OBAT TRADISIONAL SAKIT GIGI

OBAT TRADISIONAL SAKIT GIGI

Jika ada orang yang memilih sakit gigi daripada sakit hati, tentu ia belum pernah merasakan sakit yang sebenar-benarnya. Padahal, sakit gigi merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi dan seringkali muncul tanpa gejala sebelumnya. Rasa sakitnya yang bervariasi mulai dari tajam, berdenyut, hingga konstan. Dari rasa sakit yang ditimbulkannya, tentu saja akan mengganngu aktivitas keseharian Anda. Selain itu, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kerusakan gigi akan bertambah parah sehingga harus dicabut. Untuk membantu Anda menghindari hal tersebut, berikut beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba di rumah. Yaitu dengan mengkonsumsi obat tradisional untuk sakit gigiini.

Sakit gigi amatlah menyiksa rasanya , apa-apa jadi serba salah. Sakit gigi ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Yaitu bisa disebabkan karena gigi yang berlubang, makan atau minum makanan atau minuman yang terlalu manis, terlalu asam atau terlalu dingin. Jika anda kerap mengalami sakit gigi ini ada baiknya anda segera melakukan penanganan sendiri dulu yaitu obat tradisional sakit gigi sebelum ke dokter. Karena memilih cara alami itu lebih tepat.

Untuk mengobati dan mengurangi rasa sakit gigi, bisa anda coba ramuan tradisional berikut ini :

Bawang putih
Bawang putih merupakan salah satu dari sekian obat tradisional untuk sakit gigi yang diklaim efektif meredakan rasa sakit. Caranya, haluskan satu siung bawang putih dicampurkan dengan sedikit garam kasar kemudian tempatkan di area yang sakit. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit, bahkan kadang-kadang bisa menyembuhkan. Selain itu, ada baiknya mengunyah satu siung bawang putih setiap pagi. Cara ini bisa menjaga agar gigi yang telah disembuhkan semakin kuat dan sehat.

Bawang merah
Penelitian membuktikan kalau bawang merah mengandung komponen antibakteri. Mengonsumsi satu bawang merah setiap hari dengan cara mengunyah terbukti bisa melindungi dari berbagai gangguan gigi. Mengunyah bawang merah selama 3 menit dinyatakan cukup untuk membunuh semua kuman di mulut. Dan Anda bisa meredakan gigi yang sedang sakit dengan cara menempatkan sepotong kecil bawang merah di area gigi atau gusi yang sakit.

Jeruk limau
Jeruk limau, sebagai sumber yang kaya vitamin C, sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan gigi dan tulang di bagian tubuh lainnya. Jeruk limau dinyatakan bisa mencegah gigi berlubang dan gigi tanggal, pembentukan plak gigi, sakit gigi, dan perdarahan pada gusi.

Minyak Cengkeh
Cengkeh dinyatakan efektif meredakan sakit gigi. Selain itu, cengkeh juga mengurangi infeksi karena mengandung properti antiseptik. Caranya, oleskan minyak cengkeh ke lubang gigi yang mengalami kerusakan. Cara ini juga bisa meredakan sakit gigi.

Tepung lada
Campuran sedikit tepung lada dengan 1/4 sendok teh garam dinyatakan sangat bagus untuk menjaga kebersihan gigi. Jika digunakan secara teratur setiap hari bisa mencegah gigi berlubang, nafas bau, gusi berdarah, sakit gusi, dan sakit gigi. Selain itu juga bisa mengatasi masalah gigi sensitif. Untuk meredakan sakit gigi, Anda bisa menempatkan campuran tepung lada dan minyak cengkeh ke dalam lubang gigi.

Cabai Hijau
Cabai hijau secukupnya dipotong ujungnya sedikit kemudian dibakar. Setelah panas, cabai ditempelkan pada bagian gigi yang sakit.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.

Avokad
Keringkan/sangrai 1 biji avokad, lalu haluskan sampai menjadi bubuk.
Pemakaian : Masukkan bubuk biji avokad ke gigi yang berlubang, lalu tutup dengan kapas.

Nah, berbagai macam alternatif pengobatan tradisional  sakit gigi di atas dapat anda pilih sendiri sesuai keinginan dan selera anda. Banyak pilihan yang bisa anda coba untuk membuktikan keampuhan pengobatan ini. Jadi jika sewaktu-waktu anda terserang sakit gigi maka anda dapat dengan segera melakukan penanganan sendiri di rumah biar tidak berlanjut rasa sakitnya.

http://obatradisional.info/obat-tradisional-untuk-sakit-gigi.html

Iklan

SERANGGA TOMCAT

SERANGGA TOMCAT

Semut Semai[2] atau Serangga Tomcat (nama ilmiah: Paederus littoralis), disebut pula Kumbang Rove[3] (Rove Beetle) atau dengan nama daerah Semut Kayap[4] atau Charlie[5] di Indonesia, adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang termasuk dalam keluarga besar Kumbang (Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup pelindung sayap (“sayap berlapis”) yang meninggalkan lebih dari setengah dari perut mereka terbuka. Dengan lebih dari 46.000 spesies dalam ribuan generasi, kelompok ini adalah keluarga kedua terbesar kumbang setelah Curculionidae (kumbang yang sebenarnya). Serangga ini termasuk kelompok serangga kuno, dengan fosil serangga tomcat diketahui dari Jaman Triassic atau pemusnahan Mahluk Hidup di Bumi, 200 juta tahun lalu.

==Anatomi==
Seperti bisa diduga untuk suatu keluarga kumbang yang besar, terdapat variasi besar di antara spesies ini. Ukuran berkisar antara 1 hingga 35 mm (1,5 inci), dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm, dan bentuk umumnya memanjang, dengan beberapa serangga tomcat yang berbentuk bulat seperti [[telur]]. Badannya berwarna [[kuning]] gelap di bagian atas, bawah abdomen ([[perut]]) dan [[kepala]] berwarna gelap. Pada antena kumbang biasanya 11 tersegmentasi dan filiform, dengan clubbing moderat dalam beberapa generasi kumbang. Biasanya, kumbang ini terlihat merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam pandangan sekilas ia lebih menyerupai [[semut]]. Apabila merasa terganggu atau terancam, maka kumbang ini akan menaikkan bagian abdomen agar ia terlihat seperti [[kalajengking]] untuk menakut-nakuti musuhnya.

==Sekilas Serangga Tomcat==
Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan secaraotomatis bila bersentuhan atau bersentuhan dengan [[kulit]] [[manusia]] secara langsung. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti [[baju]], [[handuk]], ataupun benda-benda lainnya.
Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga 12 kali lebih kuat dari bisa ular kobra<ref>{{cite web|title=Awas Serangan Serangga Tomcat Mengintai|url=http://kosmo.vivanews.com/news/read/297455-awas–serangan-serangga-tomcat-mengintai|publisher=Viva News.com|accessdate=20 Maret 2012}}</ref>. Cairan hemolimf atau toksin ini disebut sebagai ‘aederin’ (C<sub>24</sub>H<sub>43</sub>O<sub>9</sub>N)<ref>{{cite web|title=Awas Racun Tomcat Lebih Mematikan dari Kobra|url=http://www.centroone.com/news/2012/03/3r/awas-racun-tomcat-lebih-mematikan-dari-kobra/|publisher=CentroOne.com|accessdate=20 Maret 2012}}</ref>.
Jika sudah terkena dermatitis, segera bersihkan seprei, sapu tangan, handuk, pakaian maupun benda-benda yang disinyalir terkena racun tomcat. Bersentuhan dengan kumbang ini saat berbaring atau tidur, menghancurkannya pada badan atau mengosok dengan jari yang kotor akan menyebabkan konjungtivitas dan penyakit kulit yang parah yang dikenali sebagai ‘dermatitis linearis’, ‘aederus (kumbang rove/ staphylinidae) dermatitis’.
Kalau melihat Tomcat hinggap di [[tangan]], jangan dipencet atau dibunuh seperti mematikan [[nyamuk]] ataupun serangga kecil lainnya. Sebaiknya Tomcat ditiup hingga pergi, atau diambil dengan hati-hati menggunakan alat atau tangan yang ditutupi plastik dan dibuang ke tempat yang aman. Setelah itu cuci tangan dengan sabun dan ulangi lagi. Kalau bisa semprot serangga itu dengan racun serangga dan disingkirkan tanpa harus menyentuhnya secara langsung.
==Pencegahan==
Tutup [[jendela]] dan matikan [[lampu]] jika tidak digunakan karena Tomcat menyukai tempat-tempat yang terang. Jangan memakai pakaian yang terbuka untuk menghindari sentuhan langsung dengan Tomcat. Sebaiknya jendela diberi kasa nyamuk agar Tomcat tidak bisa masuk. Hati-hati jika memiliki anak kecil yang suka bermain di dekat [[tanaman]] dan singkirkan dari rumah apabila tanaman tersebut dalam kondisi tidak terawat karena dapat berpotensi menjadi sarang Tomcat.<ref>”Korban Tomcat Capai 48 Orang”. Surat Kabar Jawa Pos Metropolis. Dicetak pada 20 Maret 2012</ref>

==Pengobatan==
Jika kulit terkena racun Serangga Tomcat segeralah mencuci bagian kulit yang terkena dengan menggunakan [[sabun]], jangan diberi [[odol]], [[minyak]] [[kayu putih]], [[balsem]], minyak tawon maupun bedak tabur karena hanya akan memperparah keadaan. Kulit yang terkena toksin Tomcat akan merah meradang mirip herpes tapi tidak sama. Pengobatannya menggunakan salep dan antibiotik. Biasanya hydrocortisone 1% atau salep betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 3 x sehari atau salep Acyclovir 5%.<ref>{{cite web|title=Waspada Serangga Tomcat Mematikan|url=http://www.tribunnews.com/2012/03/20/waspada-serangga-tomcat-mematikan|publisher=Surat Kabar Tribun News|accessdate=20 Maret 2012}}</ref> Peradangan juga dapat diredakan dengan mengkompres bagian kulit yang terkena racun dengan [[air]] dingin.

DIKUTIP DARI http://id.wikipedia.org/wiki/Semut_semai

CONTOH MAKALAH CARA PEMBUATAN TAHU

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.
D. PERUMUSAN MASALAH.

BAB II PEMBAHASAN
A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.

BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN
B. SARAN

Daftar Pustaka.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.

Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan.

Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

B. IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG)
Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah
2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?

C. PEMBATASAN MASALAH.
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah;
b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

D. Perumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ?
2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?

BAB II
PEMBAHASAN

Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku.
Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan.

A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar.
Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :
1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.
2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.
3. Memperluas pengetahuan para siswa.
4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.
5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.
7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.
8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.

B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :
1. Fungsi Edukatif.
Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.

2. Fungsi Informatif.
Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.

3. Fungsi Administratif
Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.

4. Fungsi Rekreatif.
Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.
5. Fungsi Penelitian
Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.

C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.
Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain :
1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.
3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.
4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.
5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.
6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.
7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
8. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.
9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.
11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.
12. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.
14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa :
1. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah.
2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan.
3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya

B. SARAN
Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
2. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.

DAFTAR PUSTAKA

– Buku Pendidikan Kewarganegaraan

POHON DAMAR

Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah damar ini diolah untuk dijadikan kopal.

Pohon yang besar, tinggi hingga 65m [2]; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil.

Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl[2]. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan.

Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.[3]

Pada masa lalu resin damar terutama dihasilkan dari tegakan-tegakan alam di Maluku dan Sulawesi[3]. Kini kopal juga dihasilkan dari hutan-hutan tanaman Perhutani di Jawa.

Pohon damar sebagai penghias taman

Kayu damar berwarna keputih-putihan, tidak awet, dan tidak seberapa kuat. Di Bogor dan di Sulawesi Utara, kayu ini hanya dimanfaatkan sebagai papan yang digunakan di bawah atap.[3] Kerapatan kayunya berkisar antara 380–660 kg/m³.[2] Kayu damar diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis.

Pohon damar juga disukai sebagai tumbuhan peneduh taman dan tepi jalan (misalnya di sepanjang Jalan Dago, Bandung). Tajuknya tegak meninggi dengan percabangan yang tidak terlalu lebar.

Getah Damar Penyelamat Ekonomi dan Ekologis Lampung

Selama ini, dalam perbendaharaan perekonomian rakyat Lampung, lada dan kopi
dianggap sebagai penyelamat. Hal itu tak selamanya benar. Sebab, ketika
krisis moneter (Krismon) menghantam nusantara — tak terkecuali Lampung —
tiba-tiba tampil penyelamat ekonomi rakyat Lampung yang sesungguhnya: Damar.

Sebagai salah satu daerah penghasil getah damar yang cukup sohor di
perdagangan nasional dan internasional, getah damar mata kucing (shorea
javanica) merupakan andalan. Dalam peringkat komoditas ekspor Lampung, jenis
ini mendapat urutan kedelapan. Dan jenis ini merupakan damar andalan yang
sudah digarap petani sejak ratusan tahun silam.

Selain jenis shorea javanica, juga ada damar jenis hopea javanica, atau
balancarpus. Namun di Lampung yang terkenal dan bermutu bagus adalah mata
kucing. Sedangkan damar batu, damar resak dan lain-lain jumlahnya tak
banyak.

Getah damar mata kucing banyak digunakan untuk bahan emulsi (campuran)
pewarna, cat, tinta, aromatik untuk makanan, bahkan juga untuk kosmetik.
Sedangkan getah damar batu selama ini dikenal untuk pembuatan kapal boat
setelah dicampur kerosin. Dalam perkembangan industri modern, damar batu ini
juga dipakai untuk bahan cat, vernis atau politur. Larutan damar dalam
kloroform dapat dipakai untuk mengawetkan binatang dan tumbuh-tumbuhan untuk
pemeriksaan mikroskop.

Panjat Pohon, Bertaruh Nyawa

Tidak mudah untuk mendapatkan getah damar. Untuk medapatakannya, petani
harus mempertaruhkan nyawa dengan memanjat pohon setinggi 50 meter dengan
diameter pohon yang mencapai 2-3 meter. Sekali terpelanting, bisa nyawa
melayang. Tapi bagi petani damar, mendaki pohon damar adalah seni. Dan
dengan alat seadanya, mereka bisa memanjat dengan aman dan nyaman.

Timbul kekaguman terhadap petani damar di daerah Krui, Pesisir Lampung Barat
sebagai sentra damar Lampung manakala kita lihat jika yang memanjat pohon
raksasa itu tak hanya dilakukan kaum lelaki tetapi juga oleh kaum hawa.
Meski jumlahnya tak banyak

CONTOH DAFTAR HEWAN ENDEMIK INDONESIA

DAFTAR HEWAN ENDEMIK INDONESIA

Hewan endemik Indonesia adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit satwa endemik ini hanya ditemukan di satu pulau atau wilayah tertentu di Indonesia saja.

Endemisme merupakan gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik, spesies hewan harus ditemukan hanya di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Sehingga hewan yang masuk daftar endemik ini hanya dipunyai Indonesia saja.

Indonesia adalah negara dengan endemisme (tingkat endemik) yang tinggi. Diperkirakan terdapat lebih dari 165 jenis mamalia, 397 jenis burung, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia.

Daftar hewan endemik Indonesia ini sebagian besar saya ambil dari artikel sebelumnya tentang Binatang (Fauna) Endemik Indonesia. Berikut daftar binatang (hewan) endemik yang terdapat di Indonesia lengkap dengan nama latin dan daerah sebarannya:

  1. Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) endemik Sulawesi.

Anoa Dataran Rendah hewan endemik Sulawesi

  1. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) di Sulawesi.
  2. Babirusa (Babyrousa babyrussa) di Sulawesi.
  3. Badak Bercula Satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa.
  4. Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) endemik di Sumatera.
  5. Bajing Palawan
    (Sundasciurus juvencus) Bali dan Sumatera.
  6. Bajing Tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan.
  7. Bajing Telinga Botol

(Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan.

  1. Banteng (Bos javanicus) hewan endemik Jawa.
  2. Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan.
  3. Beruk Mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai.
  4. Burung Anis sulawesi (Cataponera turdoides) di Sulawesi.
  5. Burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta) endemik pulau Nias, Sumatera.
  6. Burung Elang Flores (Spizaetus floris) endemik Flores.
  7. Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii) Halmahera, Maluku Utara.
  8. Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di Jawa.
  9. Burung Cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua.
  10. Burung Celepuk Siau (Otus siaoensis) pulau Siau, Sulawesi Utara.
  11. Burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus) di Jawa.
  12. Burung Kakatua Putih (Cacatua alba) Maluku Utara.

Kakatua putih (Cacatua alba) endemik Maluku Utara

  1. Burung Madu Sangihe (Aethopyga duyvenbodei) Sangihe, Sulawesi Utara.
  2. Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi.
  3. Burung Rangkong (Buceros rhinoceros) di Kalimantan.
  4. Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri) di Kalimantan.
  5. Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) pulau Jawa.
  6. Burung Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) Kalimantan.
  7. Burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) di Sumatera.
  8. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Sumatera.
  9. Jalak bali (Leucopsar rothschild) hewan endemik Bali.
  10. Kadal Coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis) di Kalimantan.
  11. Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) di Sumatera.
  12. Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa.
  13. Kanguru Pohon Mantel Emas

(Dendrolagus pulcherrimus) di Papua.

  1. Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) di Papua.
  2. Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) endemik Papua.
  3. Katak Tanpa Paru-Paru (Barbourula kalimantanensis) Kalimantan.
  4. Kelelawar Berjenggot Coklat dan Ekor Selubung (Taphozous achates) di Nusa Penida, Bali.
  5. Kelinci belang sumatera (Nesolagus netscheri) endemik Sumatera.
  6. Kera Belanda (Nasalis larvatus) di Kalimantan.
  7. Kera hitam sulawesi (Macaca nigra) endemik Sulawesi Utara.
  8. Kodok Darah (Leptophryne cruentata) endemik Jawa Barat.
  9. Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni) endemik Jawa Tengah.
  10. Komodo (Varanus komodoensis) di Nusa Tenggara Timur (P. Komodo).
  11. Kucing Bakau (Prionailurus bengalensis javanensis) di Jawa.
  12. Kucing Merah (Felis badia) endemik pulau Kalimantan.
  13. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) pulau Jawa.
  14. Kura-kura Berleher Ular (Chelodina mccordi) di Pulau Rote, NTT.
  15. Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) Sulawesi.
  16. Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae) Pulau Gebe Maluku Utara.
  17. Kuskus Matabiru (Phalanger matabiru) Pulau Ternate dan Tidore Maluku.
  18. Kuskus Kerdil (Strigocuscus celebensis) endemik pulau Sulawesi.
  19. Kuskus Obi (Phalanger rothschildi) Pulau Obi Maluku.
  20. Landak Jawa (Hystrix javanica) endemik Jawa.
  21. Landak Sumatera (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera.
  22. Landak Kalimatan (Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan.
  23. Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata) endemik Kalimantan.
  24. Lutung jawa (Trachypithecus auratus) endemik Jawa.
  25. Lutung Merah (Presbytis rubicunda) satwa endenik Kalimantan.
  26. Macan Dahan (Neofelis diardi) endemik Sumatera dan Kalimantan.

Macan Dahan hewan endemik Kalimantan dan Sumatera

  1. Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Jawa.
  2. Monyet Ekor Babi (Simias concolor) kepulauan Mentawai.
  3. Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroeckii) di Sulawesi.
  4. Orangutan sumatera (Pongo abelli) di Sumatera.
  5. Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan.
  6. Owa jawa (Hylobates moloch) fauna endemik Jawa.
  7. Owa-owa (Hyllobates muelleri) di Kalimantan.
  8. Rusa bawean (Axis kuhlii) endemik pulau Bawean.
  9. Rusa timor (Cervus timorensis) endemik Bali, Irian Jaya.
  10. Siamang (Hylobates syndactylus) di Sumatera.
  11. Surili (Presbytis comata) di Jawa.
  12. Tarsius Bangka atau Mentilin (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara.
  13. Tarsius Peleng (Tarsius pelengensis) pulau Peleng, Sulawesi.
  14. Tarsius Pygmy atau Pygmy Tarsier (Tarsius pumilus) Sulawesi.
  15. Tarsius Sulawesi (Tarsius tarsier) Sulawesi.
  16. Tupai Mentawai (Tupaia chrysogaster) Kepulauan Mentawai.

Untuk membaca penjelasan masing-masing hewan endemik Indonesia di atas silakan mengklik link tautan yang tersedia.

Semoga endemisme (tingkat endemik) hewan yang tinggi yang dipunyai Indonesia ini mampu kita lestarikan sebagai warisan buat anak cucu kita.