bakat dan keturunan, sedangkan pengaruh lingkungan dan pendidikan sangat dilebih-lebihkan.

b)    Pengawasan

Suatu pembiasaan yang baik tentu membutuhkan pengawasan .pengawasan penting sekali dalam pendidikan,terutama dalam mendidik anak-anak. Tanpa pengawasan berarti membiarkan anak berbuat sekehendaknya. Anak tidak dapat membedakan yang baik dan yang buruk, tidak mengetahui mana yang seharusnya dihindari dan mana yang boleh dilaksanakan, mana yang membahayakan dan mana yang tidak.

Anak yang dibiarkan tumbuh sendiri menurut alamnya, akan menjadi manusia yang hidup menurut hawa nafsunya saja. Kemungkinan besar anak itu menjadi tidak patuh dan tidak dapat mengetahui kemana arah tujuan hidup yang sebenarnya.

c)     Perintah

Perintah bukan hanya berupasuatu perkataan yang keluar dari mulut, akan tetapi termasuk pula peraturan-peraturan umum yang harus ditaati oleh anak-anak.

d)    Larangan

Larangan itu biasanya diberikan jika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, yang merugikan atau yang membahayakan. Tetapi seorang pendidik tidak boleh terus menerus memberikan larangan kepada anak didiknya namun hendaknya larangan itu diubah menjadi perintah. Suatu contoh ketika ada anak yang membawa pisau maka seorang ibu tidak boleh mengatakan “jangan membawa pisau” namun hendaknya kata itu diubah menjadi suruan misalnya “bawa pisaunya ke sini, ibu mau mengiris bawang.” Seorang anak yang sering dilarang berbuat sesuatu akan terhambat perkembangan rohani dan jasmaninya.

6)    Ganjaran: salah satu alat pendidikan yang berfungsi sebagai alat untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan/pekerjaannya mendapat penghargaan.

7)    Hukuman

Macam-macam hukuman menurut Wiliam Stern

1)      Hukuman asosiatif

2)      Hukuman logos

3)      Hukuman normatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s