MODUL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS : X SEMESTER GENAP

MODUL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS :  X  SEMESTER GENAP

TAHUN AJARAN :2008 – 2009

DISUSUN OLEH :

Drs. KUSNO UTOMO

SEKOLAH  MENENGAH ATAS NEGERI 4 BANDUNG

A.   Pendahuluan

Problema lingkungan  saat ini sungguh sudah melebihi ambang  batas yang sulit untuk terus menerus ditolelir tanpa ada keputusan hukum  syari yang pasti, karena sudah merusak sendi – sendi kehidupan secara menyeluruh, bukan hanya mahluk hidup yang rusak yang secara kasat mata bisa dilihat dengan transparan, tetapi juga sudah jauh melewati dunia ini. Manusia yang diamanahi sebagi Khalifah di muka bumi, ternyata sudah tidak mampu lagi untuk mengetur dirinya sendiri memelihara tempat tinggalnya serta menyelamatkan lingkungan untuk kelangsungan hidup generasinya dan generasi sesudahnya.                                                                  Secara umum di indonesia, segala hal mengenai pengelolaan lingkungan hidup di pandang dari sudut ekonomi, sosial dan budaya, bahkan sampai bidang politik. Sangat jarang ketika ada permasalahan tentang lingkungan, masyarakat memendang dari sisi rohani / agama. Sedangkan dari sudut pandang agama, semua yang ada di muka bumi ini merupakan tanggung jawab setiap makhluk yang bertempat tinggal di dalamnya.                                                                                                                      Pengelolaan lingkungan secara dini seharusnya telah ditanamkan, supaya manusia bisa sadar dan bisa lebih mencintai lingkungan dengan tidak merusak lingkungan itu sendiri. Dalam upaya konservasi lingkungan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat sangat penting supaya kerusakan lingkingan tidak semakin parah. Pentingnya kesadaran masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam upaya konserfasi lingkungan.

Hubungan saling mengisi antara manusia dan alam ini juga ditentukan dalam agama bukan saja Islam tetapi dalam agama – agama lainnya. Agama Budha mengajarkan kausalitas atau hubungan sebab akibat. Kesehatan lingkungan akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Bhahavadgita, kitab suci agama Hindu, mengajarkan adanya kesatuan, keselarasan dan hubungan timbal balik antara mikro kosmos ( manusia ) dan makro kosmos ( alam semesta ). Agama Kristiani juga menekankan pentingnya wawasan lingkungan. Gereja Katolik juga menyuarakan keresahannya atas kerusakan bumi. Pada tahun 1991, Paus Johannes Paulus II mengecam ulah manusia sebagai akar penyebab rusaknya lingkungan alam.

Keselarasan merupakan ajaran sentral agama dalam kaitan hubungan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, keserakahan dan kebodohan manusialah yang akan menjerumuskan bumi dan manusia ke kehancuran.

B.   Tujuan

Berdasarkan data empirik potensi keunggulan serta ciri khas SMA Negeri 4 Bandung untuk mencapai Visi dan Misinya, maka diperlukan suatu proses pendidikan yang berorientasi dan ramah lingkungan. Untuk maksud tersbut diperlukan suatu dokumen berupa modul yang akan menjadi acuan sebagai salah satu proses penyampaian materi Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH ). Sebagai implementasi kurikulum muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup kotaBandung.

Pendidikan Lingkungan Hidup SMA Negeri 4 Bandung bertujuan membentuk pembiasaan dan kepribadian peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan perkembangan siswa dalam mencapai kecerdasan intra personal, visual spasial, musikal, kecerdasan adversitas, kecerdasan kreatifitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional dalam mengelola keseimbangan lingkungan.

Modul muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup di lingkungan SMA Negeri 4 Bandung bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Memahami konsep dan pentingnya lingkungan hidup dalam kehidupan sehari – hari dengan segala karakteristiknya.
  2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
  3. Menampilkan kreatifitas melalui kegiatan nyata dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan dan upaya pelestarian lingkungan hidup.
  4. Peran serta secara nyata dalam setiap upaya pemanfaatan daya dukung lingkungan dan dalam upaya pelestarian lingkungan.
  5. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang konsep Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan dan Pengawasan tanaman ( P4LH ).
  6. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan ( K3 ) di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
  7. Meningkatkan kesadaran peserta didik tentang ketertiban, kebersihan, dan keindahan untuk menuju suatu kondisi lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bersih.

Modul 1 Pendidikan Lingkungan Hidup kelas X

1. KONSEP LINGKUNGAN HIDUP

Di sekitar kita terdapat berbagai komponen lingkungan, baik benda – benda mati seperti tanah, batuan, air maupun makhluk hidup dengan berbagai jenis dan karakteristiknya. Di sekitar kita juga terdapat manusia lainnya dengan berbagai karakterisk dan perilakunya. Selain itu, terdapat pula daya dan keadaan yang mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku kita. Semua komponen tersebut merupakan lingkungan hidup manusia.

Dalam lingkungan terjadi interaksi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Interaksi tersebut berbeda – beda karakteristiknya menurut ruang dan waktu. Hasil dari proses interaksi dapat dilihat dari lingkungan yang dibentuk yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

A.   PENGERTIAN

Segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang mempengaruhi sikap dan perilaku kita merupakan lingkungan. Di sekitar kita terdapat manusia lainnya yang mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Orang tua, guru, teman, tetangga dan masyarakat lainnya menjadi bagian dari setiap keputusan yang kita ambil dalam bersikap dan berbuat. Setiap anggota masyarakat di tuntut untuk mematuhinya dan tidak boleh keluar dari nilai dan norma yang berlaku.

Di sekitar kita terdapat tumbuhan. Kita merasa, teduh, sejuk dan nyaman jika berada di tempat yang rindang oleh pepohonan. Kanopi pohon melindungi kita dari sinar matahari yang terik. Tumbuhan mengeluarkan oksigen yang sangat kita butuhkan dan menyerap CO2, sehingga udara terasa sejuk. Tumbuhan juga menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan.

Di lingkungan sekitar kita terdapat hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan liar. Keduanya berperan besar dalam memenuhi kebutuhan manusia akan makanan dan fungsi lainnya, seperti bahan baku pakaian, keindahan, dan lain – lain.

Di sekitar kita juga terdapat sesuatu yang tak terlihat secara kasat mata. Daya dan keadaan ada di sekitar kita dalam berbagai bentuk, seperti keadaan tenang, gaduh, sejuk, panas, dingin, banyak, sedikit, kuat, lemah dan lain–lain. Semuanya mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan kita. Manusia tidak akan nyaman jika keadaannya panas atau berisik. Ini berarti kesejahteraannya terganggu.

Semua yang ada di sekitar kita seperti yang telah di uraikan tadi, baik yang berwujud kebendaan maupun berupa daya dan keadaan akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita, bahkan akan mempengaruhi peri kehidupan dan kesejahteraan kita, sesuai definisi lingkungan menurut Undang–Undang Lingkungan Hidup No. 23

Tahun 1997 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dalam lingkungan terjadi interaksi yang dinamis antara manusia dengan manusia lainnya dan antara manusia dengan komponen biogeofisikkimia. Interaksi tersebut tidaklah selalu sederhana tetapi sangat kompleks. Dalam interaksi tersebut manusia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya.

Manusia mempengaruhi lingkungan dengan cara mengatur lingkungan dan mengambil sumber daya yang ada di lingkungan. Manusia membangun jembatan, jalan, sawah, permukiman dan lain–lain. Manusia juga membangun nilai dan norma dalam kaitannya dengan lingkungan. Sebaliknya lingkungan juga mempengaruhi perilaku manusia. Perhatikanlah bagaimana manusia beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungannya masing–masing. Bentuk rumah, mata perncaharian, jenis pakaian dan lain – lain dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Skala tinjauan lingkungan juga bisa sempit atau luas. Rumah dan pekarangan merupakan sebuah lingkungan bagi penghuninya yang relatif sempit ruang lingkupnya. Tetapi Pulau Jawa atau bahkan lapisan bumi dan makhluk hidup diatasnya yang disebut Biosfer juga merupakan lingkungan hidup tetapi dalam skala yang luas.

B.   KOMPONEN LINGKUNGAN HIDUP

Lingkungan hidup dapat dibagi menjadi lingkungan alam (abiotik dan biotik), lingkungan binaan dan lingkungan sosial budaya. Dalam pengelompokan ini komponen abiotik dan biotik dimasukan ke dalam komponen lingkungan alam. Sementara itu, lingkungan fisik hasil karya manusia dimasukan menjadi lingkungan binaan.

1. Lingkungan Hidup Alami

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa memperoleh gangguan atau dimodifikasi oleh manusia. Lingkungan hidup alami terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala makhluk hidup, mulai mikroorganisme sampai dengan tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, seperti batuan, tanah, mineral, udara, angin, curah hujan, cahaya matahari dan lain–lain. Lingkungan biotik sering pula dinamakan lingkungan organik, sedangkan lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.

Di dalam lingkungan hidup alami terdapat hubungan saling mempengaruhi antara komponen abiotik dengan biotik. Komponen abiotik berupa batuan, tanah, air, udara (cuaca dan iklim) mempengaruhi keberadaan organisme di suatu wilayah. Keberadaan tumbuhan dan pertumbuhannyasangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, cuaca dan iklim. Tumbuhan sayuran sangat baik pertumbuhannya di daerah pegunungan yang suhunya dingin dan tanah vulkanik yang subur. Sebaliknya tumbuhan palma (kelapa, nipah dan lain – lain) sangat baik pertumbuhannya di daerah pantai yang bersuhu panas (megaterma). Komponen biotik juga mempengaruhi abiotik. Sebagai contoh, suhu udara dipengaruhi oleh keberadaan tumbuhan. Jika kita berada di daerah yang banyak tumbuhannya, maka udara akan terasa lebih nyaman.

Antar komponen biotik maupun antar komponen abiotik juga saling mempengaruhi. Keberadaan tumbuhan mempengaruhi keberadaan hewan di suatu wilayah. Di daerah dengan tumbuhan yang beragam memungkinkan hewannya juga beragam.

Seperti halnya dalam lingkungan biotik, dalam lingkungan abiotik juga terjadi proses saling mempengaruhi. Tanah dipengaruhi oleh iklim, dan batuan atau bahan induk. Demikian halnya dengan air yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi curah hujan , tanah dan batuan.

2. Lingkungan Binaan

Manusia menyadari bahwa lingkungan mempunyai interaksi antar komponen dan juga keterbatasan kemampuan ( daya lenting ) lingkungan. Usaha manusia untuk memperpanjang usia lingkungan hidup dikenal dengan penciptaan lingkungan hidup binaan yaitu berusaha membentuk, memodifikasi, atau mengelola lingkungan hidup. Tujuan agar lingkungan hidup dapat normal kembali seperti semula yaitu memiliki keseimbangan ekologi.

Prinsip penciptaan  lingkungan hidup binaan  misalnya  melakukan reboisasi hutan, pengelolaan air limbah agar bersih kembali  dan aman jika dibuang ke sungai.

Contoh yang sederhana dalam penciptaan lingkungan binaan  misalnya penanaman  pohon  di lingkungan komplek perumahan agar udaranya leebih segar, terlihat asri dan  nyaman

Seharusnya manusia terus-menerus melakukan upaya lingkungan binaan.  Namun kebanyakan, manusia tidak melakukannya sehingga banyak kerusakan  lingkungan di mana-mana. Hutan lebat dibabat seenaknya tanpa memikirkan penanaman kembali. Air bersih dipakai untuk industri tekstil, setelah tercemar  air tersebut dibuang ke sungai sehingga mencemari lingkungan.

Kegiatan manusia yang tidak menciptakan lingkungan binaan  mengakibatkan  dampak negatif terhadap lingkungan  alam. Bagaimana agar tidak rusak, manusia perlu merencanakannya dengan baik setiap akan membangun bangunan atau membuka hutanagar tidak mengganggu kelestarian lingkungan alami. Jika lingkungan binaan manusia tidak mampu mengembalikan keadaan lingkungan alami, lambat laun akan mempengaruhi keadaan sosial lingkungan sosial budaya manusia.

3. Lingkungan Sosial Budaya

Lingkungan sosial budya merupakan lingkungan  hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya. lingkungan  sosial budaya tidak terlepas dengan  lingkungan alam. banyak kerusakan lingkungan  alam akibat  interaksi antara manusia yang negatif , contohnya  peperangan yang mengakibatkan kerusakan alam secara langsung. kerusakan alam yang lainnya  seperti longgarnya aturan penegakan hukum  bagi perambah hutan dan penjaraah hutan.

Bentuk interaksi sosial yang dapat disaksikan dalam kehidupan  sehari-hari hanya dua kelompok  besar yaitu bentuk interaksi yang bersifat asosiasif dan yang bersifat disosiasif . Bentuk asosiasif adalah  interaksi sosial yang cenderung  menimbulkan dampak untuk saling bekerjasama,salin g meenghargai dan  saling memberi dan menerima. Adapun bentuk disosiasif menimbulkan persaingan, pertentangan dan pertikaian.

Bentuk pertentangan bermacam-macam mulai dari pertentangan pribad, pertentangan rasial,pertentangan antar kelas-kelas sosial,pertentangan politik,dan pertentangan yang bersifat internasional. Semua pertentangan menimbulkan keadaan lingkungan sosial yang tidak nyaman

Dalam interaksi dengan lingkungan alam,manusia menempati posisi yang dominan karena manusia dikaruniai kemampuan budaya yang lebih bila dibandingkan dengan mahluk-mahluk lainya. Dengan kemampuan budayanya itu manusia mampu mengubah permukaan muka bumi Tentu saja setiap kelompok masyarakat memiliki tingkat budayanya masing-masing. Masyarakat yang telah maju dengan teknologi  tinggi mampu memanfaatkan lingkungan bagi kemakmuran hidupnya. Kebalikanya,kelompok manusia yang berkemampuan budayanya masih terbatas,pemanfaatan daya lingkungannya juga terbatas.

C.  MANFAAT LINGKUNGAN HIDUP

Pada dasarnya manusia dapat bertahan hidup karena kebutuhanya dipenuhi oleh komponen-komponen lingkungan hidup. Sejak dalam kandungan ibunya, lahir, bahkan sampai meninggalpun kita masih juga memerlukan bantuan komponen-komponen lingkungan diluar manusia. Jadi, kalau kita ditanya manfaat lingkungan hidup bagi manusia? Jelas jawabanya sangat banyak, sebab kita sendiri pada dasarnya merupakan bagian dari lingkungan  hidup. Namun, demikian manfaat lingkungan hidup bagi manusia dapat kita rinci sbb.

–         Udara untuk keperluan pernapasan, tidak ada manusia yang dapaat bertahan hidup tanpa bantuan udara

–         Air untuk keperluan minum,mandi serta keperluan kolektif  seperti pengairan sawah  dan pembangkit tenaga listrik. Bahkan saat ini air sudah merupakan benda ekonomi

–         Tumbuhan untuk keperluan pemenuhan kebutuhan protein hewani dan nabati . Kalau kita makan, tidak cukup hanya nasi saja, akan tetapi perlu sayuran dan lauk pauk. Selain untuk sumber makanan, hewan dan tumbuhan dapat juga dijadikan  sumber tenaga dan kesenangan

–         Lahan untuk keperluan  mendirikan sarana pribadi maupun sosial. Rumah yang kita bangun untuk melindungi diri dari panas dan hujan,serta untuk fasilitas lainnya seperti sarana olah raga,pertokoan dsb.

Apa yang akan terjadi jika lingkungan kita rusak? Kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak negatif bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Bayangkan udara yang kita hirup udara yang sudah tercemar. Udara yang kita hirup akan masuk melalui saluran pernapasan dan akan mengganggu fungsi dari alat-alat pernaapasan  kita seperti hidung,tenggorokan, dan paru-paru. Udara yang sudah tercemar juga dapat masuk ke dalam darah dan mengganggu jaringan syaraf.

Karena itu kita wajib menjaga fungsi dari masing-masing komponen lingkungan agar fungsinya tetap dapat mendukung kehidupan, termasuk kehidupan manusia.

Bayangkanlah jika komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan,maka pada akhirnya manusia juga yang akan merasakan dampak negatifnya. Bencana  alamyang terjadi seperti banjir dan kekeringan umumnya karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab bukan saja proses alamiah. Hutan yang berfungsi menjaga pasokan air di musimkemarau akhirnya tidak mampu lagi menjaga fungsinya karena telah ditebang untuk keperluan pertanian dan pemukiman. Akibatnya pada musim penghujan hanya sedikit air yang diserap oleh tanah  dan sebagian besar dialirkan ke sungai dan menimbulkan banjir.

RANGKUMAN

Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya,keadaan,dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan  perikehidupan dan kesejahteraan  manusia serta mahluk hidup lain. Lingkungan terdiri atas komponen lingkungan alam,dan lingkungan sosial budaya.Lingkungan terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan binaan merupakan lingkungan hasil rekayasa manusia. Lingkungan sosial budaya merupakan lingkungan hidup manusia yang melakukan interaksi dengan sesamanya.

Manusi hidup dengan lingkumngannya dan melakukan interaksi dengan komponen lainnya. Seiring dengan perkembangan IPTEK,manusia cenderung lebih dominan dibandingkan dengan mahluk lainnya. Akibatnya muncul kerusakan lingkungan yang dampak negatipnya kembali kepada manusia.Karena itu,upaya menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan pada dasarnya adalah juga untuk kepentingan manusia sendiri.

EVALUASI

  1. Lakukanlah pengamatan terhadap koponen-komponen lingkungan di sekitarmu, Jelaskan apa yang kita lihat ?

Jenis-jenis lingkungan apa….

  1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan fisik ?
  2. Mengapa manusia harus menjaga dan melestarikan fungsi lingkungannya ?
  3. Jelaskan  3 buah contoh keterkaitan antara lingkungan fisik dengan lingkungan binaan!
  4. Jelaskan fungsi lingkungan hidup bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Catatan : Tugas Evaluasi ini dikumpulkan Tanggal 23 – 25 Februari 2009, Di meja Pak Kusno Utomo

2 thoughts on “MODUL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS : X SEMESTER GENAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s