MAJAS PERBANDINGAN

MAJAS PERBANDINGAN

1. Personifikasi
Adalah majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Perhatikan puisi berjudul ajal di bawah ini!

Ajal
Apakah ia sebilah belati yang menancap secara gaib
Tanpa aku bisa melihat sehingga kebodohanku terperanjat
Ataukah ia tangan kabut yang nakal yang telah mencekik lehernya
sehingga tak satupun tangan kami yang bisa menghalanginya?
(Arifin. C. Noer)

2. Perumpamaan (Simile)
Adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakekatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh pemakaian kata pembanding seperti, bagai(kan), bak, semisal, seperti, serupa, dan kata pembanding lainnya.
Perhatikan puisi berikut.

Habis kikis
Segera cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap

Pelita jendela di malam gelap

Melambai pulang perlahan

Sabar, setia selalu
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Di mana engkau

Rupa tiada

Suara sayup

Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai
Kasihmu sunyi

Menunggu seorang diri

Lalu waktu ā€“ bukan giliranku

Matahari ā€“ bukan kawanku.

(Dari padamu jua karya Amir Hamzah)

3. Alegori
Adalah majas yang mempertautkan satu hal atau kejadian dengan hal atau kejadian lain dalam satu kesatuan yang utuh.
Perhatikan Puisi Teratai berikut ini.

Teratai
Kepada Ki hajar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun Ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

MENENTUKAN ISI PUISI, SIKAP PENYAIR DAN MENJELASKAN AMANAT PENYAIR

Menentukan isi puisi yang dibacakan, temanya, sikap
penyair, dan menjelaskan amanatnya.

Menentukan Isi Puisi yang Dibacakan Puisi merupakan karya sastra yang didominasi oleh unsur perasaan, imajinasi, irama, dan persajakan yang ditata berbaris-baris dan berbait-bait dalam nada dan irama yang sesuai. Di dalam puisi dapat ditemukan isinya, esensi, dan substansi maksud yang terkandung di hati penyair. Ketika puisi itu dibacakan, baik pembaca maupun pendengar, dapat menentukan isinya. Hal ini terjadi, baik dalam puisi Indonesia maupun puisi terjemahan. Coba Anda simak pembacaan puisi-puisi terjemahan yang dilakukan oleh teman-teman berikut ini! Sambil membaca, tentukan isi yang terkandung di dalamnya. Bapak/ Ibu Guru akan menunjuk beberapa siswa untuk membacakan beberapa puisi berikut ini di depan kelas.

Menentukan Tema dengan Bukti yang Mendukung Penentuan tema dalam puisi dilakukan dengan cara menyarikan atau merumuskan keseluruhan larik puisi. Setelah itu, mencari bukti-bukti yang mendukung atas tema yang sudah ditentukan berupa baris-baris tertentu yang selaras dengan tema. Bukti tersebut diharapkan dapat meyakinkan pembaca, bahwa tema yang kita tentukan tersebut benar adanya.

Menentukan Sikap Penyair terhadap Puisi Pada hakikatnya, objek inti yang dibicarakan dalam puisi itulah tema puisi. Dalam mengembangkan tema menjadi sebuah puisi, penyair memiliki sikapsikap tertentu terhadap tema itu. Adakalanya penyair menyikapinya dengan penuh kesungguhan, kecintaan, kegairahan, optimisme, kadang-kadang sebaliknya dengan rasa pesimistis, penuh kegetiran, sikap masa bodoh. Adakalanya juga dengan sikap penuh keluguan, naif/kekanak-kanakan, cengeng atau pragmatis/praktis. Bagaimana atau seperti apa puisi yang berhasil ditulisnya sangatlah ditentukan oleh sikap seorang penyair terhadap pembaca. Jika penyair bersikap menggurui pembaca, puisinya akan penuh dengan nasihat-nasihat lugas. Penyair yang menyikapi pembaca sebagai sosok yang cerdas dan apresiatif mendorong seorang penulis untuk menulis puisi dengan bahasa figuratif dan simbol-simbol yang kaya nuansa.

Menjelaskan Amanat Puisi Amanat puisi adalah pesan moral seorang penyair yang diharapkan menjadi sesuatu yang bermakna bagi para pembaca, menjadi hikmah, renungan, atau nasihat. Amanat puisi biasanya mempunyai benang merah dan misi visi yang relevan dengan tema.

“PUISI RANGGA I”

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta

Tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya..

Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja.
Amanat Puisi Ada Dengan Cinta

  1. Jangan pernah memendam perasaan cinta ke orang lain, kalau kita tidak ingin menyesal kelak dikemudian hari saat orang itu sudah menjadi milik orang lain
  2. Tidak pernah ada perbedaan antara si miskin dan si kaya dalam urusan cinta
  3. Cinta itu suci, maka bagi kalian semua jangan pernah menodai cinta itu dengan perbuatan yang melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s